Perilaku Anjing dari Ekspresi Tubuhnya

“Guk… guk… guk….!!!!”

“Woi  Bro!!… anjing loe ngejar-ngejar gue…!”

“Gue takut mati setengah, eh setengah mati jauhin dari gue!”

Pernah anda mengalami kejadian seperti ini saat berkunjung ke rumah kerabat atau mengalami yang ini “andy anjing loe galak banget dari tadi ngegongong terus” berarti anda 100% bukan dog people dan anda normal tapi bukan jadi hambatan untuk menjadi dog people. First lesson dogs are barking, no matter they happy or angry because they are dog. Ya yang namanya anjing pasti mengongong kafilah berlalu, ups jadi peribahasa. Anyway anjing punya bahasa yang bisa menggambarkan apa yang sedang mereka rasakan dan inginkan. Lalu bagaimana cara membedakan si doggie lagi ngambek, marah, takut, waspada dan lain-lain, mari kita sedikit bahasa anjing melalui ekspresi tubuhnya:

  1. Relaks

 

Anjing pose relaks

Anjing pose relaks

Ekor relaks ke bawah, telinga naik, kepala berada posisi tinggi dan menghadap depan, mulut terbuka serta lidah menjulur keluar, dan posisi kaki lurus tidak tegang. Pada posisi ini anjing sedang relaks dan bisa didekati oleh siapapun.

  1. Waspada

 

Anjing pose waspada

Anjing pose waspada

Berhati-hatilah pada posisi berikut : ekor horizontal kebelakang disertai gerakan kecil ekor dengan frekuensi rendah, telinga maju kedepan, mata terbuka lebar, mulut menutup, dan postur condong kedepan disertai otot tegang. Jika anda menemui anjing seperti ini jangan sekali-sekali menatap matanya dan mendekat, apa lagi jika anda merupakan orang asing bagi anjing. Kondisi tersebut anjing sedang pada posisi waspada, untuk mengidentifikasi situasi untuk menentukan ada ancaman atau tidak, jika merasa terancam maka anjing bisa bertindak agresif. Berhati-hatilah pada anjing yang sedang dalam sikap waspada jika anda di anggap sebagai ancaman anjing bisa menyerang anda.

  1. Dominan agresif

 

Anjing pose dominan agresif

Anjing pose dominan agresif

Mata serta hidung menyeringai, mulut terbuka dan membentuk “C” menampakan semua giginya disertai gongongan dan geraman, kaki kaku diikuti postur tubuh condong kedepan, telinga maju kedepan membentuk sudut v, bulu tampak berdiri, ekor kaku keatas. Pada posisi tersebut anjing sedang agresif yang disebabkan adanya ancaman baik dari manusia atau anjing di luar kawanan masuk kedalam teritorinya. Jika anda sedang berkunjung ke rumah kerabat anda dan menemui anjingnya sedang dalam kondisi tersebut tetaplah relaks dan jangan masuk sebelum pemilik rumah menyapa anda dan membukakan pintu, karena anda sudah dianggap sebagai ancaman. Agresifitas anjing bisa dipengaruhi aktivitas bermain dan bertemu manusia maupun anjing lain yang sangat jarang sehingga anjing tersebut menjadi individual atau istilah kerennya kuper. Kalau sudah begitu anjing jadi sering curiga dan menganggap orang asing sebagai ancaman.

Baca: Waspadai Demodekosis – Parasit pada Anjing

  1. Takut

 

Anjing pose takut

Anjing pose takut

Badan menunduk, pupil lebar, bulu naik, telinga kebelakang, hidung mengerut, bibir sedikit melengkung, ekor masuk kedalam. Jika sudah begini hati-hati, posisi tersebut menunjukan anjing takut tetapi masih bisa menyerang. Berbeda dengan anjing agresif, serangan anjing takut sulit terdeteksi karena selain kondisi diatas anjing biasanya diam serta menunjukan ekspresi datar. Banyak orang mengira dengan langsung membelai anjing akan sedikit menenangkan padahal saking takutnya niat baik kita dianggap serangan oleh anjing sehingga anjing bisa beraksi dengan menggigit secara tiba-tiba. Selain itu harap hati-hati jika menemui gesture anjing ketakutan di jalan terutama di daerah yang belum bebas rabies, jangan sekali-sekali mendekati anjing tersebut karena bisa jadi anjing tersebut terinfeksi virus rabies.

  1. Stress dan tertekan

 

Anjing pose stress dan tertekan

Anjing pose stress dan tertekan

Ekor turun kebawah tetapi tidak masuk ke perut, badan sedikit kebawah, telinga kebelakang, pupil dilatasi, nafas teregah engah disertai ujung hidung bergerak kebelakang, kaki berkeringat. Ya saya menamakan gesture tersebut dengan “meet the vet” karena takut disuntik oleh dokter hewan, lebih tepatnya disebabkan oleh trauma yang mendalam dan tidak hanya pernah disuntik tetapi bisa disebabkan oleh hal lain seperti anjing tersebut bukan jantan dominan sehingga cukup tertekan ketika masuk kedalam kelompok, pernah dipukul manusia (sering terjadi pada anjing rescue), phobia dan lain-lain. Hampir sama dengan anjing yang takut, pada anjing tertekan bisa menyerang secara tiba-tiba namun umumnya lebih kalem dan cenderung diam saat coba untuk didekati maupun dipegang.

Simak: Mengapa Pyometra terjadi pada Hewan Kesayangan Anda

  1. Takut dan cemas

 

Anjing pose takut cemas

Anjing pose takut cemas

Badan rendah, ekor sedikit mengibas, telinga kebelakang, kontak mata tidak langsung dan sedikit melirik, lidah menjilat hidung, kaki depan diangkat. Gesture tersebut menunjukan anjing sedang takut dan cemas. Pada kondisi ini umumnya hewan takut tetapi masih bisa dipegang biasanya terjadi jika anjing bertemu dengan orang baru atau anjing yang lebih dominan maupun yang lebih besar.

  1. Menyerah dan patuh

 

Anjing pose menyerah

Anjing pose menyerah

Berguling kebelakang, perut menghadap udara, ekor menekuk, telinga kebelakang, kepala menoleh ke salah satu sisi, hidung rileks tidak tegang. Gesture ini menunjukan anjing menyerah dan patuh. Mengapa menyerah? Biasanya terjadi pada anjing yang cukup agresif dan mulai bisa dijinakkan oleh pemilik dan pawang. Pada fase ini anjing bisa dipegang dan didekati, sebaiknya juga mulai diajarkan untuk berinteraksi dengan orang lain.

  1. Bermain
Anjing pose bermain

Anjing pose bermain

Ekor naik dan berkibas dengan cepat, kaki depan merendah menunjukan postur menunduk, telinga naik, mulut terbuka disertai lidah menjulur. Gesture yang paling disukai oleh banyak orang, Ya waktunya bermain. Tidak perlu penjelasan lagi ajak main anjing anda sekarang juga.

Baca pula: Beberapa keadaan Darurat pada Anjing

Jadi jangan panik ketika berkunjung kerumah kerabat yang memelihara anjing, pelajari posturnya maka anda akan paham isi hati dari anjing tersebut. Lalu bagaimana cara berkunjung kerumah kerabat yang memiliki anjing dan cara berinterakis dengan anjing. Tunggu artikel selanjutnya… (Bhaw)

 

Tri Bhawono Dadi, drh., M.Vet.