Tips Merawat Ayam Ketawa

cara merawat ayam ketawa

Pernahkah Anda mendengar ada ayam yang bisa ketawa kaya manusia? Pernah lihat? Atau malah sudah punya? Beruntung bagi Anda yang sudah memilikinya, karena ayam ini termasuk unik. Bagi para penghobi ayam, ayam ketawa banyak menjadi pilihan. Ayam ini unik karena jika berkicau atau berkokok, suaranya mirip manusia yang sedang tertawa. Itulah sebabnya ayam ini diberi nama ayam ketawa. Sebagaimana yang pernah ditayangkan di salah satu TV swasta, terdapat tiga interval suara kokok ayam ini, yaitu :

  1. Garetek adalah suara kokok dengan interval cepat
  2. Gaga adalah suara kokok dengan interval lambat
  3. Dodo adalah suara kokok dari ayam ketawa yang mendayu-dayu

Asal ayam Ketawa

Ayam ketawa, Si Ayam Jantan dari Timur adalah ayam asli Indonesia yang berasal dari kabupaten Sindrap, Sulawesi Selatan. Di Sulawesi sendiri ayam ketawa banyak diternakkan di daerah Baranti, Panca Rijang, Benteng, Simpo Arasi’e, dan hanya dipelihara di lingkungan keluarga. Hebatnya, peternak ayam ketawa disana sudah bisa melatih ayam ketawa menjadi jenis suara-suara tersendiri yang sebutannya unik-unik, misalnya ayam ketawa kuntilanak, ayam ketawa dangdut, ayam ketawa slow, sampai ayam ketawa disko!, hebatbukan..!

Secara fisik, penampakan ayam ketawa tidak jauh berbeda dengan ayam kampung. Sama juga dengan ayam kampung, ayam ketawa relatif mudah untuk dipelihara. Tidak perlu makanan khusus, dan tidak perlu membuat kandang khusus. Jika Anda memiliki pekarangan atau kebun yang cukup luas, bisa dimanfaatkan untuk mengumbar ayam-ayam peliharaan ini. Tentu akses keluar masuknya harus dipastikan aman juga.

Merawat Suara Merdu Ayam Ketawa

Bagi para penghobi ayam, ayam ketawa tidak hanya memiliki nilai lebih karena keunikan suaranya, tetapi dapat menjadi pintu rezeki bagi pemiliknya. Bayangkan saja, ketika masih kecil harganya hanya sekitar ratusan ribu rupiah, tetapi ketika sudah besar dan suaranya merdu, harganya bisa puluhan juta rupiah!!! Apalagi jika sudah menjadi jawara lomba, harganya bisa mencapai 40-60 juta rupiah!!! Fantastis!

Banyak lomba atau kontes ayam ketawa yang diadakan dibeberapa daerah, salah satunya seperti yang beberapa kali diadakan di Institut Pertanian Bogor (IPB). Siapa yang mengadakan kontes bergengsi ini di dalam kampus? Tentu mahasiswa! Mahasiswa FKH yang tergabung dalam Himpro Ornithologi dan Unggas Fakultas Kedokteran Hewan IPB, bekerja sama dengan Kementerian Pertanian RI serta Persatuan Penggemar dan Pelestari Ayam Ketawa Seluruh Indonesia (P3AKSI) telah 3 kali mengadakan Kontes Ayam Ketawa Nasional dan Unggas Hias di Lapangan Pascasarjana IPB Baranansiang, Bogor. Even yang terakhir diadakan yaitu pada Minggu 28 September 2014. Even ini memperebutkan trofi Kementerian Pertanian RI, Wali Kota Bogor, dan Rektor IPB. Panitia juga menyediakan hadiah jutaan rupiah dan doorprize utama 1 unit sepeda motor.

tips memelihara ayam ketawaKontes ini disambut antusias dan diikuti peserta dari berbagai daerah di Indonesia.
Ratusan ayam asli Indonesia itu didatangkan para pemiliknya yang antara lain berasal dari Sulawesi Selatan, Kalimantan, Jawa Tengah, Lampung dan berbagai propinsi lainnya. Ditegaskan sebagai syarat mengikuti kontes ini, Peserta dari luar Pulau Jawa WAJIB mengirimkan Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) dari dokter hewan yang berwenang dan uji laboratorium bebas Avian Influenza kepada panitia. Hal ini sangatlah penting dilakukan sebagai langkah biosekuritas antar daerah yang berhubungan dengan agen infeksius berbahaya, sehingga para peserta dan penghobi ayam ketawa dapat berkompetisi dengan tenang aman, dan nyaman didampingi tenaga medis veteriner yang kompeten dibidangnya

Nah, karena potensinya yang sangat-sangat luar biasa itu, maka sudah semestinya para pemilik ayam ketawa ini memelihara dan merawat ayam-ayamnya dengan cara sebaik mungkin. Meski secara individu ayam ketawa termasuk kuat seperti ayam kampung, namun jika memperhatikan potensinya dalam ajang kompetisi, maka harus diperhatikan juga bagaimana pemeliharaannya yang baik, mulai dari pakannya, kebersihannya, hingga yang tidak kalah penting adalah bagaimana proses pelatihannya agar memiliki suara yang merdu dan kompetitif hingga perawatan kesehatannya.

Bagaimana, berminat memelihara salah satu ayam paling mahal ini?

 

(Kontributor: drh. Arief Ervana M.)

 

Pecinta Satwa
Freelance Contributor at Pecinta Satwa [dot]com
Beberapa kontributor lepas yang menulis artikel untuk Pecinta Satwa [dot]com. Masih ada yang aktif menulis dan ada yang sudah tidak aktif.