Hewan Non Ikan untuk Aquarium

axolotl

axolotl – salamander Aquatik

Akuarium memang selalu identik dengan ikan, tapi tahukah Anda bahwa terdapat berbagai macam hewan unik lain yang juga bisa menghiasi akuarium di rumah? Ya, terkadang kita mungkin merasa bosan dengan ikan dan ingin mengisi akuarium dengan sesuatu yang lebih unik, berbeda, namun tetap cantik dan mudah untuk dirawat. Nah, hewan-hewan non-ikan berikut ini mungkin bisa menjadi alternatif lain bagi Anda yang membutuhkan suasana baru di dalam akuarium. Siapa saja sih mereka? Yuk kita simak!

1. Udang Hias Air Tawar

Udang Kardinal, penghuni dasar akuarium yang indah

Udang Kardinal (Cardinal Shrimp)

Udang memang sudah tidak terlalu asing bagi pecinta akuarium air tawar. Selain unik, hewan ini juga dapat menjadi ‘cleaning service’ yang efektif di akuarium dan aquascaping Anda, karena mereka suka memakan kotoran dan alga yang tertinggal di dasar akuarium. Dewasa ini, terdapat banyak sekali jenis udang hias yang bisa menjadi pilihan sebagai pengisi akuarium, seperti Cardinal Shrimp yang berwarna merah, atau black cherry yang berwarna bening kehitaman.

Penting untuk dibaca: Tips Memilih Ikan Untuk Aquascaping

Udang air tawar bisa dicampurkan dengan berbagai jenis ikan di akuarium Anda. Namun, Anda harus memastikan  bahwa ikan yang Anda pelihara tidak bersifat predator dan dapat memangsa udang yang Anda masukan ke akuarium. Di sisi lain, Anda juga harus memperhatikan karakteristik udang yang Anda beli, karena beberapa udang juga dapat memangsa ikan-ikan kecil di akuarium.

2. Siput Hias

assassins snail

assasins snail

Berbeda dengan udang, siput memang tidak terlalu umum dikenal sebagai satwa penghias akuarium di Indonesia. Padahal, ada banyak sekali jenis siput unik yang bisa membuat suasana akuarium Anda menjadi lebih hidup. Sama seperti udang, siput juga bisa berperan sebagai pembersih di akuarium yang bisa memakan sisa-sisa makanan, sisa-sisa kotoran, atau bahkan bangkai ikan yang sudah mati.

Kisah: Ikan Nemo – Si Badut yang Lucu

zebra snail

zebra snail

Ada beberapa macam siput hias yang bisa Anda temui di pasaran, seperti Zebra Snail, Orange Rabbit Snail dan Assasins Snail. Yang pertama disebut merupakan siput yang unik dengan warna cangkang bergarus-garis hitam tipis seperti zebra. Siput Orange Rabbit Snail memiliki cangkang melingkar dan pamjang, dengan warna badan kuning cerah dan tentakel unik yang mirip telinga kelinci. Yang terakhir disebut merupakan siput yang cukup unik, karena selain memakan sisa-sisa kotoran, Assassins Snail juga mampu membunuh dan memakan siput lain di akuarium!

3. Lobster (Crayfish)

Satwa yang satu ini memang sudah cukup umum dijadikan pengisi akuarium di Indonesia. Lobster/Crayfish berbeda dengan udang karena memiliki ukuran yang lebih besar. Warna tubuhnya lebih mencolok dan tidak transparan, sehingga lebih mudah terlihat bila dibandingkan dengan udang yang sering tidak terlihat oleh mata yang kurang awas. Ada banyak varian warna lobster yang bisa Anda pilih di pasar ikan, mulai dari biru, oranye, dan lain-lain. Hewan ini memakan kotoran dan sisa pakan ikan di dasar akuarium, namun juga bisa memangsa ikan kecil yang kurang gesit, jadi Anda harus berhati-hati dalam mencampurnya dengan ikan lain.

Baca pula: Kura-kura Brazil kok bukan dari Brazil

Lobster merupakan satwa yang mudah stres, jadi Anda harus berhati-hati dalam merawatnya. Proses habituasi yang tepat penting untuk mengenalkan hewan ini ke habitat barunya ke aquarium. Salah satu cara habituasi yang paling mudah adalah dengan menaruh lobster bersama air dari tempat pembelian di ember, kemudian tambahkan air dari akuarium Anda sedikit demi sedikit hingga ember agak penuh. Setelah itu, Anda bisa langsung memasukan lobster dengan seluruh air ke dalam akuarium, dan pastikan lobster Anda tidak mengalami stres dengan mematikan lampu akuarium setiap malam.

4. Kepiting

fiddler crab

fiddler crab

Kedengarannya memang aneh, tapi kepiting juga bisa menjadi pengisi akuarium yang unik di rumah Anda. Ada beberapa jenis kepiting hias yang sering dijual, namun yang paling terkenal adalah Kepiting Komando atau Fiddler Crab. Ciri khas dari kepiting ini adalah salah satu capitnya yang lebih besar dari capit lain, dan sama-sama berwarna oranye. Sama seperti udang dan lobster, kepiting memakan sisa-sisa makanan yang ada di dasar akuarium. Teknik perawatannya pun tidak jauh berbeda dengan lobster. Perlu diperhatikan bahwa kepiting adalah hewan pemalu, jadi sebagian besar waktunya akan dihabiskan dengan berdiam di pojokan akuarium.

5. Amfibi

african dwarf frog

african dwarf frog

Yang terakhir ini mungkin terdengar lebih aneh dari hewan-hewan sebelumnya. Ya, hewan amfibi seperti katak dan salamander bisa menjadi pengisi akuarium yang sangat unik—sekaligus aneh—untuk memberi suasana baru di rumah Anda. Tidak sembarang amfibi bisa dipelihara di akuarium, Anda harus memilih amfibi yang 100% hidup di daerah akuatik seperti African Dwarf Frog atau Axolotl (salamander akuatik dengan insang yang bercabang seperti tanduk). Keduanya cukup umum ditemukan di pasar ikan, dan perawatannya pun hampir sama dengan memelihara ikan pada umumnya.

Nah, begitulah sedikit ulasan mengenai pengisi akuarium non-ikan yang bisa Anda pilih untuk memberi suasana baru di rumah Anda. Tertarik untuk memeliharanya?

 

Panji Gusti Akbar