Mengapa Babi digemari

Sebagai salah satu ragam biodiversitas fauna di Indonesia, Babi merupakan salah satu ternak yang banyak dibudidayakan Keunggulan Babi Balimasyarakat Negeri ini setelah Sapi, Kambing-Domba, dan Unggas. Keberagaman yang menjadi identitas bangsa juga menjadi faktor penting mengapa populasi babi juga perlu dilestarikan. Babi merupakan komoditas tersendiri bagi rakyat yang menekuni usaha peternakan babi. Hewan ini mudah dibudidayakan karena bisa beradaptasi dengan baik bahkan dengan lingkungan yang tidak bagus sekalipun, babi merupakan hewan penghasil daging yang banyak digemari masyarakat Indonesia khususnya untuk masakan chinesse food, masakan khas bali,dan masakan khas beberapa daerah lainnya yang memiliki kepercayaan dan tradisinya tersendiri dalam hal pengolahan daging babi sebagai sajian keluarga.

Peternakan Babi Bali

Peternakan babi telah banyak ditemukan meskipun dalam skala yang kecil maupunskalabesardalam industry. Keberadaan babi menjadi sumber kebutuhan protein hewani yang bisa didapatkan oleh masyarakat, seperti halnya jenis daging merah lainnya.Babi yang sering diternakkan di daerah Banyuwangi sebagian besar berjenis Babi Bali. Dilihatdari morfologinya, Babi Bali memiliki kemiripan dengan babi hutan atau babi liar. Babi Bali merupakan salah jenis fauna asli Indonesia. Babi Bali disinyalir merupakan hasil perkawinan induk babi lokal dengan babi liar asia (Sus vittatus).

Letak geografis yang sangat dekat dengan Bali memang menjadi salah satu faktor mengapa populasi babi Bali di Banyuwangi juga diternakkan. Kemiripan iklim, lingkungan dan adat istiadat bagi sebagian masyarakat Banyuwangi yang beragama hindu juga sering mendatangkan babi Bali sebagai binatang peliharaannya.

Ciri Utama Babi Bali

  • Kulit dan bulu didominasi oleh warna abu-abu kehitaman. Namun ada beberapa yang memiliki corak putih karena mewarisi sifat dari induk babi putih lokal.
  • Ciri-ciri morfologi yang paling khas adalah bentuk tulang belakang babi ini yang menyerupai manusia yakni lengkungan pada daerah punggung sehingga bila terlalu gemuk, perut bisa menyentuh dasar tanah.
  • Struktur telinga yang tegak dan panjang sekitar 8-10 cm
  • Tinggi badan 50 cm serta panjang tubuh mencapai 90 cm.
  • Dalam sekali melahirkan, babi Bali bisa mencapai 10-12 ekor bayi dan itu ideal sesuai dengan jumlah puting susu yang terdapat di daerah dada hingga perut yakni 6 pasang.

Keunggulan Babi Bali

budidayaan Babi BaliKarkas Babi Bali ini sebagian besar akan dilapisi oleh jaringan lemak yang sangat tebal. Presentase lemak bisa mencapai sepertiga dari karkas. Babi dewasa yang siap untuk dipotong bisa mencapai bobot 90 Kg. Sifat khas dari daging babi yang sangat empuk meski memiliki ketebalan yang besar juga dimiliki oleh babi Bali. Rasio pertumbuhan babi Bali juga sangat tinggi bila dibandingkan dengan babi impor. Pola pemeliharaan yang sangat tradisional, bahkan dalam lingkungan kumuh pun masih bisa memungkinkan babi ini untuk berkembang baik sebagai hewan ternak rakyat.

Babi Bali ini sering digunakan dalam acara adat yakni persembahan dalam upacara keagamaan maupun hidangan syukuran. Selain sebagai hewan yang diambil dagingnya, Babi Bali juga dijadikan hewan pemburu dan penjaga rumah bagi warga yang tinggal di area hutan. Hal ini tentu wajar karena Babi Bali masih mewarisi sifat liar dari NenekMoyangnya. Bahkan keberadaan babi di setiap rumah warga bisa menjadi simbol tertentu dalam status sosial masyarakat.

Ke-khas-an Babi Bali tentu bukan hanya menjadi alasan betapa pentingnya usaha pembudidayaan Babi Bali, tingkat konsumsi masyarakat yang cenderung stabil dan akan terus meningkat karena mahalnya daging sapi, juga menjadi pertimbangan utama untuk terus melakukan perkembangan di bidang peternakan babi. Bagaimanapun juga keberadaan plasma nutfah dari spesies babi merupakan kekayaan negara yang patut terus dijaga kelestariannya.Cukuplah kita berlarian mengejar pemenuhan daging sapi nasional dengan importasi besar-besaran yang selalu diperdepatkan, jangan sampai kita harus mengimpor daging babijuga di kemudian hari, saat kita memiliki jenis ternak unggul yaitu Babi Bali.Lebih baik menggalakkan usaha pembibitan ternak, dari pada Negeri Tercinta menjadi bibit pundi-pundi kekayaan bangsa lain, dari usaha importasi ternak.

 

Herinda Pertiwi, drh., M.Si.
Editor in Chief at Pecinta Satwa [dot]com
Alumni Dokter Hewan UNAIR (2013), Master of Science UNAIR (2016) specific on Veterinary Reproduction, Large Animal Clinician, Pet Lover, dan Researcher Focus on Reproduction Nutrition.