Ikan Hiu Paus

hiu paus ramah terhadap penyelam

hiu paus ramah terhadap penyelam

Bulan Februari lalu kita dikejutkan oleh berita mengenai tersangkutnya seekor Hitu Tutul/Hiu Paus di kanal Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Paiton, Probolinggo, Jawa timur. Ikan raksasa ini diketahui terdampar di dalam kanal sempit dan dangkal, sehingga tidak bisa kembali ke lautan lepas. Setelah usaha penyelamatan yang dilakukan selama beberapa hari dan menarik perhatian beberapa media nasional, hiu tersebut pun akhirnya mati dan dikuburkan di daerah tersebut.  Nah, sebenarnya apa sih ikan hiu paus itu? Jawabannya ada di bawah ini. Yuk, kita simak sama-sama!

Amati: 7 Jenis Burung Kakatua Nusantara

Ikan hiu paus (Rhincodon typus) atau Whale Shark merupakan sejenis ikan hiu yang sering ditemukan di perairan tropis di seluruh dunia.  Ikan ini tidak memiliki tulang keras (osteon) alias hanya memiliki tulang rawan di seluruh tubuhnya, sehingga dimasukan dalam kelas Chondricthyes bersama ikan pari dan ikan hiu lainnya. Nama ‘paus’ yang disematkan di belakang namanya ini merujuk pada ukurannya yang sangat besar—mencapai panjang 12,5 meter dan berat 21,5 metrik ton, hampir sama besar dengan berbagai jenis paus yang hidup di lautan. Ukurannya yang besar ini menjadikan Hiu Paus dinobatkan sebagai ikan terbesar di dunia, serta hewan tanpa tulang keras terbesar di lautan. Wow!

mulut hiu paus dapat mencapai lebar 1,5 meter

mulut hiu paus dapat mencapai lebar 1,5 meter

Hiu paus disebut juga sebagai hiu tutul di beberapa daerah pesisir di Indonesia. Kata tutul ini merujuk pada pola totol-totol putih di atas tubuhnya yang hijau kebiruan. Hiu raksasa ini menyukai daerah lautan terbuka, namun menghindari kedalaman samudra. Hiu ini sering bersifat migran dan sering berpindah tempat dalam jarak yang jauh dalam sebuah rombongan besar. Pada musim-musim tertentu, hiu ini dapat ditemui begitu dekat dengan pantai dan bahkan muara sungai, seperti di daerah pantai utara Pulau Jawa. Terkadang hiu ini mengalami disorientasi atau terjebak di aliran air surut sehingga terdampar di pantai, seperti yang terjadi di Paiton, Probolinggo atau di Parangtritis beberapa tahun yang lalu.

Sifat Hiu Paus

Meskipun besar, jangan bayangkan ikan ini seperti hiu ganas di film Jaws. Hiu raksasa ini justru bersifat sangat ramah kepada manusia dan hewan-hewan lain di lautan. Makanan utama hewan ini adalah plankton (organisme kecil yang hidup di laut) serta udang dan ikan yang berukuran sangat kecil. Saat makan, ikan ini berenang dengan lamban dan menghisap ratusan galon air laut ke dalam mulutnya yang hampir selebar 1,5 meter, untuk menyaring makanannya yang kecil-kecil. Ratusan baris gigi di dalam mulutnya tidak pernah digunakan untuk menggigit apapun, sehingga ikan ini sering disebut sebagai ‘raksasa lambut’ alias the gentle giant.

Baca juga: Kukang Jawa yang langka

Selain hewan-hewan yang super kecil, hiu paus diketahui tidak pernah menyerang makhluk lain di lautan, termasuk manusia. Para penyelam bahkan dapat berenang dengan sangat dekat dengan hiu ini, bahkan menyentuhnya langsung tanpa takut diserang oleh sang raksasa lautan. Hiu ini cenderung jinak dan akan tetap berenang dengan tenang di sekitar penyelam, memberikan pemandangan yang spektakuler bagi para penyelam yang melihatnya secara langsung. Hal ini dimanfaatkan oleh operator selam untuk menawarkan paket menyelam bersama hiu paus di beberapa lokasi favorit satwa raksasa ini, seperti di Pantai Cendrawasih, Papua. Bagi Anda yang tidak bisa menyelam, Anda juga bisa melihat satwa ini dari atas kapal sewaan, seperti yang sering ditawarkan di Pantai Pasir Putih, Situbondo, Jawa Timur, pada musim-musim tertentu.

hiu paus sang raksasa yang ramah

hiu paus sang raksasa yang ramah

Sayangnya, tidak semua orang menghormati keindahan raksasa lautan berbintik putih ini. Perburuan hiu paus masih dilakukan di beberapa wilayah di dunia, meskipun beberapa negara telah melarang hal tersebut. Hal ini menyebabkan populasi hiu semakin menurun, dan statusnya pun dinaikan menjadi rentan (Vulnurable) oleh IUCN pada tahun 2005. Untungnya, industri wisata yang mengandalkan keberadaan si hiu paus membuat masyarakat sadar bahwa hiu ini jauh lebih berharga ketika hidup bebas di alam dibandingkan ketika dalam keadaan mati akibat perburuan. Hal ini memberi masa depan yang cerah bagi si hiu paus ini untuk tetap menjadi raksasa yang ramah di birunya lautan tropis Indonesia.

 

Panji Gusti Akbar