Operasi Caesar pada Hewan Kesayangan

PecintaSatwa.com – Halo sahabat pesat, pasti sudah sering dengar yang namanya operasi Caesar di manusia atau hewan kesayangan kita sendiri. Namun taukah sobat kalau Caesar atau biasa disebut C-section sebenarnya pilihan terakhir dalam pertolongan kelahiran?, terutama jika hewan mengalami distokia atau hambatan dalam proses kelahiran. Nah, bagaimana bisa terjadi distokia dan kapan harus Caesar? Mari kita bahas lebih lanjut lagi.

Banyak orang berfikir bahwa secara alami hewan bisa melahirkan sendiri tanpa bantuan apapun melalui naluri dan insting yang diturunkan secara turun temurun dari sang induk hingga anaknya. Tetapi anggapan tersebut tidak 100% benar adanya, terdapat beberapa permasalahan yang menyebabkan terjadinya distokia. Secara maternal distokia bisa terjadi akibat dari obstruksi (sumbatan) pada pelvis (tulang panggul), Torsio uteri dan hypokalemia. Sedangkan kondisi oversize fetus (Ukuran fetus yang lebih besar), bentuk anatomi kepala, malposisi fetus (sungsang), hydrocephalus pada fetal dan kematian fetus bisa juga menyebabkan terjadinya distokia. Perkawinan silang dan beda ukuran pejantan yang lebih besar dibandingkan betina pun sering menimbulkan gangguan tersebut terutama oversize fetus dan obstruksi pelvis.

Kesulitan Melahirkan pada Hewan

Tindakan Caesar pada Hewan

Tindakan Caesar pada Hewan

Berdasarkan penilitian yang dilakukan oleh Gunn-Moore & Thrusfield pada tahun 1995, bentuk anatomi kepala kucing dolicocephalic (moncong panjang seperti pada kucing spinx) dan brachycephalic (moncong pesek dan bulat seperti pada kucing Persian) memiliki resiko distokia lebih tinggi dibandingkan dengan mesochepalic (bentuk sedang antara panjang lebar dan tinggi seperti pada kucing domestic). Umumnya hewan brachicephalic memiliki anatomi kepala yang membulat dan besar sehingga menyebabkan kepala fetus tidak bisa melewati rongga pelvis sama halnya dengan hewan dolicocephalic moncong yang cukup panjang membuat fetus susah berotasi di dalam uterus.  Sedangkan pada anjing lebih sering terjadi pada breed kecil seperti chihuahua, pom terutama bila pejantan lebih besar dibandingkan dengan betinanya.

Penyerapan kalsium dan protein pada saat kebuntingan akan terjadi lebih banyak untuk pembentukan tulang fetus. Asupan nutrisi yang rendah mengakibatkan tubuh akan memetabolisme kalsium yang ada pada tulang induk dan lemak tubuh jika hal ini terus terjadi induk akan kekurangan energi yang digunakan untuk merejan pada saat kelahiran. Oleh karena itu selama masa kebuntingan asupan nutrisi perlu dijaga terutama protein dan kalsium yang bisa didapat dari pakan maupun vitamin tambahan.

Pemeriksaan kebuntingan menggunakan X-ray maupun Ultrasonography (USG) untuk melihat posisi fetus bisa mengantisipasi terjadinya distokia sejak dini. Posisi yang baik adalah kepala mengarah ke bagian belakang hewan, apabila terjadi kondisi sungsang olah raga seperti jalan-jalan selama 30 menit setiap harinya atau permainan kecil menggunakan bola baik pada anjing maupun kucing bisa membantu fetus untuk berotasi. (baca: Kesulitan Melahirkan pada Anjing)

Tindakan Caesar pada Binatang

Tindakan Caesar tidak serta merta dilakukan pada saat pasien datang, terutama pada pasien yang tidak memiliki record medis saat kebuntingan di rumah sakit hewan atau praktek dokter yang dituju. Dokter akan mengusahakan persalinan normal dengan melakukan prosedur induksi sebanyak dua kali dengan interval satu jam, apabila fetus tidak keluar maka tindakan Caesar akan dilakukan. Tidak hanya itu pecah ketuban yang lebih dari 6 jam menjadi salah satu pertimbangan bagi dokter hewan untuk melakukan tindakan Caesar. Jadi jangan khawatir apabila dokter hewan anda menyarankan Caesar karena tindakan tersebut diambil berdasarkan pertimbangan akan keselamatan induk maupun fetus yang ada didalamnya. Semoga artikel ringan ini bisa menambah wawasan sobat pecinta satwa terhadap penanganan kelahiran hewan peliharaan masing-masing (Simak: Kebuntingan dan Kelahiran pada Anjing)

Perhatikan dengan seksama proses kelahiran hewan kesayangan anda, apabila tidak berjalan dengan normal atau terlihat adanya kesulitan segera bawa ke dokter hewan terdekat, jangan lewatkan golden time kelahiran, karena akan berdampak pada kesehatan induk dan anak yang dilahirkan.

Keep calm and love your pet..

By: drh. T. Bhawono D. M.Vet

Tri Bhawono Dadi, drh., M.Vet.