Hewan Obesitas

PecintaSatwa.com – Anjing dan kucing gemuk memang sangat lucu sekali. Badannya bulat seperti bantal berlapis bulu lembut, selalu membuat “ibu-ibu” melting, membelai dan mengecupnya, juga memberinya snack hewan yang lezat, kemudian semakin gemuk lah anjing kucing itu…

Lalu, badan gemuk pada hewan kesayangan berarti dia sehat?

Kasus obesitas (kegemukan) sangat sering terjadi pada accompanion animal. Di Amerika saja angkanya sudah mencapai 50%, kemungkinan di Indonesia juga tidak jauh dari perkiraan tersebut, jumlah itu akan terus meningkat dengan semakin tingginya tingkat ekonomi sosial penduduk serta banyaknya masyarakat yang mulai mengadopsi hewan sebagai anggota keluarga.

Baca: Keadaan Darurat pada Anjing

Penanganan Hewan Obesitas

Sama seperti manusia, kelebihan berat badan dan obesitas pada hewan beresiko tinggi memperbesar kemungkinan terjadinya penyakit, seperti diabetes, penyakit kardiovaskular, masalah pernafasan juga gangguan pada sistem persendian. Sebagai anggota keluarga, anjing dan kucing obesitas perlu mendapatkan perhatian khusus dari owner nya agar tidak semakin menjadi, hingga mengarah ke masalah kesehatan. Apa yang bisa dilakukan pemilik hewan?

Perhatikan jumlah konsumsi pakannya setiap hari

kucing obesitas

kucing obesitas

Banyaknya pakan yang dikonsumsi oleh anjing atau kucing dirumah agaknya lebih sulit diperhitungankan, terlebih jika anda tinggal bersama keluarga. Selain pakan yang anda beri pada pagi, siang, dan malam hari, biasanya anggota keluarga lain juga ikut memberinya pakan di sela-sela jam pakannya sebagai camilan. Oleh karena itu, untuk dapat mengira-ngira jumlah konsumsi harian kucing/anjing, dapat dilakukan dengan hanya memberi pakan komersial saja, dapat bentuk basah maupun kering. Selanjutnya anda tinggal menghitung dalam 7 hari, berapa gram pakan yang telah dikonsumsi oleh peliharaan anda, kemudian dibagi 7. Perhitungan ini dapat akurat apabila semua anggota keluarga bekerja sama dengan baik, tidak memberi hewan kesayangan pakan selain yang anda sediakan.

Baca pula: Pakan Buatan Sendiri untuk Hewan Kesayangan

Konsultasikan dengan Dokter Hewan

Dokter hewan akan melakukan pemeriksaan secara umum pada anjing/kucing anda, kemudian performa tubuhnya akan diukur berdasarkan skala body condition scoring, untuk mengkategorikan kondisi hewan anda, apakah berat badannya sedang, kelebihan, atau obesitas. Kemudian berdasarkan umur dan berat badan, dokter hewan akan menghitung kebutuhan nutrisi harian peliharaan anda, sehingga di rumah dapat anda konversikan sendiri berapa gram pakan per hari yang boleh dikonsumsi anjing/kucing. Selain itu, dapat pula dilakukan pemeriksaan laboratorium untuk mengetahui fungsi normal organ dalam dan resiko penyakit yang kemungkinan dapat timbul karena obesitas.

Program Diet

Mau tak mau, untuk menjaga kesehatan tubuh hewan peliharaan yang kegemukan, anda harus menerapkan program diet untuknya, akan tetapi program tersebut sebaiknya dibuat dengan memperhatikan prinsip animal welfare, rasional dan tidak menyengsarakan anjing/kucing anda, sebab program ini akan dilakukan dalam kurun waktu yang cukup panjang. Baik anda maupun hewan kesayangan anda harus sabar dan have fun.

Prinsip program diet sebenarnya cukup sederhana, jumlah kalori yang dimakan harus sama atau lebih sedikit dari yang dibakar. Jangan malas untuk exercise setiap hari, ajak peliharaan anda jalan-jalan ke taman lebih sering, jangan lupa selalu membawa air minum, karena hewan gemuk cenderung lebih cepat lelah dan kehausan saat jalan pagi.

Simak: Anjing Dobermann

Meskipun sedang dalam program pengurangan berat badan, jangan coba-coba menerapkan diet vegetarian untuk  anjing/kucing anda. Pada dasarnya jenis feline maupun canine membutuhkan protein hewani setiap hari, lebih-lebih pada bangsa kucing yang merupakan karnivora obligat. Apabila kebutuhan tersebut tidak terpenuhi, penurunan berat badan yang dihasilkan kemungkinan besar akan disertai dengan penurunan kondisi tubuh. Ingatlah kembali program diet yang anda buat untuk hewan kesayangan, anda lakukan karena rasa cinta pada mereka, jadi pastikan kebutuhan mereka terpenuhi tanpa berlebihan. (Rind)

 

Herinda Pertiwi, drh., M.Si.
Editor in Chief at Pecinta Satwa [dot]com
Alumni Dokter Hewan UNAIR (2013), Master of Science UNAIR (2016) specific on Veterinary Reproduction, Large Animal Clinician, Pet Lover, dan Researcher Focus on Reproduction Nutrition.