Bisnis Ternak Sapi Cattle Fattening, “From Zero to Hero”

PecintaSatwa.com – Ada benarnya juga apabila motto from zero to hero disematkan pada Bisnis ternak sapi yaitu
penggemukan sapi pedaging dengan sistem pemeliharaan feedlot, sebab usaha tersebut mengupayakan pertambahan bobot sapi dari semula yang berkisar 300-400 kg menjadi 500-600 kg saat panen, luar biasa bukan?. Bagi pegawai perusahan pun demikian, semakin banyak pertambahan bobot harian / average daily gain (ADG) yang dapat dicapai, maka semakin tinggi pula capaian prestasi kinerja mereka yang dapat dirupiahkan.

Prinsipnya, dalam usaha fattening, sapi bakalan yang masuk akan dipelihara secara intensif dengan menerapkan manajemen pemeliharaan, manajemen pakan, dan manajemen kesehatan yang terintegrasi dengan baik untuk mengupayakan tumbuh kembang sapi yang optimal, sehingga selain sapi tersebut hidup dengan sehat, mereka pun dapat berproduksi dengan baik dan cepat berupa otot/daging tubuhnya.

Baca juga: Penyebab Bobot Sapi Merosot

Berkembangnya daging dalam tubuh dihasilkan dari 3 faktor, yaitu jumlah konsumsi (60%), kecernaan pakan (25%) dan kesehatan hewan (15%). Jumlah konsumsi memegang peran utama, semakin banyak pakan yang dimakan oleh ternak perhari (dalam hitungan berat kering / BK) maka akan semakin cepat dan tinggi pula ADG yang dihasilkan. Banyaknya pakan yang dikonsumsi pun harus memiliki kecernaan pakan yang baik. Secara analogi kita bisa membandingkan pertumbuhan sapi yang makan 10 kg jerami yang kaya akan serat kasar saja, dengan sapi yang makan 10 kg bungkil kedelai yang kaya akan protein, tentu saja yang cepat gemuk adalah sapi yang mengkonsumsi bungkil kedelai, sebab protein merupakan bahan pembangun otot tubuhnya.

Faktor terakhir namun tidak kalah penting adalah kesehatan hewan. Sapi-sapi yang dipelihara dalam peternakan harus dijaga kesehatannya, apabila pada suatu musim ia terkena penyakit, sehingga konsumsinya berkurang drastis maka dalam beberapa hari saja bobotnya akan berkurang signifikan. Hal ini sangat disayangkan. Untuk kembali dapat berproduksi kembali sebaik sebelumnya dibutuhkan waktu beberapa minggu, cukup lama mengingat bisnis penggemukan juga menjadikan variabel waktu sebagai salah satu perhitungan efisiensi usaha.

Manajemen Pemeliharaan Penggemukan Sapi Pedaging

Manajemen pemeliharaan dalam Bisnis ternak penggemukan sapi pedaging menggunakan sistem pemeliharaan intensif / feedlot. Sapi-sapi dipelihara dalam kandang selama 90-120 hari, baik dikeluh maupun di koloni. Pemeliharaan koloni lebih disarankan, merujuk pada prinsip animal welfare. Sapi-sapi dibiarkan bebas / tidak terikat di kandang, hanya saja pada waktu makan digunakan penjepit leher yang ada pada kandang sisi palungan pakan, untuk memastikan sapi-sapi mendapat jatah pakan yang merata, dan mendeteksi adanya gangguan kesehatan. Namun perlu diawasi pada koloni jantan, apabila terdapat jantan birahi biasanya akan cenderung lebih agresif, terkadang hingga terjadi perkelahian, peternak atau petugas kandang harus berhati-hati, karena sapi birahi yang agresif sangat membahayakan.

Simak: Waspadai Hair Balls pada Sapi

Manajemen Pakan Penggemukan Sapi Pedaging

Sapi from-zero

Sapi from-zero

Sapi to-hero

Sapi to-hero

Manajemen pakan dalam Bisnis ternak sapi
diterapkan dalam peternakan feedlot dengan memperhitungkan 3 hal, waktu, kuantitas, dan kualitas. Waktu pemberian pakan harus dijadwalkan dengan ketat, pada umumnya dua kali sehari pada pukul 08.00 dan 16.00, dengan ketentuan hijauan diberikan terlebih dahulu, 10-20 menit kemudian ditambahkan konsentrat. Konsentrat merupakan pakan utama, dapat diberikan sebanyak 1-2,5% dari bobot hidup sapi, sedangkan hijauan digunakan sebagai pelengkap dan stabisator pencernaan mikroba dalam rumen. Konsentrat yang diberikan tidak boleh berlebihan karena dapat memicu terjadinya acidosis metabolic yang dipicu dari tingginya protein dalam konsentrat tersebut (PK 12-16%).

Baca: Cassapro – Pendongkrak Produksi Susu Sapi

Manajemen kesehatan juga memegang peranan penting dalam keberhasilan bisnis ini. Kontrol kesehatan ternak minimal dilakukan dua kali sehari saat jam makan. Sapi-sapi yang terlihat kurang bersemangat makan dapat diberi vitamin, sedangkan sapi-sapi yang pincang atau tidak mau makan sama sekali ada baiknya dipindahkan ke kandang karantina untuk mendapatkan perawatan intensif, sekaligus berjaga apabila sapi tersebut menderita penyakit infeksius, agar tidak menyebar ke ternak lainnya dalam satu kandang. Satu hal lagi yang harus diperhatikan dalam perawatan kesehatan sapi, yakni stressor. Pada musim pancaroba dengan cuaca ekstrem, biasanya sapi rawan stress kemudian sakit. Saat masih tingkatan stress, cobalah untuk memberi antistress di air minumnya, apabila sudah teratasi dalam tahapan stress fisik, resiko terkena penyakit akan lebih kecil, biaya untuk pengobatan dapat berkurang.

Daging sapi berkualitas dihasilkan oleh sapi-sapi yang bahagia, selamat beternak!!! (Rind)

Herinda Pertiwi, drh., M.Si.
Editor in Chief at Pecinta Satwa [dot]com
Alumni Dokter Hewan UNAIR (2013), Master of Science UNAIR (2016) specific on Veterinary Reproduction, Large Animal Clinician, Pet Lover, dan Researcher Focus on Reproduction Nutrition.