Kambing Impor dan Peranakannya

  1. Kambing Etawa
kambing etawa

kambing etawa

Di Negri asalnya, India. Kambing ini juga dipanggil kambing Jamnapari. Kambing ettawa sudah popular diseluruh dunia sebagai kambing penghasil susu, disamping bentuk fisiknya yang besar dan kuat dibanding dengan kambing lokal Indonesia, sehingga juga pejantannya juga diperuntukkan sebagai kambing pedaging.

Harga susu kambing ettawa yang mahal, dan semakin boomingnya produk-produk kesehatan dan kecantikkan yang berbahan susu kambing ettawa, membuat budidaya kambing ini menjadi incaran para pebisnis dan peternak lokal. Setiap hari nya kambing ettawadapat memproduksi susu hingga 3 liter, paling banyak dibandingkan dengan jenis kambing lainnya, harga susu nya pun bisa mencapai 4-5 kali harga per liter susu sapi.

Bentuk telinga panjang menjuntai ke bawah menjadi ciri khas kambing ettawa, bahkan ketika ia disilangkan dengan jenis kambing lain, maka bentuk telinganya ini selalu menjadi sifat dominan yang diwariskan pada keturunannya. Kambing ettawa jantan dapat tumbuh hingga 90-127cm dengan berat 91kg, sedangkan betinanya dapat mencapai 92cm dengan berat 63kg. (Simak : Jenis-jenis Kambing Asli Indonesia)

  1. Kambing Boer
kambing boer

kambing boer

Kambing ini dijuluki sebagai “kambing pedaging yang sebenarnya”. Kambing asli benua hitam  ini dapat tumbuh pesat hingga mencapai 120-150 kg untuk pejantan, dan betinanya 80-90 kg. di usia 5-6 bulan bobot badannya sudah setara bahkan lebih dari kambing kacang, sekitar 30-45kg, dan akan terus berkembang dengan pertambahan bobot harian 0.02-0.04kg/hari.

Kambing boer juga unggul dengan kemampuan adaptasinya yang begitu hebat. Ia dapat hidup di suhu ekstrim dibawah 0oC hingga suhu panas 40-43oC, baik di daerah pegunungan, semak belukar, padang rumput, dan lembah berbatu. Kekebalan tubuhnya yang baik, dan sifat-sifat unggulnya selalu menjadi minat utama para peternak untuk memilih kambing boer.

Warna putih di seluruh tubuh sangat khas pada kambing boer, kecuali bagian mukanya yang cenderung berwarna kecokelatan. Bentuk tubuh kambing boer tampak padat, panjang dan lebar, dengan kaki pendek, telinganya panjang menggantung.

  1. Kambing Saanen
kambing saanen

kambing saanen

Kambing Saanen lebih diperuntukkan sebagai kambing penghasil susu. Kambing ini genotip asli Swiss barat, dari lembah Saanen. Di negeri asalnya ia merupakan jenis utama kambing penghasil susu, akan tetapi perkembangannya kurang baik di Indonesia karena kepekaannya pada suhu panas Negara tropis. Karena itu, kambing saanen yang dijumpai di Indonesia bukanlah kambing saanen murni, akan tetapi jenis yang telah disilangkan dengan kambing Etawa, namun tetap dinamai kambing saanen.

Ciri kambing Saanen yang paling khas adalah warna tubuhnya yang putih,atau krem muda, berbulu pendek disertai titik hitam di ambing, telinga dan hidung. Kambing saanen memliki ekor yang pendek dan tanduk baik pada jantan maupun betinya. Kambing jantan dewasa dapat mencapai berat 68-91kg, dan tinggi 81-94cm, sedangkan berat dewasa betinanya berkisar 36-63 kg. sekali masa laktasi, kambing ini dapat memproduksi susu hingga 740kg.

  1. Kambing Jawarandu
Kambing jawarandu

Kambing jawarandu

Dikalangan peternak kambing disebut juga sebagai kambing Bligon, Gumbolo, Kacukan dan Koplo. Kambing Jawarandu  merupakan hasil persilangan kambing ettawa dan kambing kacang, akan tetapi lebih dominan sifat kambing kacang.

Secara fisik ia memiliki telinga besar terjuntai seperti kambing etawa, namun fisiknya tidak sebesar etawa, kambing dewasanya mencapai berat 40kg dengan tanduk kecil dan warna-warna yang lebih mirip jenis warna kambing jantan. Susu yang dapat diproduksinya lebih banyak dari kambing kacang, yakni 1,5L/hari, separuh dari yang dapat dihasilkan kambing ettawa.

