Gejala Gangguan Lambung pada Kucing

PecintaSatwa.com – Gangguan lambung pada kucing biasanya mengakibatkan kucing muntah, kehilangan nafsu makan, tidak bersemangat dan lebih banyak rebah. Gangguan lambung dapat bersifat akut atau kronis, hal ini dapat terjadi pada semua breed kucing, dan berbagai umur. Bagi kucing yang tidak memiliki riwayat mudah muntah, tiba-tiba mengalami penurunan nafsu makan bahkan hingga muntah, kemungkinan dapat disebabkan beberapa hal berikut ini, seperti pergantian jenis pakan tiba-tiba, hairballs, abdominal obstruction (disebabkan karena kucing menelan benda asing), efek samping obat-obatan tertentu, keracunan, dan penyakit (infeksi bakteri, virus, infestasi parasit dan pankreatitis).

Sedangkan pada kucing yang sering mengalami muntah dalam waktu yang lama disertai dengan nafsu makan yang kurang baik, bisa jadi disebabkan oleh beberapa penyakit berikut ini: inflammantory bowel disease,  kanker, infeksi bakteri/jamur, penyakit metabolik (hipertiroid, gagal ginjal, gagal liver), dan kelainan motilitas organ pencernaan. (Info: Beberapa hal yang harus dihindari Kucing kesayangan)

Penanganan Gangguan Lambung pada Kucing

kucing yang lemas

kucing yang lemas

Kucing yang mengalami gangguan lambung, lebih suka bersembunyi atau mencari tempat istirahat yang nyaman dan sepi, karena ia merasakan ketidaknyamanan pada perutnya, stress, dan lemas. Apabila kucing Anda terlihat tidak menyentuh makanannya selama satu hari, segera konsultasikan kondisi ini pada dokter hewan pribadi Anda. Karena tubuhnya membutuhkan asupan nutrisi untuk bertahan hidup dan melakukan proses penyembuhan.

Kucing yang datang ke klinik hewan dengan keluhan gangguan lambung dan tidak mau makan selama satu hari biasanya mengalami dehidrasi. Dokter hewan akan memberinya terapi cairan sebagai support kondisi awal, dan melakukan pemeriksaan kesehatan secara general. Setelah itu akan dilakukan pemeriksaan lebih lanjut seperti pemeriksaan darah dan urin, x-ray, atau USG untuk mendiagnosis penyebab dan tingkat keparahan gangguan lambung yang diderita oleh kucing.

Penanganan penyakit yang dilakukan dokter hewan akan didasarkan pada penyebabnya, dapat berupa obat-obatan selama beberapa hari  untuk kasus akut yang ringan seperti pergantian pakan atau stress, hingga terapi bedah jika terdapat gangguan organ atau adanya benda asing berbahaya dalam saluran pencernaan kucing (corpora aliena). Terapi supportive  sangat penting dilakukan sebelum terapi lanjutan, apabila kucing Anda benar-benar tidak mau menyentuh makannya, ada baiknya Anda tetap menyuapinya dan memberinya minum dengan menggunakan spuit untuk menghindarai dehidrasi, karena dehidrasi dapat memperburuk keadaan secara drastis akibat shock pada sirkulasi darahnya. Lebih disarankan untuk kepada dokter hewan sebelum memberi kucing obat-obatan atau mengganti pakannya. (Baca pula: Alergi makanan pada anjing dan kucing)

Untuk meminimalisir terjadinya gangguan lambung pada kucing, lakukan pergantian pakan secara perlahan dengan mencampurkan pakan lama dan pakan baru dengan proporsi tertentu, jauhkan kucing Anda dari mainan-mainan kecil yang mungkin tertelan, dan benda-benda tajam berbahaya.  Jika si kucing suka makanan basah atau ikan sebaiknya berikan bagian dagingnya, buang tulang atau durinya. Selain itu, juga lakukan grooming secara teratur terutama bagi kucing longhair untuk mencegah adanya hairballs dalam saluran pencernaannya. (Rind)

 

Herinda Pertiwi, drh., M.Si.
Editor in Chief at Pecinta Satwa [dot]com
Alumni Dokter Hewan UNAIR (2013), Master of Science UNAIR (2016) specific on Veterinary Reproduction, Large Animal Clinician, Pet Lover, dan Researcher Focus on Reproduction Nutrition.