Gejala Exercise Intolerance dan Lethargy

PecintaSatwa.com – Anda pasti bingung apabila anjing anda yang biasanya energik, ceria, dan ramai tiba-tiba terlihat lesu di pagi hari, juga kucing anda jika tampak tidak bergairah, mengabaikan mainannya. Hewan kesayangan anda menjadi lemah, lebih banyak tidur atau rebah, tidak bersemangat. Dalam dunia kedokteran hewan, perilaku (behaviour) diatas biasa disebut sebagai gejala exercise intolerance dan lethargy. Hal tersebut dapat terjadi pada anjing dan kucing.

Simak: 7 Tanda Hewan Sehat – Owner Wajib Tau

Dilihat sepintas, exercise intolerance dan lethargy sangat mirip, akan tetapi dokter hewan tetap membedakan keduanya berdasarkan gejala klinis yang spesifik. Dua keadaan terebut terjadi secara tiba-tiba, oleh karena itu apabila anda menjumpai hewan kesayangan anda tiba-tiba lemah tidak bergairah sedangkan di hari sebelumnya dia nampak sehat dan ceria, segera konsultasikan dengan dokter hewan pribadi anda. lethargy dan exercise intolerance sering kali merupakan alarm alami yang dimiliki hewan dengan indikasi adanya ketidak stabilan kesehatan, seperti adanya penyakit diabetes, alergi, peradangan saluran pencernaan, masalah pada jantung dan sirkulasi darah, serta banyak yang lainnya.

Penyebab exercise intolerance dan lethargy

Pada hewan muda, exercise intolarance dan lethargy yang serius bisa disebabkan karena penyakit-penyakit infeksius seperti panleukopenia, FeLV, parvovirus, dan FIV. Gejala tersebut dapat pula disertai dengan demam, malnutrisi, anemia dan pneumonia. Adanya infestasi parasit pada tubuh hewan seperti cacing, protozoa, dan ektoparasit juga dapat menyebabkan exercise intolerance dan lethargy, karena infestasi parasit menginisiasi terjadinya anemia.

kucing lethargy

kucing lethargy

Pada hewan dewasa, lethargy dan exercise intolerance dapat disebabkan karena kelebihan berat badan, kanker, radang tulang, infeksi, canine hypotiroidism, diabetes, penyakit jantung dan adanya nyeri baik pada gigi, tulang, maupun organ lain.

Turunnya jumlah sel darah merah dalam sirkulasi (anemia) akan menganggu metabolisme tubuh karena transport oksigen keseluruh organ tidak optimal. Terhambatnya distribusi oksigen dalam tubuh juga dapat disebabkan karena penyakit jantung, oleh sebab itulah hewan yang mengalami anemia dan penyakit jantung akan menjadi exercise intolerance.

Rendahnya kadar oksigen dalam darah juga dapat disebabkan ketidakmampuan tubuh menghirup udara dari luar dan mengalirkannya dalam darah. Hal ini dapat disebabkan karena paru-paru tidak bekerja dengan baik, sebagai akibat dari penyakit pneumonia, kanker, asma, atau emfisema. Selain itu, gangguan pada saluran pernafasan bagian atas juga berpengaruh, terutama jika terjadi kolaps pada trakea, kelumpuhan laring, dan adanya infeksi atau kanker.

Baca juga: Hewan Kesayangan tidak Mau Makan, Normal atau Sakit??

Gangguan sistem hormonal seperti hypotiroidism memiliki manifestasi klinis berupa keletihan, dan malas untuk exercise. Selain itu obesitas atau kelebihan berat badan dapat pula menyebabkan hewan menjadi lethargy dan exercise intolarance.

Diagnosa dan Penanganan exercise intolerance dan lethargy

Diagnosa penyabab lethargy dan exercise intolerance baru dapat anda ketahui setelah memeriksakan hewan kesayangan anda tersebut ke dokter hewan. Tenaga medis veteriner akan melakukan serangkaian pemeriksaan, diawali dengan anamnesa atau perunutan histori gejala dengan pemilik, dilanjutkan dengan pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan laboratoris. ECG dan pemeriksaan radiologis seperti X-rays dan USG kemungkinan akan dilakukan jika diperlukan.

Semua hewan yang mengalami lethargy maupun execise intolerance harus segera dibawa ke dokter hewan, namun sebelumnya, saat masih d rumah anda dapat melakukan beberapa hal berikut ini:

  1. Buat hewan anda senyaman mungkin di rumah, berikan alas untuk duduk berupa kain lembut dan empuk, untuk kucing sediakan tempat tertutup berupa box karena kucing akan merasa nyaman berada ditempat tertutup.
  2. Cek tempratur secara berkala apa bila anda menemui hewan anda dalam kondisi lethargy karena pada kondisi tersebut merupakan masa inkubasi virus dan bakteri. Lakukanlah minimal 1-2 jam sekali. Temperatur normal kucing dan anjing antara 37.5-39.5 C, apabila terjadi kenaikan segera bawa ke dokter hewan

Simak pula: Penanganan Kejang pada Anjing dan Kucing

Perhatikan gejala lain yang timbul, apabila virus mupun bakteri sudah berkembang didalam tubuh akan menimbulkan gejala spesifik sesuai penyebabnya seperti hilangnya nafsu makan, rasa sakit dan lain sebagainya. Lethargy maupu exercise intolerance merupakan indikasi awal hewan sedang dalam kondisi tidak enak badan oleh karena itu jangan anggap enteng apabila anda menemui gejala tersebut pada hewan kesayangan di rumah, selalu perhatikan perubahan yang terjadi untuk mencegah memburuknya kondisi tubuh. Mari kita rawat hewan kita sebaik mungkin. (Rindbhaw)

Tri Bhawono Dadi, drh., M.Vet.