Dermatophytosis (ringworm) pada Kucing

pemeriksaan ringworm menggunakan woodlamp-bagian yg bercahaya menunjukkan adanya jamur

pemeriksaan ringworm menggunakan woodlamp-bagian yg bercahaya menunjukkan adanya jamur

Dermatophytosis atau lebih dikenal dengan istilah ringworm merupakan penyakit pada kulit yang disebabkan oleh infeksi jamur. Jamur yang biasa menginfeksi kucing dan anjing adalah jamur spesies Microsporum canis, selain itu spesies Trichophyton mentagrophytes dan M persicolor juga menyebabkan infeksi pada kucing. Ringworm merupakan penyakit kulit yang menular antar hewan ke hewan, dan merupakan penyakit zoonotik (penyakit yang dapat menular dari hewan ke manusia ataupun sebaliknya).

Bagaimana penularan dapat terjadi

Infeksi jamur dapat menular akibat kontak langsung dengan hewan yang terinfeksi, atau dapat ditularkan melalui kontak tidak langsung melalui kandang ataupun alat grooming yang mengandung spora jamur. Spora jamur yang melekat pada kulit dan rambut hewan sehat kemudian dapat berkembang apabila kondisi tubuh tidak baik, seperti pada kelembaban yang tinggi. Kelembaban yang tinggi pada rambut kucing dapat terjadi karena proses pemandian yang tidak sempurna karena kurang kering dalam pengeringan, bisa juga karena kondisi kandang atau tempat yang lembab.

Gejala klinis infeksi jamur pada Kucing

  1. Adanya kerontokan rambut, adanya alopesia (kebotakan) pada beberapa bagian,
  2. Bentuk lesi (luka) berbentuk bulat,
  3. Terlihat kemerahan pada bagian kulit yang terinfeksi dan membentuk luka kemerahan seperti ring / lingkaran,
  4. Terkadang terdapat ketombe pada kulit.
lesi ringworm

lesi ringworm

Kondisi tersebut dapat diperparah dengan adanya infeksi sekunder bakteri, karena beberapa kucing akan menggaruk kulit yang terinfeksi. Infeksi dapat terjadi pada semua umur, tetapi pada kucing muda (kitten) lebih rentan terkena infeksi jamur. Apabila mendapati tanda-tanda tersebut ada baiknya pemilik segera memeriksakan keadaan hewan kesayangan kepada dokter hewan agar mendapatkan penanganan yang cepat dan tepat.

 

Apa yang akan dilakukan oleh dokter hewan

Dokter hewan akan memeriksa hewan dengan melihat tanda klinis hewan yang terinfeksi jamur, kemudian melakukan peneguhan diagnosa dengan melakukan pemeriksaan rambut dan kulit dengan menggunakan wood lamp atau dengan pemeriksaan rambut (trichospocy) dibawah mikroskop, pemeriksaan trichoscopy dilakukan untuk mengetahui struktur rambut, apabila terjadi infeksi jamur maka akan terlihat adanya spora jamur yang menempel pada tepian rambut.

Penggobatan jika terjadi infeksi jamur pada hewan

Pengobatan dilakukan dengan cara pemandian rutin hewan yang mengalami infeksi jamur. Pemadian dapat dilakukan dengan menggunakan sampo khusus yang memiliki kandungan anti jamur. Proses pemandian dapat dilakukan 2-3 kali dalam seminggu sampai kulit benar-benar dalam keadaan sehat.

Penggobatan dari luar dapat menggunakan salep antijamur, dengan pengawasan dokter hewan. Apabila infeksi bersifat kronis dan hampir diseluruh permukaan tubuh dokter akan menyarankan penggunaan obat jamur oral/ diminumkan selama jangka waktu tertentu. Vitamin kulit dan rambut yang mengandung omega tiga dan omega enam seperti minyak ikan dapat digunakan untuk membantu proses regenerasi kulit dan penyembuhan

Baca: Cara Merawat Anak Kucing

Pengobatan secara injeksi akan dilakukan dokter hewan untuk mengurangi gejala simptomatis (gejala yang tampak) pada hewan seperti mengurangi rasa gatal. Ataupun memberikan vitamin kulit seperti vitamin A,D dan E. Zat antiradang dalam minyak ikan akan mengurangi bintik kemerahan pada kulit. Untuk pengobatan pada hewan yang mengalami penyakit kulit seperti jamur membutuhkan waktu yang lama dan ketekunan dalam menggobati.

Pencegahan infeksi jamur

Tindakan preventif harus diawali dengan dengan selalu menjaga sanitasi kandang agar tetap bersih dan kering. Selain pemandian pada kucing dapat dilakukan secara rutin 1-2 sekali dengan cara memandikan yang benar dan sesuai dengan prosedur grooming yang seharusnya.

 

Hizriah Alief Jainudin, drh.
Alumni Dokter hewan UGM (2013), Mahasiswa S2 Medis Klinis FKH UGM, Praktisi Pet and Exotic Animal di Sleman Yogyakarta.