Ciri Khas Gajah Asia dan Gajah Afrika

Gajah… Binatang yang amat besar, hidungnya panjang, telinganya lebar……

PecintaSatwa.com – Jika anda pernah mengenyam pendidikan taman kanak-kanak atau sekolah dasar pasti tidak asing dengan syair diatas. Penggalan kalimat diatas acapkali diajarkan para ibu guru saat mengenalkan kita pada satwa terbesar di daratan planet yang masih hidup hingga saat ini. Gajah pun selalu menjadi favorit anak-anak apabila berkunjung ke kebun binatang, tingkahnya yang lucu, dan badannya yang besar menjadi ketertarikan tersendiri bagi para pengunjung, namun tau kah anda bahwa terdapat 2 jenis gajah di bumi ini, yakni Gajah Asia dan Gajah Afrika.(Simak: 7 Jenis Burung Kakatua Nusantara)

gajah Asia

gajah Asia

Sebagaimana namanya, kedua jenis gajah tersebut hidup di belahan dunia berbeda, di benua Afrika dan di benua Asia dan sekitarnya, akan tetapi tidak hanya itu saja perbedaannya. Terdapat beberapa hal yang sangat khas di antara kedua gajah tersebut yang menjadikan satu sama lain sangat spesial dan berbeda. Berikut diantaranya:

  Gajah Afrika Gajah Asia
Ukuran Tubuh 2,5 – 4 meter diukur dari pundak hingga kaki, dengan titik tertinggi di pundaknya. berat badannya berkisar 2.268 – 6.350 kg 2 – 3 meter diukur dari pundak hingga kaki, dengan titik tertinggi di punggungnya. berat badannya berkisar 2.041 – 4.990 kg
Habitat Daerah sub-sahara Afrika dan hutan hujan di daerah afrika barat dan tengah serta di sekitar Gurun Sahel di Mali Hutan hujan dan padang semak belukar di wilayah Nepal, India, dan Asia Tenggara seperti Thailand dan Indonesia
Spesies Loxodonta African (African savannah elephant) dan Loxodonta cyclotis (gajah hutan afrika) Elephas Maximus, dengan sub spesies: Elephas maximus indicus (india), Elephas maximus maximus (Sirlanka), Elephas maximus sumatranus (Indonesia), Elephas maximus borneensis (Indonesia)
Struktur kulit Terlihat lebih berkerut kerut Tampak lebih halus
Bentuk Telinga Lebih besar dan lebar hingga menutup leher seluruhnya Cenderung lebih kecil, tidak terlalu menutup lehernya.
Bentuk badan Mirip trapesium, dengan bagian sempit di daerah dada dan terus melebar hingga perut bagian belakang. Dengan punggung berbentuk cekung Lebih berbentuk bujur sangkar, panjang dan lebarnya hampir sama antar bagian depan dan belakang. Dengan punggung berbentuk cembung.
Bentuk kepala Dahi tidak terbelah membentuk benjolan Terdapat lekukan di dahi, terlihat seperti 2 bukit.
Gading Baik jantan maupun betina memiliki gading. Gading jantan biasanya lebih besar dari betina Umumnya hanya dimiliki gajah jantan, gajah betina kadang hanya memiliki gading yang rudimenter atau tanpa gading.
Belalai Tidak terlalu keras, memiliki banyak cincin-cincin, berujung menyerupai 2 jari Lebih keras, dengan cincin yang lebih sedikit, dan ujung menyerupai satu jari
Kuku kaki Kaki depan berkuku 4 kadang 5, kaki belakang berkuku 3 kadang 4 Kaki depan berkuku 5, kuku belakang berkuku 4 kadang 5
Status konservasi, versi IUCN Vulnerable, diperkirakan terdapat 470.000 ekor gajah afrika diseluruh dunia Endangered, belum diketahui tepatnya jumlah gajah asia yang masih bertahan hidup diseluruh dunia.

 

Gajah Afrika vs Gajah Asia

gajah afrika

gajah afrika

Baik Gajah Afrika maupun Gajah Asia sehari-hari mengkonsumsi, dedaunan, rumput, buah-buahan dan akar, mereka menggunakan belalainya untuk memetik daun buah yang ada di pohon, mengambil rumput di tanah, dan menggunakan gadinngya untuk menggali tanah mencari akar-akaran yang segar. Jumlah makanan yang dapat ia konsumsi pun beragam tergantung pada usia dan berat badannya. Gajah dewasa biasanya dapat mengkonsumsi makanan hingga 136kg/hari. (Baca: Lumba-Lumba Humpback – Mamalia Putih dari Pasific)

Anak gajah dilahirkan seberat 91 kg dengan tinggi sekitar 1 meter setelah dikandung oleh induknya selama 22 bulan. Setelah dilahirkan ia akan diasuh oleh induknya dann terus tumbuh dengan pesat, bobotnya akan bertambah 1-1,5 kg setiap harinya. Pada umur 2-3 tahuan ia siap disapih oleh induknya. Anak gajah jantan akan berkelana sendiri sedangkan anak gajah betina akan mengikuti koloni ibunya. Pada umur 13-20 tahun, anak gajah ini telah mencapai usia dewasa untuk kawin. Gajah dapat hidup secara alami di alam liar hingga 10-50 tahun bahkan lebih.

Setidaknya punya tujuh puluh tahun…..Tak bisa melompat kumahir berenang….Bahagia melihat kawanan betina…Berkumpul bersama sampai ajal

Besar dan berani berperang sendiri… Yang aku hindari hanya semut kecil…Otak ini cerdas kurakit berangka…Wajahmu tak akan pernah aku lupa (Gajah by Tulus)(Rind)

 

Herinda Pertiwi, drh., M.Si.
Editor in Chief at Pecinta Satwa [dot]com
Alumni Dokter Hewan UNAIR (2013), Master of Science UNAIR (2016) specific on Veterinary Reproduction, Large Animal Clinician, Pet Lover, dan Researcher Focus on Reproduction Nutrition.