Jenis Sapi Bagus di Dunia

PecintaSatwa.com – Sebagian besar pembaca kemungkinan lebih sering menyentuh daging sapi dari pada hewan sapi yang masih dipelihara dalam peternakan. Perawakan yang besar dan bertanduk pasti sudah menciutnya nyali anda untuk sekedar mengelus dan memeluknya layaknya bermain dengan kucing. Tidak heran, jika sebagian besar orang hanya mengenal 2 jenis sapi, yakni sapi potong pedaging berpunuk berwarna putih dan sapi perah berwarna hitam putih. Namun, taukah anda, bahwa setidaknya terdapat 3 spesies sapi bagus dan ratusan bangsa sapi di dunia? Mari kita pelajari bersama!

Bumi sangat luas, biasanya dibagi menjadi bagian barat dan timur. Bagian barat mencakup benua Eropa, Afrika, Amerika dan Australia, sedangkan bagian timur mencakup lebarnya benua Asia. Keadaan lingkungan, sumber pakan, iklim dan cuaca yang berbeda di berbagai belahan bumi mampu menjadikan spesies hewan dan tumbuhan menjadi banyak variasi. Seperti halnya sapi, terdiri dari spesies: Bos taurus, Bos indicus, dan Bos sondaicus, 3 spesies tersebut kemudian diklasifikasikan menjadi beberapa bangsa dan varian sesuai dengan ciri-ciri tubuhnya yang khas.

Klasifikasi Sapi Bagus di Dunia

Sapi simental

Sapi simental

Bos taurus, dikenal juga sebagai bangsa sapi Barat, meski di Asia juga terdapat 1 jenis Bos taurus, tepatnya di negara Jepang (sapi Wagyu).  Keunggulan sapi bagus jenis ini, memiliki postur tubuh yang panjang dan lebar, pertulangan besar dan kuat serta proporsi otot yang tinggi. Selain itu, pertumbuhan hewan sapi Bos taurus terbilang sangat cepat, dengan feed convertion rate (FCR) yang kecil dan average daily gain (ADG) sekitar 1-1,8 kg/ekor/hari. Spesies Bos taurus rata-rata diberasal dari daerah beriklim sub tropis, karena itu ketika dicoba dipelihara di kawasan tropis cenderung menurun produksinya.

Di Indonesia, sapi barat ini diimport dan dipelihara oleh Balai Besar Inseminasi Buatan, untuk diambil spermanya, kemudian melalui teknik perkawinan inseminasi buatan, sapi besar tersebut dijadikan sapi unggul induk jantan untuk memperbaiki performa sapi lokal Indonesia, sehingga didapat sapi-sapi silangan yang bertubuh besar namun mudah beradaptasi. Beberapa contoh bangsa sapi Bos taurus yaitu sapi Simental, Sapi Limosin, Sapi Angus, dan Sapi Wagyu.

Bos indicus, disebut juga sapi india atau sapi asia. Karakteristik paling khasnya ada pada bagian punggungnya yang

Sapi bagus - sapi brahman

Sapi Brahman

berpunuk, contohnya sapi Brahman, sapi Ongole dan sapi Zebu. Tidak kalah dengan sapi barat, sapi timur ini juga memiliki postur tubuh yang tinggi besar dengan pertulangan kuat. Kelebihan bangsa hewan sapi yang berasal dari spesies bos indicius terletak pada kemampuan adaptasinya yang luar biasa. Ia dapat hidup di iklim sedang hingga panas, baik di kawasan sub tropis maupun tropis, ketahanan tubuhnya sangat bagus sehingga tidak mudah sakit, dan juga mampu survive dengan sumber pakan berkualitas rendah saat bukan musim panen. Namun, sayangnya laju pertumbuhan sapi-sapi Bos indicus tidak secepat Bos taurus. Jenis sapi Brahman Cross, merupakan bangsa sapi bagus yang saat ini banyak digemari peternak diseluruh dunia, ia berasal dari perkawinan silang antara sapi Brahman, sapi Herford dan sapi Shorthorn.

Bos sondaicus, nama lainnya adalah Bibos banteng, sapi asli nusantara, hanya ada di Indonesia dan berapa negara di kawasan Asia Tenggara. Sebagaimana namanya, Bos sondaicus berasal dan banteng liar yang dijinakkan atau didomestikasi oleh masyarakat setempat. Bangsa Bos sondaicus yang masih murni genetiknya, hampir identik dengan banteng adalah sapi Bali, khususnya yang berada di Nusa Penida, sedangkan jenis lain seperti sapi Madura dan sapi Aceh, genotipnya sudah bercampur dengan Bos sondaicus.

Baca juga: Tips Memilih Sapi Bakalan yang Menguntungkan

Sapi bagus - sapi bali

Sapi Bali

Saat ini semakin sedikit populasi Bibos banteng di Indonesia, karena terbatasnya peternak yang membudidayakannya. Memang sapi jenis ini lebih kecil apabila dibandingkan dengan jenis sapi lainnya, akan tetapi ia juga memiliki keunggulan yang dapat dikembangkan, diantaranya: kualitas daging sapi unggul, lebih lunak dan manis; bertubuh kecil dengan proposi daging yang tinggi, karkas mencapai 52-58%; tahan dipelihara di daerah panas; tidak mudah sakit dan mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan beserta sumber pakan berkualitas rendah.(Rind)

 

Herinda Pertiwi, drh., M.Si.
Editor in Chief at Pecinta Satwa [dot]com
Alumni Dokter Hewan UNAIR (2013), Master of Science UNAIR (2016) specific on Veterinary Reproduction, Large Animal Clinician, Pet Lover, dan Researcher Focus on Reproduction Nutrition.