Persebaran Ikan Nemo

Nemo Dewasa

Nemo Dewasa

Ikan nemo (Amphiprion ocellaris) dikenal sebagai ikan hias yang sangat terkenal. Keunikan ikan nemo ini tampak dari corak warna yang indah pada sisiknya dan ukuran tubuhnya yang mungil (8-16cm). Warna dasar ikan nemo adalah kuning, orange, merah, dan abu-abu kehitaman dengan garis putih yang menjadi ciri khas ikan hias ini. Ikan nemo banyak tersebar terutama di laut Cina Selatan, perairan Pasifik, dan Hindia yang memiliki zona litoral dan laut tepi yang bisa didiami anemon laut cukup banyak. Ikan nemo banyak ditemukan hidup di bebatuan koral atau batu karang laut dan juga sering bersembunyi dibalik tumbuhan laut. Ikan yang juga dikenal sebagai ikan badut (clownfish) ini sangat mudah dilihat saat melakukan penyelaman terutama di perairan laut dangkal. Kehadiran anemon laut bisa menjadi pertanda bahwa juga ada sejumlah komunitas ikan nemo yang secara ekologi hidup berkelompok dalam perairan laut dangkal.

Baca: Tips Memilih Ikan untuk Aquascaping

Keberadaaan ikan nemo sangat bergantung dari kelestarian batuan karang dan tumbuhan laut. Kemampuan bertahan hidup ikan nemo dapat ditunjang dari keanekaragaman lingkungan biotik dan abiotik laut. Hubungan simbiosis mutualisme antara ikan nemo dengan tumbuhan laut menjadi salah satu parameter kelestarian laut terutama perairan dangkal. Bahkan seekor ikan nemo dapat melakukan migrasi sejauh 400 km untuk mencari batu karang dan tumbuhan laut sebagai tempat melakukan pemijahan.

Pola Reproduksi Ikan Nemo

Nemo 5 bulan

Nemo 5 bulan

Ikan nemo betina dewasa akan tampak lebih besar daripada jantannya. Hal ini bisa diketahui apabila ada sepasang nemo yang berenang secara bersama-sama maka tampak ikan betina lebih besar dan lambat daripada pejantannya. Setelah melakukan proses pembuahan, ikan betina dewasa akan meletakkan telurnya dibalik tumbuhan laut. Sekitar 2000 telur akan dihasilkan dalam sekali masa bertelur dan akan menetas setelah 7-10 hari kemudian. Perubahan pada fase metamorfosa setelah telur menetas menjadi larva, akan membutuhkan waktu hampir dua minggu untuk menjadi anakan ikan nemo. Selama masa itu, anakan ikan nemo akan tetap hidup disekitar tumbuhan laut dan batuan koral dengan pengawasan induk hingga 4-5 bulan karena adanya potensi ancaman predator, ikan-ikan pemangsa yang lebih besar dari nemo. Selain ancaman predator, ikan nemo jantan bisa kanibal apabila melihat perbedaan corak warna anakan ikan nemo yang dihasilkan betina. Itulah sebabnya angka keberhasilan pemijahan ikan nemo hanya sebesar 66%.

Budidaya Ikan Nemo

Ikan nemo dewasa saat berusia delapan minggu. Usia matang kelamin yang siap melakukan pemijahan kembali. Pembudidayaan secara in vitro (dalam laboratorium) bisa dilaksanakan dengan memanipulasi akuarium seperti ekologi asal ikan nemo. Volume akuarium yang bisa digunakan 100 cm x 50 cm x 50 cm atau kelipatannya. Suhu akuarium harus dijaga dengan rentang 24-26°C. Keberadaan batuan karang dan tumbuhan laut sebagai pendukung keberhasilan budidaya perlu didesain di dalam akuarium. Optimalisasi fungsi aerasi secara intermitten dapat menjaga kualitas air di dalam akuarium terlebih untuk menjaga salinitas air yang digunakan sebagai media utama budidaya sebesar 1,020-1,022. Pemberian pakan secara teratur dapat menggantikan pakan ikan nemo normal yang di dapat dari zooplankton maupun fitoplankton di laut.

Baca: Surili – Primata Unik Endemik Pulau Jawa

Lingkungan tiruan habitat asli dibutuhkan untuk menghindari stress fisik ikan nemo terhadap lingkungan baru, sehingga pemijahan tetap dapat dilakukan dengan baik sebagaimana yang terjadi secara alami di dalam laut. Tertarik untuk membudidayakan ikan nemo? Tidak ada salahnya mencoba peruntungan dengan si imut ikan badut yang populer ini. semoga sukses!!

 

Muhammad Thohawi Elziyad Purnama, drh., M.Si.
Alumni Dokter Hewan UNAIR (2013), Master Biologi Reproduksi UNAIR (2014), Praktisi Large Animal (Beef Cattle) & Aquatic Animal dan Dosen Dep. Reproduksi Fak. Kedokteran Hewan UNAIR Banyuwangi.