Tips Mengembangkan Budidaya Ikan Sidat

Cara Budidaya Sidat

Cara Budidaya Sidat

Ikan sidat menjadi primadona baru yang potensial memberi keuntungan sangat besar bagi petambak. Pemenuhan kebutuhan konsumsi ikan sidat tidak hanya digandrungi oleh masyarakat dalam negeri namun juga menjadi produk ekspor yang telah mengekspansi pasar Asia Timur. Saat ini, ikan sidat telah menjadi makanan favorit di restoran sea food dan banyak diolah menjadi bahan ikan untuk memenuhi kebutuhan swalayan. Begitu menjanjikannya budidaya ikan sidat, sehingga penting bagi petambak untuk mencoba mengembangkan bisnis ikan sidat ini dengan biaya produksi yang terjangkau dan metode yang sangat sederhana.

Metode budidaya ikan sidat yang menguntungkan

  • Menyiapkan kolam budidaya dengan luas 100-400 m2 dan kedalaman 1 m. Kolam bisa terbuat dari beton ataupun terpal yang bisa menahan volume air 100-300 m3. Kolam harus dilengkapi dengan sistem aerasi, pemagaran dengan jaring, dan saluran outlet. Penambahan kanopi atau shelter juga diperlukan untuk menjaga suhu perairan dan mengurangi tingkat strees glass eel sidat saat dibudidayakan.
  • Mengkondisikan kualitas air yang ideal untuk budidaya, yakni suhu perairan 26-30°C, kadar oksigen minimal 4 ppm, pH netral, amoniak maksimal 0,1 ppm, alkalinitas 50-300 ppm, kadar karbon maksimal 20 ppm.
  • Memilih glass eels sidat dengan berat rata-rata 80-150 gram yang disebar kedalam kolam dengan perhitungan kepadatan 3-4 ekor tiap meter persegi atau 5-6 tiap liter air. Pemilihan benih sidat harus tepat dan sehat dengan melihat respons dan aktivitasnya karena akan sangat mempengaruhi saat sidat dibesarkan. Larva sidat sebenarnya dapat diperoleh melalui budidaya pemijahan intensif yakni memelihara sidat dewasa yang mature usia 7-10 tahun dan telah dibuahi oleh sidat jantan. Larva yang telah dihasilkan dipelihara hingga usia 14 bulan untuk menghasilkan glass eels.
  • Sidat yang telah disebar diberi pakan dengan protein tinggi yang bisa diformulasi sendiri dari dedak, tepung ikan, tepung tulang, bekatul, kedelai, dan minyak ikan. Pemberian pakan dapat dilakukan saat pagi dan sore hari. Pemberian pada sore hari dapat dapat diberi porsi lebih untuk mempercepat proses pembesaran karena sidat hewan nocturnal yang membutuhkan energi lebih untuk aktif dimalam hari.
Tips Budidaya Sidat

Tips Budidaya Sidat

  • Sampling untuk mengetahui pertambahan bobot sidat dapat dilakukan setiap bulan dengan mengukur 10% dari total sidat dalam satu kolam budidaya yang dipilih secara random. Pengecekan kondisi kesehatan sidat dapat dilakukan minimal dua minggu sekali dengan melihat aktivitas secara umum dan mengontrol kualitas air dengan menyesuaikan standart. Untuk meminimalisir penyakit dapat menabur garam sebatas bagian permukaan perairan tanpa merubah standart kualitas air.
  • Sidat dipelihara selama 6-8 bulan dan diperkirakan berat individu sekitar 5 ons yang siap dipanen. Sidat juga dapat dipelihara terus menerus untuk dijadikan induk sidat yang mature dan akan terus berkembang hingga mencapai panjang 2 meter dengan berat mencapai 5 kg.
  • Sidat yang telah dipanen dapat dikemas dalam box atau atau plastic sheet dan diawetkan dalam lemari es untuk mempertahankan tekstur daging sidat.

Baca pula: Vanami – Udang yang Populer dibudidayakan

 

Bagaimana? Setelah anda membaca tips diatas, apakah anda tertarik untuk memulai bisnis budidaya ikan sidat? Jika iya, anda telah mengambil pilihan yang tepat, mengingat kebutuhan ikan sidat untuk caffe, restauran, hotel dan kedai seafood semakin meningkat setiap harinya. Terlebih ketika sumber protein hewani primer seperi susu, daging, dan telur kian melonjak harganya, ikan akan menjadi komoditas utama sebagai subtitusi daging sapi yang mahal. Jadi, tunggu apa lagi, mari membudidayaka si “glass eel” sang pelican rejeki.

Simak pula: Cara Budidaya Ikan Bawal

 

Muhammad Thohawi Elziyad Purnama, drh., M.Si.
Alumni Dokter Hewan UNAIR (2013), Master Biologi Reproduksi UNAIR (2014), Praktisi Large Animal (Beef Cattle) & Aquatic Animal dan Dosen Dep. Reproduksi Fak. Kedokteran Hewan UNAIR Banyuwangi.