Teknologi Pengolahan Pakan dengan Metode Bioproses Fermentasi

PecintaSatwa.com – Dibaca sepintas, seperti nama produk paten mineral, vitamin atau konsentrat, tapi tenang saja.. artikel ini bukan iklan suatu produk tertentu, bukan pula promosi obat-obatan sintetis untuk stimulasi produksi… artikel sederhana ini akan membahas tentang teknologi pengolahan pakan dengan metode bioproses fermentasi berbahan baku ampas produksi tepung tapioca (onggok), Cassapro.

Baca juga: Beberapa Hal agar Produksi Susu Sapi Maksimal

Membuat Cassapro tidaklah terlalu rumit. Pakan ini diproses dengan bahan baku onggok difermentasikan dengan kapang Aspergillus niger, dengan tujuan untuk meningkatkan nilai nutrisi yang terkandung di dalam onggok. Saat ini Cassapro mulai banyak digunakan oleh peternak sapi perah untuk meningkatkan produksi ternaknya. Tidak tanggung-tanggung, rata-rata ternak yang diberi 1 kg Cassapro dalam konsentratnya dapat meningkat produksi susunya hingga lebih dari 3 L / hari. Anda tertarik?

Cara Memproduksi CASSAPRO Pendongkrak Produksi Susu Sapi

onggok

onggok

Cassapro diproduksi dengan mencampurkan onggok kering dengan mineral dan inokulum Aspergillus niger, kemudian difermentasi padat dalam suhu ruang selama 3-5 hari sebagaimana prosedur yang dijelaskan oleh Kompiang dkk (1993). Setelah matang, Cassapro diberikan pada ternak secara rutin 1 kg/hari bersama sejumlah konsentrat dan jerami padi ad libitum.

Bioproses fermentasi menggunakan Aspergillus niger  dapat meningkatkan kadar protein, yang semula dalam onggok hanya sekitar 2,19% menjadi 14,12%, peningkatan yang fantastis bukan??!!, hal ini terjadi karena penambahan Nitrogen organik/mineral yang dicampurkan dalam pembuatan Cassapro dapat meningkatkan aktifitas kapang tersebut, selain itu Aspergillus niger akan terus berkembang bertambah banyak selama proses fermentasi memanfaatkan urea dan Za untuk membentuk asam amino melalui serangkaian proses kimia di dalam rumen sapi. Proses fermentasi ini juga dapat meningkatkan kandungan energi, lemak, kalsium, dan fosfor serta menurunkan kadar serat kasar onggok.

Simak: Sapi Kembung – Bagaimana mengatasinya ??

Sebagaimana dilaporkan oleh Gunawan dkk (2000), peneliti dari Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Lembang, sejak minggu pertama pemberian cassapro pada ternak, pakan ini dapat meningkatkan produksi susu 2-4 L/hari dengan rataan 3,02 L/hari. Peningkatan produksi ini diduga terjadi selain karena meningkatnya kandungan protein dalam pakan, juga terjadi peningkatan nilai kecernaan protein, karena proses fermentasi tersebut dihasilkan enzim-enzim tertentu yang dapat membantu proses pencernaan. Aspergillus niger dapat memproduksi enzim amylase, selurose, protease, dan phitase.

Menstabilkan Produksi Susu

biakan aspergilus niger

biakan aspergilus niger

Cassapro juga terbukti dapat menstabilkan produksi susu pada masa akhir laktasi atau mendekati masa kering, hal ini dikhawatirkan dapat menyebabkan mastitis pada sapi dan hypocalcemy akibat produksi susu yang tinggi saat bunting tua, karena itu disarankan untuk mengurangi penggunaan Cassapro dan konsentrat secara bertahap apabila sapi akan memasuki masa kering.

Baca: Apa saja sih BOOSTER untuk Produksi Susu Sapi ?

Bioproduk Cassapro dapat dijadikan alternatif bagi para peternak sapi perah dan dairy industry untuk meningkatkan angka produksinya, karena proses pembuatan Cassapro yang sangat murah dapat menghasilkan susu sapi yang lebih banyak dengan harga jauh diatas biaya produksi Cassapro per kilogram. Selamat mencoba..!! (Rind)

Herinda Pertiwi, drh., M.Si.
Editor in Chief at Pecinta Satwa [dot]com
Alumni Dokter Hewan UNAIR (2013), Master of Science UNAIR (2016) specific on Veterinary Reproduction, Large Animal Clinician, Pet Lover, dan Researcher Focus on Reproduction Nutrition.