Mengenal Jenis-jenis Burung Madu di Indonesia

Jika Anda memiliki pohon yang berbunga di perkarangan, siap-siap kedatangan tamu bersayap yang satu ini. Beberapa ekor burung kecil dengan paruh yang panjang akan datang ke pohon berbunga di rumah Anda, mencicip nektar segar yang ditawarkan oleh bunga warna-warni di pohon tersebut. Warna bulunya yang semarak akan semakin mempercantik taman Anda, sementara tingkahnya yang lucu akan selalu menjadi hiburan yang menarik untuk dinikmati setiap pagi. Mereka adalah burung madu, si penyerbuk bunga yang cantik nan jelita.

Sebagai satwa yang penting dalam proses penyerbukan bunga, sudah sepantasnya kita mengenal burung kecil yang satu ini. Seluruh jenis burung madu termasuk dalam famili nectarinidae, memiliki ciri khas paruh yang panjang dan melengkung serta warna yang terang dan mencolok—beberapa jenis bahkan memiliki warna metalik yang memukau. Burung ini tersebar di seluruh area tropis dan subtropis Asia, Australia dan Afrika, menghuni berbagai tipe habitat mulai dari hutan lebat, hutan skunder, perkebunan, hingga daerah perkotaan dan perkarangan rumah manusia. Sesuai namanya, burung ini mengkonsumsi nektar bunga sebagai makanan utamanya, disamping berbagai jenis serangga yang ditangkap dari cabang-cabang pohon.

Burung Madu berbeda dengan Burung Kolibri

Meskipun mirip, burung madu tidak sama dengan burung kolibri yang kita kenal di televisi. Burung kolibri termasuk dalam famili trochilidae dan memiliki kekerabatan yang lebih dekat dengan burung walet dibandingkan dengan burung-burung petengger, termasuk burung madu. Melalui evolusi konvergen, kedua jenis burung yang tidak berkerabat ini sama-sama memiliki morfologi khusus untuk mengambil nektar bunga yang sedang mekar, seperti paruh dan lidah yang panjang. Perbedaanya, kaki burung kolibri tidak terlalu berkembang dengan baik, sehingga mereka lebih suka terbang diam sambil mengepakan sayap (hovering) ketika berburu makanan. Burung madu sebenarnya juga bisa melakukan hal tersebut, namun morfologi sayapnya tidak terlalu baik untuk terbang dalam waktu yang lama dan lebih suka bertengger saat berburu makanan.

Simak: Burung Alap-alap Kawah

Perbedaan lain dari kedua golongan burung ini adalah persebarannya—burung kolibri hanya bisa ditemui di benua Amerika, sementara burung madu tersebar luas di Asia, Australia dan Afrika. Keduanya sama-sama menyukai nektar bunga dan serangga, namun burung madu lebih suka memakan serangga bila dibandingkan dengan burung kolibri. Morfologi paruh keduanya juga sangat berbeda—meskipun panjang, paruh burung kolibri cenderung berbentuk lurus, sementara burung madu memiliki paruh yang melengkung.

Jenis Burung Madu yang Hidup di Indonesia

Ada sekitar 132 jenis burung madu di dunia, dan 23 diantaranya bisa ditemui di Indonesia. Masing-masing jenis memiliki warna, bentuk, ukuran dan habitat yang berbeda-beda. Burung madu dari genus Cynniris atau Nectarinia, misalnya, merupakan jenis yang sangat kosmopolit alias bisa ditemukan di habitat manusia, mulai dari perkebunan, pedesaan, taman-taman kota, hingga perkarangan rumah yang memiliki pohon berbunga. Genus Anthreptes warnanya paling beragam dengan aksen metalik pada individu jantan, dengan paruh yang tidak terlalu panjang melengkung. Genus Aethopyga merupakan anggota tercantik dari kelompok burung ini, memiliki warna bulu campuran merah, kuning dan hijau/ungu metalik yang luar biasa. Terakhir, ada genus Arachnotera, si pemakan laba-laba yang berukuran besar dan dengan paruh yang super panjang.

