Hal yang Perlu diperhatikan saat Memelihara Kucing

PecintaSatwa.com – Banyak dijumpai kasus infestasi kutu pada hewan kesayangan seperti kucing secara masal, dalam satu kompleks perumahan. Apabila satu kucing terindikasi “kutuan” maka tak lama kemudian kucing-kucing satu blok akan tertular. Kejadian seperti ini seharusnya dapat dihindari, dengan memelihara kucing kita sebaik baiknya, agar terhidar dari penyakit dan bahaya disekitarnya sebagaimana tanggung jawab kita sebagai owner untuk melaksanakan animal welfare. (Perlu Anda cermati: Terapi Anti Kutu, Pentingkah???) Seperti halnya mengasuh anak-anak, memelihara kucing juga harus disertai dedikasi yang tinggi, karena bagaimanapun ia adalah anggota keluarga kita yang kita cintai. Kita harus mengusahakan yang terbaik darinya dan mencegah apapun yang berpotensi melukainya.

Berikut ini adalah beberapa ulasan tentang hal-hal yang harus diperhatikan saat memelihara kucing kesayangan.

  1. Jangan membiarkan kucing berkeliaran di jalanan. Kucing memang bersifat soliter dan eksploratif, ia sangat suka jalan-jalan, melihat hal yang baru disamping jam tidurnya yang panjang. Jalanan sangat riskan untuk kucing, potensi bahaya mengintai disekitarnya seperti tertabrak kendaraan, tergigit anjing, bertarung dengan kucing senior, tanpa sengaja keracunan makanan, dan tertular parasit. Resiko ini semakin besar apabila Anda belum melakukan vaksinasi untuk kucing Anda. Pada kucing ras longhair, udara luar yang panas saperti kota Surabaya dan Jakarta dapat merusak rambutnya dan membuat stress, karena itu tempatkan kucing ras di rumah yang sejuk dengan sirkulasi udara yang baik. Cukup biarkan ia main didalam rumah, atau di halaman sekitar rumah, jika perlu beri ia mainan seperti bola dan tali untuk bersenang-senang.
  1. Hentikan menghukum kucing dengan pukulan atau kekerasan. Kadang kala kucing dirumah bertingkah nakal seperti pipis sembarangan, merusak perabotan, atau mencuri lauk pauk di meja makan. Jangan menghardiknya dengan teriakan atau memukulnya yang jelas menyakiti si kucing. Apabila apa yang dilakukannya tidak baik, cukup beri peringatan dengan jari telunjuk dan turunkan ia dari meja/kursi, ekspresikan wajah Anda dengan tegas berisyarat “No/tidak boleh”. Alih-alih menghukumnya, beri si kucing hadiah jika ia melakukan hal yang baik, jadi ia akan paham tidak akan diberi hadiah jika melakukan hal buruk. Kucing yang sering dihukum dengan hardikan, teriakan, dan pukulan akan tumbuh menjadi kucing yang garang, tidak lembut, membenci Anda, tidak suka disentuh, dan mudah stress. Stress ini lah yang menjadi awal mula banyak penyakit. Bukannya kucing Anda menurut, Anda yang akan keluar dana lebih untuk membawa si kucing berobat.
  1. Hindari memberi pakan berlebihan. Kucing gemuk memang lucu dan menggemaskan, tapi Anda harus memperhatikan kesehatan kucing Anda, jangan sampai kucing menjadi obesitas karena Anda memberi pakan yang berlebihan. Seperti halnya manusia yang gemar makan, kucing akan memakan seberapa pun pakan yang Anda berikan, terlebih jenis pakan favoritnya. Jam dan jumlah pakan yang tidak jelas cenderung membuat kucing akan makan terus menerus, bermalas malasan, hingga menggemuk. Kucing obesitas berpotensi besar mengalami radang sendi (arthritis) karena keterbatasan pertulangannya menyanggah beban tubuhnya. Kasus-kasus diabetes juga banyak diderita oleh kucing kegemukan, Anda harus berhati-hati. Beri kucing Anda makan yang cukup sesuai dengan panduan pabrik atau saran dokter hewan, dengan jam-jam teratur, ia akan belajar disiplin, menjadi lebih energik dan terhidar dari obesitas. (Pelajari pula: Mengapa Pyometra terjadi pada Hewan Kesayangan Anda)
  1. Hati-hati dengan obat-obatan atau produk kesehatan untuk spesies lain. Di pet shop banyak tersedia multivitamin, shampoo, dan makanan untuk banyak jenis hewan seperti anjing, kucing, kura-kura, kelinci dan hamster. Setiap produk di khususkan untuk satu jenis hewan, karena setiap hewan memiliki kebutuhan nutrisi dan kepekaan kimia yang berbeda. Makanan anjing tidak cocok dengan kucing, kebutuhan protein kucing lebih tinggi dari pada anjing. Lebih-lebih dengan obat-obatan dan suplemen kesehatan untuk manusia, banyak diantaranya sangat berbahaya bagi kucing meski bermanfaat bagi manusia. Kepekaan kucing terhadap obat-obatan manusia jenis tertentu dapat membuatnya shock dan tutup usia. Lebih baik konsultasikan kesehatan kucing Anda pada dokter hewan professional, demi keselamatannya.
  1. Bersihkan Litter box setiap hari. Memang terlihat sepele, namun urusan kebersihan sangat penting bagi kesehatan kucing. Litter box yang kotor dapat menyebabkan kucing malas untuk buang air, ia menahannya, apabila hal ini dibiarkan berlama-lama, dapat timbul penyakit idiopatic feline lower urinary tract disease, yakni penyakit yang menyerang sistem perkencingannya bagian bawah. Kucing sulit pipis, karena disertai rasa sakit yang sangat. (Penting: Waspadai infeksi virus calici)

Kadang kala kita tak sengaja melakukan hal-hal tersebut di atas pada kucing kesayangan kita, demi maksud yang baik. Akan tetapi ada baiknya Anda mengkonsultasikannya kepada dokter hewan perihal kesehatan dan perawatan kucing Anda sebelum melakukannya, jangan sampai maksud baik kita menyebabkan ketidak nyamanan bahkan penyakit bagi hewan yang kita cintai.. keep calm, and say miauw (Rind)

Herinda Pertiwi, drh., M.Si.
Editor in Chief at Pecinta Satwa [dot]com
Alumni Dokter Hewan UNAIR (2013), Master of Science UNAIR (2016) specific on Veterinary Reproduction, Large Animal Clinician, Pet Lover, dan Researcher Focus on Reproduction Nutrition.