Memilih dan Membangun Terrarium untuk Reptil

PecintaSatwa.com – Seiring dengan berkembangnya hobi memelihara reptil dan amfibi, penjualan terarium meningkat pesat. Ada banyak jenis terrarium yang bisa Anda temukan di pasaran, mulai dari akuarium bekas yang sederhana hingga yang ditujukan khusus bagi satu jenis reptil tertentu. Nah, sebagai rumah bagi calon hewan kesayangan Anda, ada baiknya Anda mempersiapkan terrarium sebaik mungkin sebelum membeli hewan peliharaan. Seperti apa sih caranya memilih dan membangun terrarium yang baik? Yuk kita bahas!

Yang Perlu Diperhatikan dalam Membangun Terrarium

  1. Bahan Terrarium

Ada banyak macam pilihan terrarium, mulai dari kaca hingga plastik mika. Terrarium kaca mungkin bukan ditujukan bagi reptil, melainkan untuk hewan-hewan akuatik (akuarium). Meskipun harganya lebih murah, terrarium kaca mudah pecah dan berat, sehingga lebih sulit untuk dibersihkan. Terrarium kaca juga mudah menyerap dan melepaskan panas, sehingga suhu di dalamnya cenderung tidak stabil. Bila Anda berniat untuk memelihara hewan yang sensitif terhadap perubahan suhu atau sering mengotori terrarium, ada baiknya Anda memilih terrarium berbahan plastik. (Baca pula: Memilih Terrarium untuk Kura-Kura Darat)

  1. Ukuran
Terrarium kura-kura

Terrarium kura-kura

Ada banyak ukuran terrarium yang tersedia, mulai dari pet house berukuran kecil hingga sangat besar. Sesuaikan ukuran terrarium dengan hewan yang akan Anda pelihara, sehingga hewan kesayangan Anda bisa tinggal dengan nyaman di rumah barunya. Kura-kura kecil, misalnya, bisa dipelihara dalam terrarium dengan panjang 20-30 cm dan lebar 10-15 cm. Bagi kadal, panjang terrarium harus berukuran setidaknya 1,5 hingga 2,5 kali panjang tubuhnya. Bagi ular, sisi terpanjang terrarium harus berukuran minimal setengah kali panjang tubuhnya. Sedangkan untuk satwa arboreal, disarankan untuk memakai terrarium yang agak tinggi sehingga Anda bisa menggantung lebih banyak tempat bertengger agar mereka bisa merasa nyaman.

Kondisi terrarium yang terlalu besar juga tidak baik bagi satwa. Satwa kecil dapat merasa stress atau kesulitan menangkap mangsa bila terrariumnya terlalu besar. Terrarium yang besar juga cenderung sulit untuk diatur suhunya, serta memerlukan lebih banyak lampu/watt yang lebih tinggi untuk menjaga suhu optimal bagi hewan kesayangan Anda.

  1. Lampu dan sumber hangat

Karena terrarium biasanya diisi oleh hewan berdarah dingin yang tidak bisa mengatur suhu tubuhnya sendiri, keberadaan lampu penghangat hampir mutlak diperlukan agar satwa bisa tinggal dengan nyaman. Ada berbagai macam lampu yang dapat Anda gunakan untuk reptil, mulai dari lampu UVB, UVA, lampu infrared, dan lain-lain. Pada dasarnya, lampu yang direkomendasikan bagi reptil adalah lampu full-spectrum yang dapat memancarkan baik sinar UVA yang memungkinkan reptil melihat dengan baik, sinar UVB sebagai peransang sintesis vitamin D di tubuh reptil, serta hawa panas untuk menghangatkan tubuh reptil. Jika memungkinkan, letakan terrarium di lokasi yang sering terkena cahaya matahari sehingga satwa bisa berjemur secara alami. (Mengenal: Leopard Gecko – Tokek yang Menggemaskan)

Anda juga harus mengetahui waktu aktif satwa peliharaan Anda sesuai dengan jenisnya. Satwa nokturnal hanya aktif di malam hari, sehingga Anda disarankan untuk menyediakan ‘waktu gelap’ agar mereka bisa merasa seperti di habitat aslinya. Beberapa orang menggunakan bohlam hitam (black bulb) sebagai sumber panas bagi satwa nokturnal, padahal lampu ini cenderung berbahaya karena menghasilkan spektrum UV C yang dapat mengakibatkan kangker kulit baik pada manusia dan hewan.

  1. Isi terrarium

Isi terrarium bisa menjadi hal yang vital bagi kesehatan satwa kesayangan Anda. Beberapa orang mungkin lebih suka dengan terrarium yang simpel dan hanya berisi beberapa barang, seperti tempat minum dan tempat bersembunyi. Ada juga yang suka mengisi terrarium dengan berbagai macam hiasan agar terlihat cantik serta sebagai sarana hiburan bagi satwa yang dipelihara. Keduanya sah-sah saja, asal seluruh kebutuhan utama hewan yang dipelihara terpenuhi di dalamnya.

Isi terrarium juga harus sesuai dengan jenis satwa yang dipelihara. Reptil akuatik seperti kura-kura tentu membutuhkan banyak air di terrariumnya, namun jangan lupakan satu titik kering untuk berjemur dan beristirahat. Hewan yang terbiasa hidup di gurun (misal, leopard gecko) mungkin tidak memerlukan banyak air, namun usahakan agar air selalu tersedia. Hewan arboreal seperti bunglon dan monopohon membutuhkan banyak ranting-ranting pohon (alami ataupun artifisial) dan tempat bergelantungan yang banyak agar mereka merasa seperti berada di habitat aslinya. (Simak juga: Merawat dan Memelihara Godzilla Mini di Rumah)

Nah, begitulah beberapa tips yang dapat kita lakukan untuk menghasilkan rumah yang sehat bagi satwa kesayangan kita. Ingat, Anda harus mempelajari segala seluk beluk satwa yang akan Anda peroleh sebelum membawanya pulang, sehingga Anda bisa lebih mudah merawatnya. Selamat menyusun terrarium bagi satwa impian!

 

Panji Gusti Akbar