Nah, berikut ini adalah beberapa jenis burung madu yang umum dijumpai di Indonesia:

  1. Burung-madu Sriganti (Olive-backed Sunbird/Nectarinia jugularis)

Merupakan burung madu paling umum di Indonesia, tersebar dari ujung Sumatra hingga Maluku dan Nusa Tenggara. Jenis ini bersifat kosmopolit dan sangat mudah ditemui di beberapa tipe habitat yang berdekatan dengan manusia,. Sesuai dengan namanya, burung ini memiliki punggung dan sayap berwarna hijau zaitun yang kontras dengan perut dan dadanya yang kuning cerah. Pada burung jantan, terdapat aksen biru metalik yang mencolok di bagian tenggorokan dan kepala, membuatnya terlihat mencolok di kanopi pohon. Suaranya yang melengking “ck-ck-ck..criii crii criii” menjadi penanda utama kehadiran burung kecil yang satu ini.

  1. Burung-madu Kelapa (Plain-throated Sunbird/Anthreptes moluccensis)

Bentuknya hampir mirip dengan burung-madu sriganti, namun memiliki ukuran lebih besar dengan paruh yang tidak terlalu melengkung. Warna metalik di kepala individu jantan berwarna coklat kemerahan, berbeda dengan burung-madu sriganti yang biru. Burung madu yang satu ini juga cukup umum ditemui di daerah pedesaan, namun tidak terlalu menyukai daerah perkotaan yang ramai, meskipun masih bisa ditemui di beberapa taman kota tertentu. Sesuai dengan namanya, burung ini senang sekali menghisap madu dari bunga kelapa.

  1. Burung-madu Jawa (Javan Sunbird/Aethopyga mystacalis) dan Burung-madu Ekor Merah (Temmnick’s Sunbird/Aethopyga temmnickii)

Keduanya memiliki bentuk yang mirip dan sama-sama menawan: warna merah menyala di seluruh badan dengan sayap kehijauan dan aksen ungu metalik di muka. Perbedaan keduanya hanya terdapat di ekor—burung-madu jawa berwarna ungu, sementara burung madu ekor-merah memiliki ekor merah. Keduanya agak jarang ditemukan, dan lebih menyukai hutan skunder dengan gangguan manusia yang minim. Burung-madu Ekor-merah bisa ditemui di seluruh Semenanjung Malaya, Sumatra, Kalimantan dan Jawa, sementara Burung-madu Jawa merupakan satwa endemik Pulau Jawa.

  1. Pijantung Kecil (Little Spiderhunter/Arachnotera longirostra)

Berbeda dengan burung-madu, Pijantung berukuran lebih besar dengan paruh yang lebih panjang, tanpa warna metalik yang mencolok. Sesuai dengan nama inggrisnya, burung ini senang sekali menangkap laba-laba sebagai mangsanya, disamping nektar bunga dan serangga lain. Burung ini tersebar di seluruh India dan Asia Tenggara hingga Kalimantan dan Bali, namun tidak ditemukan di Indonesia bagian timur. Warna leher bagian dalamnya dan lingkar mata putih menjadi ciri khas utama burung ini.

Burung Madu Dilindungi Undang-undang

Selain keempat jenis burung-madu di atas, masih ada 19 jenis lain yang agak jarang ditemukan, namun juga menarik untuk diamati. Sayangnya, beberapa orang sering memburu dan menangkap burung ini untuk dijadikan hewan peliharaan di dalam kandang atau dijual di pasar hewan. Meskipun tidak terlalu terancam, burung-madu dilindungi undang-undang no. 5 tahun 1990 karena perannya sebagai pembantu penyerbukan bunga di alam, sehingga aktivitas memelihara dan memburu burung ini dilarang secara hukum.

Bila suatu saat nanti burung-burung cantik ini punah dari habitatnya, keseimbangan ekosistem akan terganggu. Berbagai efek negatif akan terjadi baik bagi lingkungan maupun manusia yang tinggal di atasnya. Tentu kita tidak mau hal tersebut terjadi, bukan? Jadi mari lestarikan si Cantik doyan madu ini.

Baca: Mengenal Burung Wiwik Kelabu

 

Panji Gusti Akbar