Tips Mengundang Burung-burung ke Rumah Kita

Burung betet biasa

Burung betet biasa

Di Indonesia, budaya memelihara burung dalam sangkar sudah menjadi hal yang sangat umum di masyarakat. Merdunya kicau burung selalu menjadi pelengkap yang indah bagi suasana rumah impian, mengundang banyak orang untuk menghadirkan burung di kediaman masing-masing. Sayangnya, sebagian besar burung-burung tersebut merupakan hasil tangkapan liar, sehingga populasinya di alam pun semakin berkurang. Burung-burung peliharaan yang dulu umum ditemukan di alam seperti Gelatik Jawa (Padda oryzivora) kini semakin jarang terlihat, sebagian besar akibat ulah para pemburu yang menjual burung-burung tersebut ke kolektor. Lantas, apakah ada cara lain untuk menghadirkan kicauan burung-burung tersebut ke halaman rumah tanpa harus mengganggu populasinya di alam?

Jawaban dari pertanyaan ini sebenarnya adalah perubahan mendasar pada mindet dan perilaku kita. Cara ini sudah dipraktekan oleh sebagian besar masyarakat dari negara maju di Eropa dan Amerika. Masyarakat di negara-negara tersebut juga suka dengan kehadiran suara dan tingkah laku burung di halaman rumah mereka—bedanya, mereka tidak menghadirkan burung-burung tersebut secara paksa di dalam sangkar, namun dengan ‘mengundangnya’ ke perkarangan mereka masing-masing. Hal ini bukan saja membuat mereka dapat menikmati keberadaan burung liar di rumah, tapi juga memberi sedikit habitat tambahan bagi burung-burung yang semakin tergusur oleh laju urbanisasi manusia.

Cara Menghadirkan Kicauan Burung ke Halaman Rumah

bird feeder

bird feeder

Nah, bagi Anda yang ingin menikmati kehadiran burung di rumah tanpa harus mengurung mereka, ini dia beberapa tips yang bisa Anda lakukan untuk mengundang mereka ke halaman belakang:

  1. Mengenal Jenis Burung di Sekitar Rumah

Tak kenal, maka tak sayang. Ya, sebelum mengundang tamu-tamu bersayap ini ke halaman rumah, ada baiknya Anda mengetahui jenis-jenis dan karakter burung yang ada di sekitar rumah. Bila Anda tinggal di daerah perkotaan yang padat, Anda mungkin akan beranggapan tidak akan ada burung bagus yang singgah di halaman rumah. Ini tidak sepenuhnya benar, mungkin Anda hanya kurang teliti dalam mengamati jenis-jenis burung di sekitar rumah. Di kota Jakarta yang sangat padat, misalnya, masih bisa dijumpai jenis-jenis cantik seperti Betet Biasa (Psittacula alexandri) dan Kepudang Kuduk Hitam (Oriolus chinensis)—keduanya bisa diundang ke halaman rumah dengan teknik khusus. Cobalah bertanya pada komunitas pengamat burung di kota Anda untuk mendapatkan informasi lengkap tentang burung di daerah rumah.

  1. Menanam Tanaman yang Tepat
buah talok

buah talok

Ada 3 unsur utama yang harus dipenuhi sebuah lingkungan agar burung mau datang ke lokasi tersebut: air, makanan, dan perlindungan. Dua dari kebutuhan tersebut—makanan dan perlindungan—bisa disediakan oleh tanaman yang Anda tanam di halaman rumah, sehingga akan menarik perhatian burung-burung liar untuk singgah di tempat tersebut. Beberapa pohon yang disukai burung antara lain Talok atau Ceri (Muntinga calabura) dan Beringin (Ficus sp), atau jenis-jenis pohon lain dengan buah yang kecil dan lembut. Burung-burung seperti Kutilang (Pynonotus aurigaster), Merbah Cerukcuk atau Trotokan (P. goaivier), Cabai Jawa (Diaceum trochilleum) dan Burung-madu Sriganti (Nectarinia jugularis) sangat menyukai buah yang dihasilkan oleh pohon-pohon tersebut.

