Benda Yang Menyebabkan Keracunan pada Burung

PecintaSatwa.com – Seperti halnya anak-anak balita yang memasuki fase oral, mengeksplorasi sekitarnya dengan memasukkan benda-benda ke dalam rongga mulutnya, burung pun memiliki behavior serupa. Rasa ingin tahunya yang tinggi, membuat burung selalu ingin mencoba-coba alias “icip-icip” benda-benda disekitarnya yang menarik baik berupa makanan, maupun kandang dan peralatannya, namun tahu kah anda bahwa perilaku demikian bisa berbahaya bagi burung peliharaan anda?

Baca: Cara Menikmati Burung Kicauan Tanpa Harus Mengurung

Sebagaimana dijelaskan oleh Dr. Laurie Hess DVM, DABVP, seorang dokter hewan dengan spesialisasi unggas dan burung, beberapa benda disekitar kita dapat meracuni burung. Kadang kala kasus keracunan pada burung sangat spesifik tergantung pada spesies burung tersebut, akan tetapi lebih baik tetap dihindari sebagai langkah pencegahan terjadinya keracunan pada burung kesayangan anda.

Beberapa benda berikut ini patut anda waspadai, agar tidak di makan Burung:

perkutut

perkutut

Cokelat. Tidak hanya anjing dan kucing saja yang peka dengan cokelat. Kudapan manis ini mengandung caffeine dan theobromine yang menyebabkan muntah dan diarea pada burung, selain itu juga dapat meningkatkan detak jantung, mengakibatkan hiperaktif, tremor, kejang dan kematian mendadak. Semakin tinggi kadar cocoa dalam cokelat tersebut seperti pada dark chocolate semakin mematikan bagi burung. Lebih aman anda memberi buah pisang dan anggur sebagai makanan tambahan si burung.

Buah Apokat. Didalamnya terdapat persin¸ derivat asam lemak yang dapat menyebabkan gagal jantung, tekanan respirasi dan kematian tiba-tiba pada banyak jenis burung. Kandungan persin paling banyak ada pada bagian daunnya. Beberapa jenis apokat memang diketahui aman untuk jenis burung tertentu seperti Lories, akan tetapi hingga saat ini belum dapat dipastikan dengan akurat jenis apokat apa saja yang aman bagi jenis burung mana saja. Oleh karena itu, ada baikknya hindari memberi apokat sebagai “camilan” burung.

Bawang Merah dan Bawang Putih. Bawang merah mengandung senyawa sulfur yang menginisiasi kerusakan sel darah merah sehingga terjadi anemia, selain itu bawang merah juga dapat mengiritasi mulut dan saluran pencernaan burung. Sedangkan bawang putih, mengandung allicin yang juga menyebabkan terjadinya anemia.

Logam berat khususnya timah, Zinc dan Copper. Bahan logam banyak terdapat disekitar kita, seperti peralatan rumah tangga dan perkakas pertukangan. Selain itu kandungan logam juga dapat ditemukan dalam cat, minyak, solder, paku, kawat, aksesoris dan mainan yang sering dipatuk dan dikunyah oleh burung peliharaan dalam kandang. Logam berat, khususnya timah, zinc dan copper dapat menyebabkan intoksikasi berat pada golongan burung.

Sejumlah kandungan logam berat pada burung dapat mengakibatkan kelainan syaraf dan menyebabkan muntah, gangguan pencernaan, gejala neurologis, inkordinasi hingga kejang. Sebenarnya kasus keracunan logam berat dapat diatasi apabila segera ditangani saat gejala awal muncul.

Ikuti: Serak Jawa – Si Hantu Sahabat Petani

Garam dan Lemak. Garam yang berlebihan akan mengganggu keseimbang elektrolit cairan tubuh yang dapat berlanjut pada terjadinya kehausan abnormal, dehidrasi, dan gangguan ginjal hingga kematian. Sedangkan lemak yang berlebihan dalam pakan, seperti halnya pada manusia dapat memicu peningkatan kadar kolesterol dalam darah, sebagai awal terjadinya penyakit jantung dan strok.

Biji buah. Bagian daging buah memang aman dan menyehatkan bagi burung seperti apel, anggur, jeruk, labu, tomat, melon, mangga, delima dan berry, akan tetapi bijinya merupakan racun yang mematikan. Didalam biji buah-buahan tersebut terkandung cardio-toxic cyanide yang dapat meracuni dalam sirkulasi darah.

Caffein. Jangan coba-coba berbaik hati pada burung kesayangan anda dengan berbagi kopi atau teh pagi hari. dua minuman paling diminati di dunia tersebut mengandung caffein yang berakibat sangat buruk bagi bangsa burung. Caffein dapat menyebabkan peningkatan detak jantung, aritmia, hiperaktif, bahkan henti jantung. Lebih baik beri campuran sari buah-buahan yang aman seperti apel bagi si kecil berbulu yang anda pelihara demi kesehatan jantungnya.

Simak: Beda Merak Hijau vs Merak Biru

Kasus keracunan merupakan kasus darurat, kecepatan anda membawa si burung ke dokter hewan berbanding lurus dengan persentase kesembuhannya, karena itu jangan ragu untuk segera mengkonsultasikannya pada dokter hewan terdekat apabila anda melihat gejala keracunan yang paling awal seperti lesu, muntah, dan diare.

Keep your birdie healthy and happy… kwik kwik..! (Rind)

 

Herinda Pertiwi, drh., M.Si.
Editor in Chief at Pecinta Satwa [dot]com
Alumni Dokter Hewan UNAIR (2013), Master of Science UNAIR (2016) specific on Veterinary Reproduction, Large Animal Clinician, Pet Lover, dan Researcher Focus on Reproduction Nutrition.