Cara Mengembang-biakkan Kucing

Cara mengawinkan kucingBagi anda yang tertarik untuk mengembang-biakkan kucing ras atau ingin memiliki keturunan dari kucing betina kesayangan dirumah, sebaiknya anda mulai mempelajari seluk beluk tentang perkawinan kucing, sehingga anda mengetahui waktu yang paling tepat untuk mengawinkannya dan apa saja yang harus diperhatikan, karena itu simaklah ulasan berikut:

Sebelum dikawinkan, kita harus memastikan bahwa kucing tersebut sudah dewasa kelamin dan dewasa fisik. Mengawinkan kucing terlalu muda, tentu sangat beresiko, karena selama kebuntingan, kucing membutuhkan ekstra energy dan kapasitas tubuh yang cukup, sehingga jika kucing dikawinkan sebelum dewasa tubuh meski sudah pubertas, akan dapat menyebabkan permasalahan kesehatan selama kebuntingan, saat kelahiran, hingga pasca kelahiran.

Waktu Mengawinkan Kucing

Kucing betina baru siap dikawinkan ketika berumur 18-24 bulan dengan berat berkisar 2-2.5 kg. kucing jantan yang akan digunakan pun lebih baik berumur diatas 18 bulan juga. Pilihlah kucing jantan yang memiliki temperament yang baik, karena personality dan behavior dapat diturunkan kepada anak sebagai sifat genetic.

Persiapan Mengawinkan Kucing

Pastikan kucing anda sudah di vaksin lengkap sebelum dikawinkan. Sedangkan menjelang perkawinan, sebaiknya anda melakukan pemeriksaan kesehatan secara umum dan khusus pada dokter hewan kepercayaan anda.Secara umum, kucing harus dalam keadaan sehat, bebas dari kutu, pinjal, cacing dan ringworm.

Secara khusus, dapat dilakukan dengan pemeriksaan kondisi morforlogi dan fungsi organ tubuh dengan menggunakan x-ray, test darahdanurin. Selain itu, diusahakan badan sicantik tidak terlalu kurus maupun tidak terlalu gemuk, karena dua keadaan tersebut dapat membahayakan kucing selama kebuntingan dan kelahiran.

Siklus birahi saudara jauh raja hutan ini tergolong musiman. Di Negara 4 musim biasanya kucing kawin pada musim panas dan semi. Hal ini wajar, sebagaimana pada kebanyakan hewan, suhu dan panjang waktu siang / malam berpengaruh pada siklus reproduksi.Di Negara tropis seperti Indonesia, kucing dapat birahi 1-2bulan sekali, dengan masa birahi sekitar 7 hari, bisa lebih panjang maupun lebih pendek.

Siklus Birahi pada Kucing

kucing buntingSaat kucing mengalami estrus (birahi), kucing akan cenderung lebih ramai, suka mengeong-ngeong, mondar-mondir di dalam rumah, berusaha keluar rumah mencari pasangan, nafsu makan menurun hingga akan terlihat lebih kurus dan kadang kala lebih agresif dari biasanya.Saat bertemu dengan sang pejantan, baik dijodohkan oleh pemilik maupun kawin alam sendiri, kucing akan melakukan perkawinan selama ±20 detik dengan suara yang sangat berisik selama prosesnya. Selanjutnya kucing betina akan “mandi” atau menjilati tubuhnya selama 1 jam, dan enggan untuk didekati.

Selama satu siklus birahi, kucing betina dapat melakukan beberapakali perkawinan dengan pejantan yang berbeda – beda, sehingga anak yang dihasilkan dapat memiliki karakter fisik yang beragam karena berasal dari induk jantan yang berbeda (super fecundation).

Jika perkawinan berhasil, kucing betina akan melahirkan 63-67 hari kemudian atau sekitar 9 minggu. Pada kucing yang memiliki janin kecil, kebuntingan akan berlangsung lebih lama dan sebaliknya, janin besar akan menyebabkan kucing melahirkan lebih cepat.

Perawatan Kebuntingan/Kehamilan Kucing

Selama bunting, usahakan memberi pakan yang bernutrisi dengan jumlah yang cukup. Biasanya porsi makan kucing akan tetap hingga 6 minggu pertama, setelah itu nafsu makannya akan meningkat dan porsi makan harus juga ditambah minimal 25% dari sebelumnya. Jenis makanan yang diberikan pada kucing bunting harus mengandung cukup kalsium, karena selama kebuntingan fetus kucing akan menyerap kalsium dari darah sang induk, jika kalsium darah kurang maka akan terjadi penyerapan kalsium pada tulang atau organ sang induk. Disamping itu, segala hal yang dapat menyebabkan stress sebaiknya dihindari, seperti perkelahian, kurang nutrisi, suhu ekstrim, atau mandi yang terlalu sering (lebih baik tidak dimandikan selama bunting, cukup  di lap dengan air hangat dan desinfektan), karena stress dapat memicu terjadinya keguguran.

Diagnosa kebuntingan dapat dilakukan mulai 14-15 hari setelah perkawinan dengan menggunakan USG (Ultrasonography), alat ini akan mendeteksi perbesaran rahim sang induk, berikut dengan kondisi fetus di dalamnya. Pada usia kebuntingan 24 hari,dengan USG akan dapat didengar detak jantung fetus. Setelah itu, lebih dari 1 bulan dapat dilakukan pemeriksaan x-ray, jika pemilik ingin mengetahui jumlah janin yang dikandung.

Pemeriksaan kebuntingan yang paling mudah dan dapat dilakukan oleh pemilik adalah dengan meraba halus daerah perut sikucing.Pada umur kebuntingan 1 bulan keatas, akan terasa ambing dan putting agak mengeras dan teraba jelas, juga perut kucing tersebut terlihat membesar simetris kanan dan kiri.

Proses Kelahiran Kucing

Saat mendekati kelahiran, siapkan tempat yang nyaman dan hangat untuk sikucing, seperti kain-kain sejenis handuk.Sebaiknya selama proses kelahiran, kucing ditemani oleh pemilik agar ia merasa nyaman dan tenang, juga apabila terdapat kelainan saat melahirkan pemilik dapat segera menguhubungi atau membawanya kedokter hewan. Setelah melahirkan, kucing akan merawat sediri anaknya, dan menyusuinya hingga berusia 2-4 bulan.

 

Herinda Pertiwi, drh., M.Si.
Editor in Chief at Pecinta Satwa [dot]com
Alumni Dokter Hewan UNAIR (2013), Master of Science UNAIR (2016) specific on Veterinary Reproduction, Large Animal Clinician, Pet Lover, dan Researcher Focus on Reproduction Nutrition.