Awal Ras Kucing Peliharaan

Kucing merupakan hewan kesayangan yang paling banyak digemari. Dengan berbagai macam ras, dan warnanya kucing menjadi populer dikalangan pecinta hewan, bahkan hingga ada kontes dan fashion shownya. Sayangnya kebayakan orang masih memilah milah kucing yang ingin mereka pelihara berdasarkan ras dan memandang sebelah mata kucing-kucing lokal yang bentuknya biasa saja. Padahal bentuk itulah yang merupakan bentuk yang paling mirip dengan nenek moyang mereka. Dan tentunya harus tetap dipelihara dengan kasih sayang, sekalipun bukan kucing ras.

Jadi kucing domestik ini termasuk kedalam Family Felidae, yang terdiri dari 3 genus:

1. Great Cats (kucing besar), yaitu singa, harimau, macan, dan jagua

2. Keluarga cheetah

3. Kucing kecil yaitu kucing domestik (Felis catus, Felis silvestris catus)

Sejarah Kucing Domestik

pemujaan kucing

pemujaan kucing

Perjalanan kucing liar menjadi kucing domestik dimulai dari ribuan tahun yang lalu, sejak bangsa Ethiophia membawa kucing ke Mesir Kuno setelah mereka mengalahkan Bangsa Nubia. Bahkan cerita kucing yang dijadikan hewan kesayangan sudah ada sejak peradaban islam. Dikisahkan bahwa Nabi Muhammad SAW juga memiliki seekor kucing bernama kesayangan Mueeza.

Pada masa peradaban Mesir Kuno, kucing mulai disukai semenjak dimulainya Revolusi Pertanian (antara tahun 8000-5000 SM). Kucing dengan sifatnya yang masih liar dimanfaatkan untuk mengurangi hama tikus pada lumbung pertanian mereka, hingga lama kelamaan menjadi terdomestikasi pada tahun 1000 SM. Beberapa teori menyebutkan bahwa kucing-kucing tersebut terdomestikasi karena anak kucing liar yang lahir terbiasa hidup dengan manusia, namun ada teori yang menyebutkan juga bahwa telah terjadi mutasi genetik sehingga sifat liar mereka lama kelamaan hilang.

Data penelitian menyebutkan, kucing yang telah terdomestikasi memiliki otak yang lebih kecil daripada kucing liar. Hal tersebut jelas mengurangi sifat ke-agresif-an mereka. Selain itu, mereka juga memiliki kelenjar adrenal yang lebih kecil serta produksi hormon yang lebih sedikit (Robinson, 1982). Kontribusi kucing domestik terhadap pertanian Mesir kuno membuat kucing dipuja sehingga dijadikan simbol siklus alam, keabadian, dan sesuatu yang bernyawa banyak. Selain itu mereka juga disebut-sebut sebagai jelmaan Dewi Bastet, Dewi yang menyimbolkan kesuburan. Bahkan ketika kucing di mesir mati, mereka akan dimumikan dan ditempatkan di tempat spesial.

Persebaran Kucing Domestik

Perjalanan kucing domestik keluar dari Mesir dimulai sejak bangsa Phoenix diam-diam meng-ekspor mereka ke Eropa untuk mengurangi populasi hama tikus. Sementara kehadiran mereka diwilayah Timur, tepatnya Cina, karena dibawa oleh biarawan yang melakukan perjalanan ke Mesir. Tentara Romawi juga memiliki peran dalam persebaran kucing domestik hingga ke Inggris, karena pada setiap mereka berperang dengan bangsa tertentu mereka akan membawa serta kucing-kucing tersebut. Namun sayangnya populasi kucing domestik di Eropa sempat menurun karena adanya kepercayaan jika kucing (terutama kucing hitam) membawa malapetaka.

Jenis ras kucing

Jenis ras kucing

Beberapa tahun setelah masehi, kucing-kucing domestik mulai populer di wilayah Asia, dimulai dari India karena menurut kepercayaan Hindu saat itu, mereka wajib memelihara paling tidak satu ekor kucing setiap rumah. Di Cina kucing mulai dijadikan hewan peliharaan semenjak Era Kristiani karena dipercaya bisa membawa kebetuntungan. Sementara di Jepang mereka populer semenjak masa Buddhism karena setiap kuil pada saat itu memelihara 2 ekor kucing untuk mencegah tikus menggerogoti kitab mereka. Selain itu juga pemerintah Jepang menggunakan kucing sebagai predator untuk memangsa tikus pada industri sutra mereka. Jadi permusuhan kucing dan tikus sudah dimulai dari jaman nenek moyang mereka.

Lalu bagaimana kucing kucing domestik tersebut bisa masuk ke area dunia baru dan Australia? Itu karena mereka – yang dibawa oleh para penjelajah menggunakan kapal – selalu beranak pinak di kapal dan tertinggal di setiap daerah pemberhentian kapal. Nah, kucing-kucing domestik yang telah menyebar ke berbagai penjuru dunia dan beradaptasi di daerahnya masing-masing itulah merupakan cikal bakal dari ras-ras kucing yang ada saat ini. Selain itu, banyaknya ras kucing juga terjadi karena adanya perkawinan silang antar ras.

 

(Kontributor: drh. Galuh Prawesti Prameswari)

 

Pecinta Satwa
Freelance Contributor at Pecinta Satwa [dot]com
Beberapa kontributor lepas yang menulis artikel untuk Pecinta Satwa [dot]com. Masih ada yang aktif menulis dan ada yang sudah tidak aktif.