Masalah Kutu Pada Ular

ular sehat terawatPermasalahan kutu bukan hanya ada pada hewan kesayangan seperti kucing dan anjing saja. Ternyata kutu juga dapat ditemukan pada hewan eksotik seperti ular. Jenis kutu yang terdapat pada ular bermacam – macam, ada kutu yang berbentuk seperti satu titik kecil adapula yang berbentuk besar (caplak). Kutu sulit ditemukan pada ular yang memiliki warna gelap karena bentuknya yang kecil dan warna yang gelap menyulitkan untuk dikenali. Jumlah yang berlebihan pada badan ular akan menyebabkan ular mengalami penurunan nafsu makan (anoreksia) bahkan ular dapat mengalami anemia atau kekurangan darah apabila jumlah darah yang dihisap dalam volume yang besar. Caplak dan kutu akan menghabiskan sebagian besar hidupnya diluar tubuh ular yang terinfeksi.

Simak: Tips memberi makan pada Ular yang baru menetas

Pada caplak siklus hidupnya dimulai dari caplak betina yang telah kawin dan menghisap darah ular akan jatuh ke tanah dan bertelur di tempat-tempat yang memiliki kelembapan dan suhu yang cocok, misalnya di sekitar retakan atau ceruk-ceruk pada dinding bangunan. Satu betina dapat menelurkan ribuan telur yang dilapisi oleh lapisan yang mencegahnya kering. Betina akan terus bertelur hingga 15 hari kemudian mati. Dua hingga lima minggu kemudian, telur-telur akan menetas menjadi larva. Larva tersebut dapat menjalar ke tubuh anjing dan menghisap darahnya selama 3 sampai 7 hari kemudian jatuh ke tanah untuk berkembang menjadi nimfa selama 2 minggu. Nimfa tersebut akan menempel kembali ke tubuh ular dan berkembang menjadi caplak dewasa selama 2 minggu. Setelah dewasa, caplak tersebut akan mencari ular lain untuk dijadikan hospesnya, kemudian kembali menghisap darah dan juga melakukan perkawinan. Secara keseluruhan, siklus hidup caplak berlangsung selama 2 bulan. Pada iklim tropis, siklus ini dapat terjadi sepanjang tahun bahkan lebih cepat dari siklus yang seharusnya. Caplak dalam kondisi tertentu dapat bertahan tanpa menghisap darah selama 3 hingga 5 bulan pada setiap stadiumnya.

Gejala adanya kutu pada ular

kutu disisik ular

Kutu disisik ular

Gejala klinis ular yang mengalami gangguan ektoparasit dapat terlihat dengan adanya kutu dibawah sisik ataupun caplak yang menempel pada bagian dibawa hidung atau mulut dengan mata telanjang. Ular yang mengalami problem kutu atau caplak terlalu lama akan menyebabkan adanya reaksi yang tidak baik pada kulit, kulit ular akan merah (hiperemi) dan terkadang disertai dengan adanya pembentukan nanah, dan sisik-sisik mengelupas karena kematian sel, nafsu makan menjadi berkurang dan rentan adanya pentakit lain. Gangguan pada waktu shedding atau pergantian kulit (dysecdysis) dapat terjadi pada ular-ular yang memiliki banyak caplak dan kutu.

Penanganan Kutu pada Ular

Penanganan ular yang mengalami gangguan ektoparasit dapat dilakukan dengan cara menghilangkan satu persatu caplak yang menempel pada kulit, atau dengan memandikannya menggunakan insektisida yang aman untuk ular. Penggunaaan obat-obatan insektisida dapat dilakukan pada waktu pemandiaan ular, ular yang dimandikan direndam pada larutan insektisida tetapi tidak boleh mengenai bagian muka ular, penggunaan obat-obatan tersebut harus dibawah pengawasan dokter hewan, karena apabila salah memberikannya dapat menyebabkan keracunan pada ular.

Dokter hewan juga akan menyarankan penggunaan obat injeksi seperti antikutu untuk menghilangkan parasit pada ular. Untuk menghindari permasalahan kutu/caplak kita sebagai pemilik harus selalu menjagaa kebersihan kandang, kandang harus dibersihkan setiap hari, kemudian ular juga harus dimandikan dan dijemur setiap hari untuk mengurangi resiko adanya infeksi, konsultasikan kesehatan ular pada dokter hewan yang spesialis menangani hewan-hewan eksotik.

Baca pula: Sariawan pada Reptil

 

Hizriah Alief Jainudin, drh.
Alumni Dokter hewan UGM (2013), Mahasiswa S2 Medis Klinis FKH UGM, Praktisi Pet and Exotic Animal di Sleman Yogyakarta.