Sembelit pada Anjing

PecintaSatwa.com  – Kesulitan buang air besar atau sembelit ternyata juga dapat dialami oleh hewan kesayangan kita juga loh.. tidak jauh berbeda dengan yang kita alami, anjing akan merasa sangat tidak nyaman apabila mengalami sembelit. Ada baiknya jika si  Brownie terlihat berkali kali duduk posisi pup di pojok, tapi tak kunjung keluar “material khusus”nya, segera konsultasikan kepada dokter hewan terdekat.

Faktor Sembelit pada Anjing

gambaran radiologi anjing sembelit, tampak penumpukan feses keras dan besar di kolon

gambaran radiologi anjing sembelit, tampak penumpukan feses keras dan besar di kolon

Hambatan devekasi / konstipasi yang dialami oleh hewan peliharaan dapat terjadi karena feses didalam usus besar / kolon terlalu keras dan besar atau jumlahnya terlalu sedikit, hal tersebut dapat disebabkan beberapa faktor berikut:

  1. Asupan makanan anjing hanya mengandung sedikit serat kasar. Apabila anda lebih suka memasak sendiri makanan si doggie, lebih disarankan memberi anjing makanan dengan komposisi beragam. Penuhi kebutuhan energi dengan nasi atau roti, protein dengan daging , ikan atau telur, juga serat dan vitain dari buah dan sayuran. Hindari memberinya pakan tunggal seperti daging saja, selain tidak terpenuhinya kebutuhan nutrisinya, anjing anda rawan mengalami sembelit.
  2. Pakan komersial yang berbentuk dry food juga dapat menyebabkan kontipasi, apabila anjing makan banyak, namun tidak diimbangi cukup minum.
  3. Kurangnya exercise, jangan malas membawa anjing anda untuk exercise diluar terutama jenis-jenis anjing energik seperti golden, labrador, AGJ, dan Husky. Berbagai permasalahan kesehatan dan behaviour bisa dengan mudah terjadi.
  4. Sedang mengkonsumi obat-obatan seperti anti diare, ani alergi, antasida dan suplemen yang mengandung Fe dan barium. Konsultasikan pada dokter hewan pribadi anda sebelum memberi suplemen pada anjing.
  5. Menderita gangguan kesehatan pada saluran pencernaan, contohnya penyakit tumor pada rektum dan oklusi intestinal.
  6. Adanya gangguan keseimbangan sistem hormonal, salah satunya bisa disebabkan mal nutrisi, selain itu dapat pula sebagai efek samping siklus reproduksi fase tertentu.
  7. Stress, dapat berupa stress fisik karena cuaca ekstrem, juga stress behaviour seperti baru ganti pakan, ganti majikan, pindah rumah, atau terdapat anjing baru dalam rumah.
  8. Dehidrasi, baik karena kurang minum, over exercise, sakit maupun cuaca teramat panas.

Saat anda membawanya ke dokter hewan, akan dilakukan pemeriksaan kesehatan secara general termasuk status dehidrasi terhadap anjing anda terlebih dahulu, setelah sebelumnya anda menjelaskan tentang kondisi terakhir pasien, dan makanan atau kegiatan yang dilakukan pasien dalam kurun waktu 24 jam terakhir. Setelah itu, dokter hewan akan melakukan palpasi, untuk mengetahui kondisi usus besar, apakah penuh berisi fese keras atau terdapat kondisi khusus lainnya

Setelah itu dapat dilakukan pemeriksaan radiography seperti x-ray atau USG untuk melihat gambaran usus besar pasien. Apila dalam kolon anjing terdapat feses besar yang keras, maka akan terjadi pembesaran usus besar yang sarat berisi feses. Pemeriksaan lanjutan fungsi organ tubuh melalui tes laboratorium darah atau urin dapat pula dilakukan untuk memperkuat diagnosa.

Mengatasi Sembelit pada Anjing

Pada kasus konstipasi ringan tanpa indikasi gangguan organ dalam, dokter hewan akan memberi terapi berupa detoksifier untuk mencegah terjadinya keracunan akibat penumpukan feses dalam kolon, antibiotik untuk menghindari infeksi sekunder dari bakteri yang berkembang biak dalam feses dan obat-obatan laksatif sebagai pelancar buang air besar. Jangan pernah mencoba memberikan anjing sakit dengan obat-obatan manusia tanpa resep dokter hewan, karena respon bahan obat sangat individual, berbeda spesies dapat menghasilkan pengaruh beragam. Obat-obatan manusia beresiko tidak memberi efek terapi pada anjing, bahkan dapat membahayakan anjing anda.

Baca juga: Tips Perlunya Vaksinasi pada Anjing dan Kucing

Terapi akupuntur dapat pula menjadi alternatif metode pengobatan dokter hewan pada anjing anda. Akupuntur tersebut dilakukan dengan menusuk titik tertentu menggunakan jarum khusus untuk menimbulkan efek terapi melalui menstabilan kondisi holistik pasien. Versi lain dari penusukan jarum akupuntur, bisa digunakan alat laserpunktur, dimana titik-titik meridian tertentu ditembak dengan sinar laser khusus, sehingga timbul reflek tubuh untuk selfhealing.

Guk guk guk.. keep healthy and happy… (Rind)