Jalak Bali

koin rupiah dengan jalak bali tergambar di atasnya

koin rupiah dengan jalak bali tergambar di atasnya

Jika Anda punya uang koin 200 rupiah, coba lihat gambar yang ada di atasnya. Ya, itulah gambar dari Jalak Bali, salah satu burung yang paling terancam punah di dunia. Burung endemik Pulau Dewata ini menjadi simbol tak tergantikan dari Bali, dengan kecantikan bulunya yang eksotis, ditambah lagi dengan kicauannya yang indah—membuatnya menjadi primadona di kalangan pengamat burung di Indonesia. Sayangnya, dua hal ini justru menjadi bahaya bagi burung jalak bali itu sendiri. Para pemburu pun berlomba-lomba menangkap burung ini untuk dijual dengan harga yang mahal, membuat populasinya semakin berkurang dari hari ke hari.

Ciri khas Jalak Bali

Seperti namanya, Jalak Bali memang termasuk dalam keluarga burung jarang (sturnidae), dan berada di genus tunggal Leucopsar. Penampilannya memang sangat berbeda dengan burung jalak pada umumnya, dengan tubuh yang kelihatan ‘gendut’ dan ditutupi oleh bulu tebal berwarna putih salju. Tubuhnya berukuran sedang (25 cm) dan memiliki pola hitam di ujung sayap dan ekor. Salah satu ciri khas yang paling menarik dari burung Jalak Bali adalah kulit tanpa bulu berwarna biru di muka, bersanding dengan jambulnya yang panjang menawan. Dengan warnanya ini, burung jalak bali menjadi salah satu burung paling mempesona di bumi pertiwi.

Baca: Jenis-jenis burung Madu

jambul jalak bali yang menawan

jambul jalak bali yang menawan

Tidak seperti burung jalak lain, burung Jalak Bali lebih suka beraktivitas di atas tajuk pohon dan jarang sekali turun ke permukaan tanah, kecuali untuk minum dan mencari material sarang. Burung ini mencari makanan berupa buah-buahan, larva serangga, cacing, dan serangga kecil yang hidup di tajuk hutan. Burung ini bersarang di dalam lubang pohon, satu betina bisa menghasilkan dua atau tiga butir telur. Pada saat musim kawin, burung jantan akan mengeluarkan kicauan yang keras diikuti dengan tarian naik-turun yang menarik. Kicauan burung jalak bali ini juga menjadi salah satu atraksi alam yang menarik untuk disaksikan.

Penangkaran Jalak Bali

Jalak Bali pertama kali ditemukan pada tahun 1910 dan dideskripsikan oleh Erwin Stresseman pada tahun 1912. Pada masa tersebut, burung ini kemungkinan besar bisa ditemui di seluruh dataran Bali, dengan jumlah populasi sekitar 300-900 ekor. Namun, perburuan besar-besaran membuat jumlahnya turun drastis, hingga pada tahun 1990 jumlahnya hanya tinggal 15 ekor dan hanya bisa ditemukan di aera Taman Nasional Bali Barat. Pada tahun 1991, Jalak Bali resmi ditetapkan sebagai fauna simbol Provinsi Bali, dan program pelestarian mulai dilakukan secara besar-besaran.

Kisah: Gelatik Jawa yang Terusir dari rumahnya

Program perlindungan, penangkaran ex-situ dan pelepasliaran sedikit memberi harapan pada masa depan burung tersebut, namun tingkat keberhasilan hidup individu hasil pelepasliaran masih

jalak bali remaja

jalak bali remaja

diragukan. Hal ini terbukti pada tahun 2001, dengan adanya laporan yang menyebutkan bahwa hanya ada sekitar 6 individu yang tersisa di alam liar. Jatuhnya populasi ini diperkirakan terjadi karena individu hasil pelepasliaran tidak mampu berkembang biak di habitat aslinya, sehingga gagal dalam menggandakan populasi burung jalak bali di alam. Proses pelepasliaran di Taman Nasional Bali Barat terus berlanjut dengan program yang telah disempurnakan, dan berhasil menggandakan populasi Jalak Bali menjadi 35 ekor di tahun 2007 dan sekitar 50 ekor di tahun 2008.

Cara: Menikmati Kicauan Burung Tanpa Mengurung

Selain di Taman Nasional Bali Barat, Jalak Bali juga dilepasliarkan di Nusa Penida, meskipun pulau ini diduga tidak termasuk dalam habitat asli Jalak Bali sebelum populasinya menurun drastis. Proses introduksi Jalak Bali di pulau ini cukup sukses, hingga pada tahun 2009 terdapat sekitar 60 individu dewasa dan 62 individu remaja yang terdapat di pulau tersebut. Burung-burung ini diduga dapat beradaptasi dan berkembang-biak dengan baik di pulau tersebut, dengan proteksi dari masyarakat lokal yang bersama-sama menjaga burung Jalak Bali dari pemburu ilegal.

Populasi Jalak Bali

jalak bali si langka dari pulau dewata

jalak bali si langka dari pulau dewata

Saat ini, diperkirakan terdapat sekitar 115 individu Jalak Bali dewasa di alam liar dan 1000 individu di penangkaran, memberikan harapan yang cerah bagi kelangsungan burung Jalak Bali di alamnya. Akan tetapi, populasi tersebut belum stabil, dan hanya ada sedikit catatan tentang keberhasilan reproduksi burung ini di alam liar. Hal ini membuat burung Jalak Bali masih dikategorikan sebagai sangat terancam punah (Critically Edangered) oleh IUCN, dengan masa depan yang masih tidak jelas. CITES memasukan burung Jalak Bali di dalam daftar Appendix 1, sehingga burung ini dilarang untuk diekspor ke luar negeri. Burung ini juga dilindungi oleh PP no 7 tahun 1999 sehingga dilarang untuk diburu, diperjualbelikan, atau dipelihara secara pribadi.

 

 

 

 

 

 

Panji Gusti Akbar