Hewan Paling Langka di Indonesia

PecintaSatwa.com – Sudah bukan rahasia lagi, bahwa Indonesia merupakan surga plasma nutfah dunia. Berbagai spesies hewan dan tumbuhan hidup dan berkembang dengan baik di negeri ini, dengan keanegaraman habitat yang tersedia, seperi hutan tropis, pegunungan, padang rumput, sungai, dan lautan luas. Namun sayangnya kekayaan variasi jenis flora dan fauna di Indonesia semakin hari semakin menipis, karena ledakan populasi penduduk yang mendesak habitat alaminya demi dibukanya lahan untuk pemukiman dan industri, selain itu perburuan liar oleh oknum-oknum tak bertanggung jawab juga memperparah keadaan yang memprihatinkan ini.

Saat ini terdapat 73 spesies hewan di Indonesia yang dikategorikan dalam status critical endangered atau sangat terancam punah oleh lembaga konservasi dunia, International Union for the Conservation of Nature and Natural Resources (IUCN). Disamping itu, 170 spesies berstatus endangered (terancam) dan 523 spesies Vulnerable (Rentan).

Beberapa hewan asli Indonesia, yang hampir-hampir menjadi sejarah kekayaan nusantara:

Sumatran Ground Cuckoo

Di Indonesia disebut burung Tokhtor Sumatera (Carpococcyx viridis). Saat ini diperkirakan berjumlah sekitar 70-400 di habitatnya.

Rusa Bawean

rusa bawean

rusa bawean

Axis kuhli. Berasal dari Pulau Bawean, Kabupaten Gresik, Provinsi Jawa Timur. Jumlahnya di tahun 2004 terdata sekitar 250-300 ekor

Elang Flores

Elang endemic Flores, Nisaetus floris. Jenis burung yang merupakan subspecies dari elang Brontok ini diperkirakan tinggal 150-300 ekor di alam liar.

Kura-Kura Hutan Sulawesi

Bernama Latin Leucocephalon yuwonoi, populasinya saat ini kurang dari 250 ekor. Kura-kura langkah dengan tempurung pipih berwarna cokelat ini terancam punah tidak hanya karena rusaknya ekosistem habitatnya, akan tetapi juga karena diburu untuk dijadikan santapan manusia.

Badak Sumatera

Badak Bercula Dua (Dicerorhinus sumatrensis) asli pulau Sumatera yang hanya berjumlah dibawah 275 ekor. Badak Sumatera merupakan badak terkecil, salah satu dari lima badak yang masih ada di bumi.

Macan Kumbang

macan kumbang

macan kumbang

Disebut juga macan Tutul Jawa atau Leopard Jawa (Panthera pardus melas). Berdasarkan data IUCN tahun 2008, jumlahnya saat ini kurang dari 250 ekor di alam. Macan kumbang dapat ditemui di hampir semua Taman Nasional di Pulau Jawa, mulai dari Ujung Kulon hingga Baluran, akan tetapi populasi terbesar macan kumbang terdapat di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango. (baca: CITES – Standart Legalitas Perdagangan Satwa Internasional)

Pesut Mahakam

pesut mahakam

pesut mahakam

Bernama lain Irrawaddy Dolphin, habitatnya di sungai Mahakam. Lumba-luma air tawar ini diperkirakan tidak lebih dari 70 ekor yang masih hidup sekarang.

Dendrolagus mairy

Lebih umum dengan nama Kangguru Pohon Wondiwoi. Jenis kangguru endemik Papua ini populasinya diduga hanya berkisar 50 ekor saja saat ini.

Badak Jawa

badak jawa

badak jawa

Terkenal dengan sebutan badak bercula satu, saat ini hanya dapat ditemui di Taman Nasional Ujung kulon, Provinsi Banten. Berdasarkan sensus tahun 2011, jumlah badak bercula satu yang masih hidup saat ini tinggal 35-45 ekor saja. Jumlahnya terus merosot tajam di alam karena semakin sempit habitatnya, juga karena terdapat suatu kepercayaan bahwa cula badak jawa dapat menjadi obat tradisional, sehingga semakin marak perburuan liar terjadi.

Jika bukan kita yang melestarikan, siapa lagi?

Jika bukan saat ini, kapan lagi?

Kalaupun dapat menyembuhkan, apakah harus ditukar dengan pembantaian?

Jangan tunggu kekayaan alam kita menjadi sejarah yang hanya dapat dikagumi di museum satwa berupa awetan dan diorama.

Rind

 

Herinda Pertiwi, drh., M.Si.
Editor in Chief at Pecinta Satwa [dot]com
Alumni Dokter Hewan UNAIR (2013), Master of Science UNAIR (2016) specific on Veterinary Reproduction, Large Animal Clinician, Pet Lover, dan Researcher Focus on Reproduction Nutrition.