Hewan Paling Langka di Dunia

“Siapa yang kuat, Dia yang bertahan…”

PecintaSatwa.com – Seleksi alam terus berjalan di planet ini, setiap harinya semua spesies di Bumi berlomba lomba untuk bertahan hidup, bekerjaran dengan perubahan-perubahan yang terjadi dan meningkatkan kemampuan adaptasinya. Hewan, dan tumbuhan bahkan manusia harus mau berjuang jika ingin populasinya terus lestari, meski saat ini manusia sudah overpopulated sehingga mendesak mundur populasi hewan dan tumbuhan demi peningkatan kawasan pemukiman dan industri untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia. Lantas, salahkah manusia jika melakukan hal tersebut demi kelangsungan hidup? (Baca pula: Indonesia Siaga 1 untuk Hewan-hewan ini)

Adanya hewan dan tumbuhan merupakan bagian ekosistem planet Bumi, keberdaannya dibutuhkan sebagai penyeimbang lingkungan, dimana setiap komponen makhluk memiliki perannya masing-masing yang saling berhubungan, sebagai sebuah simbiosis. Karena itu kelestariannya harus diusahakan semaksimal mungkin untuk menjaga keberlanjutan kehidupan di Bumi yang seimbang.

Ulasan berikut ini akan membahas beberapa spesies yang hampir punah di dunia, sekaligus menjadi “PR” besar bagi negara habitatnya untuk melakukan konservasi demi peningkatan populasi dan pencegahan kepunahan, mari kita simak

Beberapa jenis hewan yang paling terancam punah di dunia:

Kura-Kura Hutan Arakan

Sebagaimana namanya. kura-kura hutan arakan dijumpai di bukit arakan, daerah Myanmar barat. Sebelumnya dipercaya bahwa jenis kura-kura ini telah punah, hingga ditemukannya kembali pada tahun 1994. Saat ini kemungkinan tidak lebih dari 100 ekor kura-kura hutan arakan yang hidup di alam. (Perlu diketahui: Satwa Liar BUKAN Peliharaan)

Iberian Lynx

iberian lynx

iberian lynx

Kerabat kucing ini berasal dari Spanyol dan Portugal, bernama lain Pardel Linx dan Spanish Linx, di alam hanya tersisa sekitar 84-143 ekor iberin linx dewasa.

Oxolotl

oxolotl

oxolotl

Termasuk jenis salamander yang sangat unik, terkadang disebut juga sebagai ikan monster karena bentuknya yang khas, seakan akan memiliki banyak lengan.

Macaw Biru

macaw biru

macaw biru

Burung Macaw Biru merupakan burung asli Brazilia, dinamai juga Spix’s Macaw, diperkirakan jumlahnya saat ini tidak lebih dari 93 ekor. (Simak juga: 5 Prinsip Kesejahteraan Hewan)

Badak Jawa

badak jawa

badak jawa

Disebut juga sebagai badak bercula satu, saat ini diduga populasinya hanya 72 ekor di dunia. Perburuan liar demi mengambil tanduknya telah menurunkan jumlah hewan ini begitu cepat. Cula nya dihargai 30.000 USD perkilogram di pasar gelap, disinyalir digunakan sebagai bahan pengobatan tradisional.

Buaya Siam

Kurang dari 70 ekor buaya siam yang tersisa saat ini, habitatnya di wilayah Asia Tenggara. Langkahnya buaya siam terjadi karena perluasan lahan pertanian yang dilakukan penduduk mendesak habitat alaminya, selain itu penggunaan pestisidan dan pupuk kimia juga menurunkan kualitas air tempat hidupnya.

Brown Spider Monkey

Habitat Brown Spider Monkey berada di Kolombia utara, dan bagian barat laut Venezuela. Dinamai laba-lab cokelat kerena ia memiliki lengan panjang guna mengayun dan memanjat di kanopi hutan, dari dahan ke dahan pohon lain. Saat ini, populasinya diperkirakan tinggal 60 ekor, merosotnya jumlah Brown Spider Monkey diduga kerna perburuan liar dan perdagangan satwa langkah.

Serigala Mexico

Saat ini hanya terdapat sekitar 340 ekor kawasan US dan Mexico. Penyebab kepunahannya diperkirakan karena menurunnya hewan buruan sebagai sumber makanan di habitatnya seperti bangsa rusa. Serigala mexico termasuk keluarga gray wolfi secara genetic yang paling sedikit jumlahnya di dunia. (Simak juga: Daftar Merah Satwa dalam Standart Tingkat Keterancaman Satwa Liar di Dunia)

Lumba-Lumba Baiji

lumba-lumba baiji

lumba-lumba baiji

Jumlah lumba-lumba Baiji diperkirakan tinggal tidak lebih dari 20 ekor di alam.

Northern White Rhinoceros

Northern White Rhinoceros

Northern White Rhinoceros

Badak jenis ini tersisa kurang dari 10 ekor saat ini, berada di pusat konservasi California dan Czech Republic. Karena jumlahnya yang benar-benar sedikit, sepanjang waktu badak-badak putih ini dikawal oleh petugas khusus untuk melindunginya dari para pemburu. Rind

 

Herinda Pertiwi, drh., M.Si.
Editor in Chief at Pecinta Satwa [dot]com
Alumni Dokter Hewan UNAIR (2013), Master of Science UNAIR (2016) specific on Veterinary Reproduction, Large Animal Clinician, Pet Lover, dan Researcher Focus on Reproduction Nutrition.