Babi Asli Indonesia

PecintaSatwa.com – Kebutuhan daging babi nasional saat ini sudah mencapai 7.204.768 ekor pertahun, angka ini harus terus ditingkatkan sebesar 1,15% pertahun berdasarkan Rencana Strategis Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjenakkeswan). Permintaan pasar setinggi itu menjadi angin segar bagi para pengusaha dan peternak babi, binis ini pun semakin menjanjikan.

sulawesi warty pig

sulawesi warty pig

Kekayaan nusantara pun termasuk dengan keaneragaman hayati. Saat ini, Indonesia memiliki 5 spesies babi dari 8 spesies babi di dunia, 52 dari 90 breed babi di planet Bumi ini pun tersebar di kawasan Asia Tenggara termasuk tanah air kita. Lebih dari separuh jumlah spesies babi dunia yang dimiliki Indonesia merupakan jenis babi dengan kualitas daging unggulan, mampu beradaptasi dengan baik meski hanya mengkonsumsi limbah pertanian dan limbah rumah tangga. Ibarat kata, babi indonesia dapat mengubah sampah menjadi daging berkualitas wahid.

javan warty pig

javan warty pig

Jumlah kebutuhan daging babi nasional yang tinggi ternyata tidak memiliki titik temu yang menguntungkan dengan banyaknya jenis babi lokal negeri ini. Populasi babi lokal terus menurun dari tahun ke tahun, salah satunya disebabkan karena peternak (50%) masih memelihara babi dengan sistem ekstensif atau tradisional sebagi usaha sampingan keluarga. 45% diantaranya mulai menggunakan sistem semi intensif, dan hanya 5 % peternak babi menggunakan sistem intensif, itu pun lebih memilih jenis babi impor sebagai komoditasnya.

babi rusa

babi rusa

Dapat dimaklumi, apabila peternak lebih memilih jenis babi impor. Perbedaan laju pertumbuhan harian / average daily gain  (ADG) yang dapat dicapai babi lokal seperti babi Bali hanyak sekitar 0,14%, sedangkan babi impor seperti jenis White Large bisa dua kali lipatnya bahkan lebih. Dilemanya, penelitian mengenai teknologi budidaya babi masih sangat minim di Indonesia, karena kebanyakan peneliti masih berfokus pada sektor unggas dan ruminansia. Paradigma inilah yang harus segera dirubah. Babi lokal kita pun dapat menjadi produk unggulan apabila antara peternak, peniliti dan pemerintah bekerja sinergis mengembangkannya.

Spesies Babi Lokal Indonesia

Berikut ini, adalah 5 spesies dan jenis babi lokal yang terdapat di Indonesia, mari kita simak bersama:

  • Sus Sacrofa :

Spesies babi domestik atau disebut juga sebagai Sus sacrofa domestica. Satu spesies dengan babi impor seperti Landrace dan Hampshire, namun berbeda breed dan varian. Diantaranya sebagai berikut:

 

babi bali

babi bali

Babi Bali : didaerah timur berwana hitam dan berambut kasar, punggung melengkung, tapi perut menggantung, moncong sedikit lebih panjang. Babi di daerah utara, selatan dan tengah berpunggung melengkung, perut membesar, belang putih pada kaki, moncong pendek, telinga runcing

Baca: Babi Bali – Babi liar yang bernilai Tinggi

 

babi timor

babi timor

Babi Kupang, Babi Timor : ukuran tubuh sedang, bentuk kepala kecil, taring tidak melekat saat tua, tulang punggung tidak kokoh, warna dominan hitam, kombinasi putih dan merah bata, berambut kasar terutama pada punggung, kaki dan moncong

 

babi toba

babi toba

Babi Nias, Babi Toba, Babi Samosir,  : berada di Sumtera Utara,  berwarna hitam keabuan, punggung melengkung kadang ada yang datar, badan besar rendah hingga menyentuh tanah, moncong panjang, telinga kecil dan runcing

 

babi toraja

babi toraja

Babi Toraja: banyak di Sulawesi Selatan, khususnya di Toraja Utara, sering disebut babi kampong, berwana hitam atau kehitaman, kepala kecil, telinga agak runcing, punggung melengkung dan ukuran tubuh sedang

Jenis Babi Liar yang Hidup di Indonesia

bearded pig

bearded pig

Selain jenis terdomestikasi, 4 dari 5 spesies babi lokal merupakan jenis babi liar, jumlahnya juga terus menurun setiap tahun akibat perburuan liar di alam, bisa jadi beberapa tahun kedepan variasi babi-babi ini hanya tinggal diorama apabila tidak kita jaga kelestariannya. Diantaranya sebagai berikut:

  • Sus verrucosus: Javan warty pig (variasi warna beragam, mulai hitam legam hingga merah pucat. Ukuran tubuh kecil hingga besar)
  • Sus barbatus: Bearded pig / babi berjanggut (berbadan panjang sekitar 100-160cm dan berat rata-rata 100 kg)
  • Sus celebensis: Sulawesi warty pig (berukuran sedang, berkaki pendek, berat 40-70 kg, bewarna hitam, kadang ada yang cokelat kemerahan atau kekuningan, rambut berwarna lebih terang pada moncong dan perut)
  • Babyroussa babyrussa: Babirusa (kaki panjang, kepa kecil dan hampir tidak berambut. Pejantannya memiliki gigi taring besar membelok keatas ata berbentuk spiral)

Simak juga: Tingkah Laku Reproduksi Babi

Cukuplah swasembada daging sapi yang sulit terkejar, swasembada daging daging babi harus terlaksana dengan memanfaatkan sumber daya alam asli negeri tercinta.

“Cintailah Plodhuk Plodhuk Indonesiaaaaa” (Rind)

 

Herinda Pertiwi, drh., M.Si.
Editor in Chief at Pecinta Satwa [dot]com
Alumni Dokter Hewan UNAIR (2013), Master of Science UNAIR (2016) specific on Veterinary Reproduction, Large Animal Clinician, Pet Lover, dan Researcher Focus on Reproduction Nutrition.