Memelihara Ayam Kate

PecintaSatwa.com – Diantara sekian banyak jenis ayam hias, bisa jadi ayam kate–lah yang paling banyak fans-nya! Apakah Anda sepakat dengan saya?

Bagaimana tidak, ayam kate memiliki bentuk yang unik dan menarik, suaranya juga bisa dibilang merdu. Karena bentuk fisiknya yang menarik inilah, apalagi jika ditambah ia bersuara merdu, maka ayam kate menjadi incaran banyak sekali pecinta ayam hias.

Meski kecil, si cebol ayam kate tidak minderan lho, lihat saja kalau ia sedang berjalan, jalannya itu terlihat penuh dengan percaya diri, malah kelihatan sombong!hehehe, ditambah kadang-kadang ia tidak segan untuk mengeluarkan suara lantangnya.

Jangan melihat ayam kate dengan sebelah mata ya, meski kecil namun ayam kate ini termasuk binatang mahal. Harganya per-ekornya biasanya berkisar setengah juta! Wow! Nilai jualnya bisa dilihat dari beberapa kriteria, antara lain warnanya, bobot yang ringan, bentuk leher menyerupai huruf S, kepala tertarik kebelakang, sayap menjuntai tegak lurus ke bawah, dan ekor pedang panjang serta berdiri tegak. ( Simak juga: Mengenal Penyakit Tetelo )

Beternak Ayam Kate

Beternak atau memelihara ayam kate tidak membutuhkan area yang luas, cukup di pekarangan rumah saja, atau di kebun belakang rumah. Tergantung ‘sisa lahan’ di rumah Anda saja. Cara pemeliharaannya juga cukup mudah karena tidak perlu perlakuan-perlakuan khusus, jadi bisa dipelihara seperti layaknya Anda memelihara ayam kampung atau ‘ayam rumahan’ lainnya. Meski begitu, karena harganya mahal jadi pemeliharaanya juga harus telaten yaa… jangan diumbar begitu saja ayamnya. Bahkan kalau perlu divaksin juga, supaya terhindar dari virus-virus penyakit yang mematikan seperti flu burung.

memelihara ayam kateNah, Anda juga harus lebih rajin menjaga kebersihan kandangnya. Kandang sebaiknya dibersihkan setiap hari, jangan lupa disemprot juga dengan desinfektan yang khusus buat semprot kandang dan tidak menyebabkan iritasi pada ayamnya.

Kandang juga harus dipastikan mendapat sinar matahari yang cukup, serta memiliki sirkulasi udara yang baik.  Perlu disiapkan juga atap atau tutup kandang yang terbuat dari bahan yang kedap air untuk digunakan ketika hujan turun sewaktu-waktu.

Bagaimana mengawinkan ayam kate?

Mengawinkan ayam kate bisa dilakukan dengan cara memisahkan pasangan ayam kate sepasang-sepasang dalam satu tempat atau sangkar, supaya aktivitas kawin dapat dilakukan.  Setelah itu ya… ditunggu saja! (Baca pula: Penyebab Produksi Telor Ayam Menurun)

Jika perkawinan berhasil maka induk betina akan bertelur kemudian mengeram serta menetas, nah, anakan ayam kate langsung dipisahkan ke satu wadah tersendiri dan di berikan suhu yang maksimal atau diberikan cahaya listrik yang 45 watt. Jaga agar suhunya tetap hangat.

Berdasarkan pengalaman para pembibit ayam kate, biasanya sepasang induk hanya bisa menghasilkan keturunan sepasang dan dua pasang paling banyak.

Anak ayam kate yang tadi sebaiknya dipelihara secara intensif di kandang, jangan diumbar di pekarangan. Meskipun si anak ayam kate lebih senang jalan-jalan atau berkeliaran, tahan saja di kandangnya. Atau buat kandang dengan ukuran yang lebih luas. Hal ini dilakukan untuk menjaga keamanan si anak ayam kate. Soalnya kalau ia berkeliaran di luar kandangnya dan bercampur dengan ayam yang lain, ia bisa di-bully oleh ayam-ayam lain yang lebih besar ukurannya. Bisa diinjak-injak atau ditendang, dan bisa lebih berbahaya lagi jika ada predator macam musang atau anjing. Setidaknya sampai 1 atau 2 minggu, biarkan anak ayam kate satu sangkar dengan induknya, supaya ia bisa mendapatkan perawatan yang alami dan rasa aman.

Demikian kiranya yang dapat saya sampaikan tentang ayam kate disarikan dari berbagai sumber. Semoga menjadi informasi yang bermanfaat untuk Anda..

Kontributor: drh. M Arief E

 

Pecinta Satwa
Freelance Contributor at Pecinta Satwa [dot]com
Beberapa kontributor lepas yang menulis artikel untuk Pecinta Satwa [dot]com. Masih ada yang aktif menulis dan ada yang sudah tidak aktif.