Alap-alap Kawah adalah penerbang tercepat di dunia

alap-alap kawahApa sih hewan tercepat di dunia? Sebagian besar orang mungkin akan menjawab Cheetah, si kucing pelari dari Afrika yang bisa berlari hingga kecepatan 120 km/jam. Sebagian lain mungkin akan menjawab kuda, kijang, dan hewan-hewan lain yang berlari di darat. Tapi kalau kita bertanya tentang siapa hewan tercepat di langit, jawabannya adalah burung ini: Alap-alap Kawah, sang penerbang tercepat di dunia!

Alap-alap Kawah (Falco peregrinus) atau yang dalam bahasa inggris disebut Peregrine Falcon merupakan burung pemangsa dari keluarga falconidae. Seperti burung pemangsa lain, alap-alap kawah diberkati dengan paruh yang tajam dan cakar yang kuat, tercipta khusus untuk menangkap dan membunuh mangsanya. Berbeda dengan elang yang berasal dari suku accipitridae, Alap-alap memiliki sayap yang sempit dan berbentuk segitiga, didesain khusus untuk bisa terbang dengan cepat dan efisien. Kecepatan Alap-alap kawah bisa mencapai 320 km/jam, hampir 2 kali lipat kecepatan berlari cheetah!Dengan kecepatan yang luar biasa ini, Alap-alap Kawah pun diakui bukan hanya sebagai penerbang tercepat di dunia, namun juga makhluk tercepat di kerajaan hewan!

Menarik untuk disimak: Ikan Napoleon

Burung berukuran sedang ini tersebar di hampir seluruh dunia, dari dataran tundra di ujung utara dan selatan bumi hingga ke daerah tropis di ekuator. Dengan panjang antara 35-58 cm dan berat antara 330 sampai 1500 gram, Alap-alap Kawah termasuk dalam burung pemangsa berukuran sedang. Corak tubuhnya bervariasi dari satu subspesies dengan subspesies lain, namun umumnya berwarna hitam kebiruan di bagian atas, dengan tubuh bagian bawah putih bercoret-coret hitam. Salah satu ciri utama burung ini adalah sayapnya yang kaku dan terlihat agak tumpul ketika terbang, serta topeng di mukanya yang khas.

Cara Alap-alap Kawah Memburu Mangsa

Tidak seperti burung pemangsa lain, Alap-alap Kawah lebih suka menangkap mangsa yang terbang dibandingkan mangsa yang ada di permukaan tanah. Beberapa mangsa kesukaannya antara lain burung merpati, bebek liar, burung-burung pantai, hingga kelelawar. Untuk menangkap mangsanya yang tidak biasa ini, si penerbang cepat ini punya teknik khusus yang disebut stooping—terjun bebas dari ketinggian dengan sayap terlipat dan langsung menabrak mangsa dengan cakarnya yang tajam. Dengan manuver inilah Alap-alap Kawah bisa mendapatkan kecepatannya yang legendaris, didukung dengan bentuk tubuhnya yang sangat aerodinamis, menyerupai tetesan air yang turun dari langit. Dalam sekali tabrak, bisa dipastikan mangsanya akan langsung menemui ajalnya.

Habitat Alap-alap Kawah

Alap-alap menukik

Alap-alap menukik

Burung Alap-alap Kawah termasuk spesies yang sangat kosmopolit alias mudah beradaptasi dengan lingkungan apapun. Burung ini dapat ditemui di seluruh tipe habitat, mulai dari hutan, daerah terbuka, daerah pertanian, pemukiman rural, hingga daerah perkotaan yang padat penduduknya. Mereka umumnya bersarang di tebing-tebing terjal di pegunungan atau di pinggir laut, meskipun ada banyak catatan lokasi sarang di atas gedung-gedung tinggi di daerah perkotaan. Di Indonesia sendiri, catatan keberadaan burung ini didominasi oleh subspesies yang bermigrasi dari belahan bumi utara pada musim dingin, meskipun ada pula subspesies lokal yang tinggl sepanjang tahun.

Seperti halnya jenis burung pemangsa lain, Alap-alap Kawah dilindungi oleh Undang-undang no 5 tahun 1990 dan dilarang untuk diburu, ditangkap, diperjual-belikan, atau dipelihara atas alasan apapun. Meskipun penyebarannya luas dan populasinya masih cukup banyak, keberadaan burung ini tetap terancam oleh perubahan habitat skala besar, keracunan pestisida, kekurangan mangsa, serta perburuan. Tren pemeliharaan burung pemangsa atau falconry masih menjadi ancaman yang serius bagi keberadaan burung ini di Indonesia.

Jika Anda benar-benar cinta terhadap satwa ini, ada baiknya Anda tidak memeliharanya di rumah, melainkan cukup mengamatinya di alam liar bersama kelompok-kelompok pengamat burung di kota Anda. Mari jaga kelestarian satwa liar di sekitar kita, dan biarkan si raja udara ini tetap mengepakkan sayapnya yang gagah di angkasa!

Silahkan baca juga: Lumba-lumba Humpback

 

Panji Gusti Akbar