Mengapa Hewan tidak mau Makan

PecintaSatwa.com – Bagaimana keadaan si manis, si catty, si blacky, dan si browny hari ini? sehat-sehat saja? Tetap ceria, atau sedang murung dilanda cinta??. Setiap hari, ada saja tingkah lucunya yang menggemaskan, membuat kita tersenyum, sehingga kita begitu menyayanginya. Hal yang menyedihkan ketika melihat hewan kesayangan kita mogok makan, piring pakannya utuh tak disentuh, ada apakah dengannya? Berbahayakah? Apa yang harus kita lakukan? (Baca: 4 Latihan Dasar Kucing dengan Metode Sederhana)

Hewan peliharaan khususnya anjing dan kucing yang sehat, nafsu makannya akan stabil, jika Anda memberinya makanan tepat waktu dengan jumlah yang sama. Ketika jam makannya tiba, ia akan “menagih” pada Anda dan menikmatinya dengan lahap. Waspadai jika dia ternyata tidak menyentuh pakannya sedikitpun, padahal biasanya si manis sangat bersemangat. Tapi sebelum Anda curiga bahwa kucing Anda sakit, perlu diketahui kondisi-kondisi tertentu, dimana hewan kesayangan hanya mau makan sedikit atau tidak menyentuh makanannya sama sekali,

  • Berganti jenis pakan secara tiba-tiba. dari satu merk ke merk lain, dari jenis pakan basah ke pakan kering. Umumnya, hewan kesayangan tidak menyukai perubahan jenis pakan secara drastis, terlebih jika pakan sebelumnya adalah favoritnya. Jika Anda ingin mengganti jenis/merk pakan anjing/kucing Anda, ada baiknya Anda melakukan beberapa tahapan ganti pakan, dengan cara mencampur pakan lama dengan pakan baru, dengan prosentase bertingkat, 75% lama + 25 % baru (3 hari) – 50%lama+50%baru (3hari) – 25%baru+50%lama (3hari) – 100%pakan baru.
  • Birahi / Estrus / Lups / Heat. Tidak jauh dengan kita, si catty jika sedang kasmaran pasti tak enak makan, lebih sering melamun, gelisah, mondar-mondar menanti sang pujaan hati. Dalam keadaan birahi, hewan biasanya hanya makan sedikit, dan hanya berselang beberapa hari, namun jika Anda mengetahui hewan kesayangan Anda teramat sedikit makannya atau lebih dari 3 hari kurang bernafsu makan, Anda dapat menyuapkan pakan menggunakan spuit, sebagai tambahan agar kesehatannya terjaga. ( Simak: Memahami Kucing dan Karakternya sebagai Peliharaan)
  • Terlalu kenyang. Sering kali kucing dan anjing kita meminta makanan pada semua orang dirumah, meski sudah diberi makan dengan porsi normal. Terlebih jika wajahnya yang berbinar-binar ketika merayu kita, siapa yang tega? Akhirnya hampir semua orang dirumah memberinya makan hingga di blacky kekenyangan. Karena itu sebelum Anda menganggap hewan kesayangan Anda sakit karena tidak mau makan, coba bertanya kepada anggota keluarga lainnya terlebih dahulu, adakah yang melihatnya makan hari ini, jika tak satu pun melihat ia makan seharian, Anda patut curiga dengan kemungkinan yang lain.
  • Makanan berbahaya. Secara naluriah, hewan kesayangan khususnya kucing memiliki insting terhadap makanan beracun. Ia akan menolak diberi pakan yang berbahaya untuknya, biasanya yang berpengawet. Contohnya: kucing yang setiap hari diberi makan ikan asin, pindang, atau ikan segar, akan menolak ikan tersebut jika ikan tersebut mengandung formalin atau borax. Itulah salah satu keistimewaan instingnya sebagai berkat dari Sang Pencipta.

Perawatan Hewan Peliharaan Tidak mau Makan

Jika hewan kesayangan Anda tidak dalam keadaan tersebut diatas, namun tetap tidak mau makan, tidak bersemangat melihat makanan, terlihat lemas dan sayu. Segera beri pertolongan darurat, dengan menyuapinya dengan air gula baik dengan menggunakan sendok maupun spuit. Setelah itu segeralah berkonsultasi pada dokter hewan pribadi Anda mengenai keadaannya, atau bawa ke klinik hewan terdekat untuk mendapat terapi carian dan perawatan medis lebih lanjut. (Perlu Anda Tau: Parahnya Infeksi Bakteri akibat Cakaran dan Gigitan Kucing)

Jangan menunggu keadaan seperti ini terjadi hingga beberapa hari, baru Anda menghubunngi dokter hewan. semakin cepat penanganan dilakukan, semakin besar kemungkinan recovery nya. Jika Anda menganggapnya hal kecil dan menyepelekannya, kemungkinan kemungkinan buruk lainnya dapat terjadi. Sebagai owner yang menyayangi mereka, kita harus sigap dan waspada, jangan sampai kita menyesal karena terlambat untuk menanganinya.

Salam hangat untuk anjing dan kucing di rumah, semoga sehat selalu..

 

Tri Bhawono Dadi, drh., M.Vet.