Inseminasi Buatan menghasilkan Sapi Bagus

PecintaSatwa.com – Peningkatan Sapi bagus untuk kebutuhan daging di dunia membuat para peternak dan para peneliti terus berpacu mengembangkan sebuah teknologi mutakhir untuk meningkatkan produktivitas ternak. Sejalan dengan usaha tersebut, kini fokus penelitian lebih mendalam lagi dengan bagaimana menghasilkan pedetan berjenis kelamin yang diinginkan.

Dikebanyakan negara, untuk keperluan daging konsumsi, pemotongan ternak hewan sapi betina harus diminimalisir sebagai penghasil bakalan selanjutnya, dan sebaliknya pada industri susu kelahiran pedet betina yang unggul sangat dinanti sebagai penghasil susu berkualitas. Fenomena inilah yang melatarbelakangi para ahli di bidang peternakan untuk meramu sebuah metode yang bertujuan memberpesar probabilitas kelahiran pedet jantan untuk industri feedlot, dan pedet betina untuk dairy industry.

Penelitian Inseminasi Sapi Bagus

Sapi Bagus Hasil Inseminasi Buatan

Pedet Jantan Hasil IB

Sharzamin Khan, et. al., pada tahun 2012 telah mempublikasikan hasil penelitiannya mengenai efek spesies dan metode perkawinan terhadap jenis kelamin keturunan dan performa reproduksi pasca melahirkan pada sapi dan kerbau. Dalam penelitiannya, Khan menggunakan 795 ekor sapi cross breed dan 795 ekor kerbau yang berasal dari beberapa peternakan di Pakistan. Sapi dan kerbau tersebut diberi pakan hijauan dan air adlibitum. Pada ternak masa laktasi ditambahkan konsentrat 1kg/3L susu yang diproduksi. Sebagian populasi sapi dan kerbau di (Inseminasi Buatan) IB, sebagian lainnya di kawinkan secara alamiah.

Hasilnya cukup menarik, pada penelitian tentang efek spesies, jumlah kelahiran pedet jantan pada sapi sebesar 54% dari total kelahiran, sedangkan pada kerbau mencapai 57%. Pada hewan sapi, kasus kesulitan melahirkan (distokia) terjadi sebanyak 24%, dan pada kerbau hanya 14%. Pada kejadian retensi sekundinae atau terlambatnya pelepasan plasenta, pada sapi terjadi sebanyak 8% sedangkan kerbau 6%.

Baca: Tips Memilih Sapi Bakalan yang Menguntungkan

Pada penelitian tentang efek metode perkawinan. IB menghasilkan jumlah prosentase tertinggi pada setiap aspek yang diteliti. Dengan metode IB, jumlah ternak jantan yang dihasilkan sebesar 59 %, akan tetapi efek sampingnya juga cukup besar, yakni 23% ternak mengalami distokia dan 10% ternak juga mengalami retensi sekundinae. Sedangkan dengan kawin alam, 51% pedet terlahir jantan, 15% nya mengalami distokia, dan terjadinya retensi sekundinae hanya 5%.

Jumlah Sapi bagus pedet jantan lebih banyak terlahir dengan metode perkawinan IB. Hal ini berhubungan dengan ketepatan deteksi birahi, waktu IB dan umur induk. Apabila peternak dapat mendeteksi birahi dengan akurat, maka dapat dilakukan IB di akhir birahi. IB di sepertiga akhir masa birahi kemungkinan besar akan menghasilkan pedet jantan, sebab saluran reproduksi betina ber-pH lebih basa, selain itu sel telur telah siap terbuai, pasca ovulasi dan sedang berjalan di oviduk, telah melampaui jarak yang cukup panjang. Sedangkan pada IB di awal waktu, pH saluran reproduksi betina masih belum terlalu basa, ovum masih terlalu jauh di oviduk, sedangkan sel-sel sperma yang dapat bertahan menunggu sel telur dengan menempuh perjalanan cukup jauh adalah sel sperma pembawa kromosom X atau kromosom sex betina, lain hal nya apabila sel telur sudah dekat, maka sel sperma pembawa kromosom Y (sex jantan) masih dapat bertahan untuk berjuang membuai sel telur hingga terbentuklah janin pejantan. Oleh karena itulah, keakuratan deteksi birahi dan ketepatan waktu IB sangat menentukan keberhasilan metode ini sekaligus jenis kelamin ternak yang dihasilkan.

Bibit Induk Sapi Bagus

Umur induk Sapi bagus ternyata juga ikut andil dalam terbentuknya sel kelamin pedet, dari penelitian terdahulu, dibuktikan bahwa semakin tua umur induk maka semakin besar kemungkinan terlahirnya pedet jantan, diduga hal tersebut berhubungan dengan kualitas sel telur yang dihasilkan induk dewasa lebih baik dari pada induk muda dengan ketahanan yang lebih kuat.

Selain metode-metode yang diteliti di atas. Saat ini, untuk meningkatkan probabilitas kelahiran ternak dengan jenis kelamin yang diinginkan dapat dilakukan dengan IB menggunakan bibit sperma yang telah diseleksi sebelumnya, terdapat sperma hewan sapi bibit pejantan juga betina. Metode tersebut memang belum dapat 100%, akan tetapi cukup baik dapat mencapai angka 65-85% kelahiran. Berminat mencoba? (Rind)

 

Herinda Pertiwi, drh., M.Si.
Editor in Chief at Pecinta Satwa [dot]com
Alumni Dokter Hewan UNAIR (2013), Master of Science UNAIR (2016) specific on Veterinary Reproduction, Large Animal Clinician, Pet Lover, dan Researcher Focus on Reproduction Nutrition.