Nah, sebagai tempat perlindungan, Anda bisa menanam berbagai macam semak di batas-batas halaman rumah Anda. Hal ini berfungsi dalam memberi rasa nyaman dan aman bagi si burung, sehingga mereka bisa lari bersembunyi ketika merasakan ada bahaya mendekat. Berbagai jenis tanaman semak berbunga juga bisa menjadi pilihan yang bagus, baik sebagai tempat bersembunyi burung maupun sebagai tambahan makanan bagi burung-burung tersebut.

  1. Menambahkan Bird Feeder, Bird Bath dan nest box

Meskipun sudah ada makanan alami, terkadang kita juga perlu menambahkan makanan tambahan untuk memancing jenis-jenis tertentu datang ke halaman kita. Anda cukup menaruh biji-bijian di atas nampan pendek yang ditaruh di atas tiang/digantung di bawah pohon, dan beberapa jenis burung pemakan biji seperti Burung Gereja (Passer montanus) dan Bondol (Lonchurra spp) akan datang dengan sendirinya. Potongan buah seperti pisang dan pepaya juga bisa mengundang burung-burung pemakan buah seperti Kutilang, Kerak Kerbau (Acridotheres javanicus) dan Kepodang, namun mereka cenderung sensitif dan agak sulit ‘disogok’ dengan makanan gratis.

sarang buatan (nest box)

sarang buatan (nest box)

Sama seperti bird feeder, tempat mandi burung (bird bath) dan sarang buatan (nest box) juga bisa menjadi ‘sogokan’ yang bagus bagi para burung liar di sekitar rumah. Cukup dengan nampan berisi air, Anda bisa membuat bird bath sederhana yang mampu mengundang burung untuk mandi dan membersihkan bulu-bulunya yang kotor di sore hari. Anda juga bisa membeli nestbox di toko-toko burung dan menggantungnya di pohon yang tinggi untuk mengundang burung-burung yang bersarang di dalam lubang, seperti Kerak Kerbau, Betet Biasa, dan Gelatik-batu Kelabu (Parus major).

  1. Catat!

Salah satu alasan kenapa orang-orang di luar negeri sangat menggandrungi kegiatan backyard birding adalah adanya kepuasaan ketika mereka mendapati jenis burung aneh, cantik atau langka di halaman belakang mereka. Mereka biasa mencatat jenis-jenis burung apa saja yang datang ke halaman rumah masing-masing, membuat daftar panjang dengan foto sebagai bukti kesuksesan mereka dalam mengundang burung ke halaman rumah. Anda juga bisa melakukan hal ini untuk menambah kepuasan atau sekadar mengevaluasi seberapa ampuh undangan yang Anda lakukan ke burung-burung di sekitar rumah. Anda bisa membeli buku panduan mengamati burung untuk mengidentifikasi jenis-jenis burung yang datang ke rumah, kemudian mencatatnya atau mengabadikannya dengan kamera.

Jika Cara Mendatangkan Burung Belum Berhasil, Apa yang harus anda lakukan

Nah, jika semua hal diatas telah Anda lakukan namun belum ada satupun burung yang datang, apa yang harus dilakukan? Hal pertama yang harus Anda lakukan adalah bersabar, karena burung perlu waktu untuk mengenali habitat baru yang baru saja Anda buat. Cobalah untuk meminimalisir gangguan di halaman rumah agar burung bisa leluasa mengenal rumah Anda lebih baik, setidaknya sampai mereka merasa lebih nyaman untuk datang setiap hari. Bila burung tak  kunjung datang, cobalah mengotak-atik lagi formula taman Anda agar benar-benar cocok bagi burung-burung yang berkunjung. Jika semuanya lancar, Anda bisa menikmati suara burung yang indah setiap hari—tanpa harus menculiknya dari habitat aslinya di alam.

 

Panji Gusti Akbar