  1. Kambing Peranakan Etawa (PE)
Kambing peranakan etawa

Kambing peranakan etawa

Namanya sudah menunjukkan asalnya, kambing PE merupakan peranakan antara kambing ettawa dan kambing kacang, namun secara fisik ia lebih menyerupai kambing etawa dengan tingkat adaptasi sebaik kambing kacang. Saat ini kambing PE sangat popular di kalangan peternak kambing, baik dimanfaatkan sebagai penghasil susu maupun penghasil daging, karena itu tidak heran jika anda mudah menjumpainya dimanapun, hampir seluruh Indonesia telah dijelajahi kambing PE.

Sebagaimana indukannya, kambing PE memiliki telinga panjang yang terkulai ke bawah selayaknya kambing Etawa, selain ia juga memiliki bulu panjang di bagian dagu, paha bagian belakang, dan kaki, disertai dengan tanduk kecilnya yang pendek.

Kambing PE dewasa jantan dapat mencapai berat 90an kg, sedangkan betina 60kg, dengan produksi susu 3L/hari, tak kalah dibanding dengan kambing ettawa asli.

  1. Kambing Gembrong
Kambing gembrong

Kambing gembrong

Kambing gembrong, boleh dikata sebagai kambing gondrong. Karena ia tergolong jenis kambing longhair. Panjang rambutnya dapat mencapai 25-35cm, dapat menutupi wajahnya yang menyebabkan ia kesulitan makan, karena itu secara rutin peternak harus memotong bulunya minimal sekali setahun.

Kambing ini lebih banyak berada di pulau Bali bagian timur, terutama di Kabupaten Karangasem. Akan tetapi secara genetic, kambing gembrong bukanlah ras kambing asli Indonesia, ia berasal dari silangan kambing khasmir dan kambing turki. Tempat asalnya yang dingin mewariskan karakter longhair, meski telah dipelihara didaerah tropis, karakter ini tetap menjadi ciri khasnya meski tidak sepanjang induk asalnya.

Kambing gembrong memiliki keterikatan yang unik dengan masyrakat Bali bagian timur, khususnya daerah pesisir, dimana potongan rambutnya biasa digunakan nelayan untuk mengundang ikan datang, meski hingga sekarang belum dapat dijelaskan secara ilmiah keterkaitannya. Cara ini sudah umum digunakan masyarakat pasisir timur pulau Bali. Selain itu, juga dipercaya bahwa hanya pejantan yang tidak dikawinkan yang dapat menghasilkan rambut lebat dan baik untuk tradisi ini, karena itu lah peternak yang memiliki kambing gembrong jantan jarang mau mengawinkan kambingnya, akhirnya karena kepercayaan ini, laju pertumbuhan kambing gembrong sangat lambat, akibatnya jumlah kambing gembrong semakin menurun dari waktu ke waktu.

Kambing gembrong dewasa dapat mencapai berat 32-45 kg dengan tinggi 58-65 cm. warna rambut putih lebih dominan dijumpai, meski beberapa memiliki warna coklat atau coklat muda.

  1. Kambing Kosta
kambing kosta

kambing kosta

Kambing Kosta tidak berasal dari costarica, meski namanya sangat barat, kambing ini ternyata berasal dari persilangan antara kambing kacang dan kambing khasmir. Saat ini kambing kosta banyak dibudidayakan di DKI Jakarta dan Provinsi Banten, meski jumlahnya terus menyusut setiap tahunnya.

Motif garis sejajar pada bagian kanan dan kiri kambing kosta merupakan ciri khasnya yang unik, disamping bentuk tubuhnya yang sedang, hidung rata dan adanya bulu rewos pada kaki belakangnya meski tak sepanjang yang dimiliki kambing Etawa. Postur tubuh kambing kosta lebih padat dan besar di bagian kaki belakang dan sekitarnya, karena itu sangat cocok dijadikan kambing pedaging. (Pelajari juga: Tips Menghindari Polio Kambing dengan Ransum yang Tepat)

  1. Kambing Boerawa
Kambing boerawa

Kambing boerawa

Jenis Boerawa didapat dari mengawinkan pejantan kambing Boer dan Betianya kambing Etawa, dengan tujuan menghasilakan jenis kambing dwiguna yang memiliki perawakan besar seperti kedua indukannya, daging yang berkualiatas dan adaptasi yang baik seperti kambing boer dan produksi susu yang tinggi dan berkualitas seperi kambing ettawa. Para peternak kambing di Lampung sudah mulai banyak memilih kambing Boerawa sebagai komoditas usahanya

(Rind)

 

Herinda Pertiwi, drh., M.Si.
Editor in Chief at Pecinta Satwa [dot]com
Alumni Dokter Hewan UNAIR (2013), Master of Science UNAIR (2016) specific on Veterinary Reproduction, Large Animal Clinician, Pet Lover, dan Researcher Focus on Reproduction Nutrition.