Pakan untuk Meningkatkan Produksi Susu Sapi

PecintaSatwa.com – Sudah bukan rahasia lagi, jika pakan khusus digunakan untuk meningkatkan produksi susu sapi baik secara kuantitas maupun kualitasnya. Beberapa bahan pakan seperti ampas tahu dan ketela pohon banyak dimanfaatkan peternak berdasarkan pengalaman turun menurun dan menyebar dari mulut ke mulut. Kedua jenis pakan tersebut memiliki kandungan protein dan energi yang tinggi, karena itulah dapat mempengaruhi produksi susu secara signifikan. Hal tersebut dapat dilihat dari nilai berat jenis, total solid, serta jumlahnya baik dalam skala Liter atau Kg. rupiah pun mengalir deras apabila produksi susu peternak meningkat, terlebih jika disertai dengan kualitasnya yang unggul.

Perlu disimak: Beberapa Hal agar Produksi Susu Sapi Maksimal

Beberapa bahan pakan di bawah ini, banyak dimanfaatkan para peternak di berbagai daerah sebagai booster produksi susu sapi yang mereka pelihara, mari kita bahas dan analisa bersama:

Meningkatkan produksi susu sapi dengan Ampas Tahu

 

ampas tahu

ampas tahu

Dengan berat kering (BK) 86%, mengandung protein kasar (PK) 26.88%, lemak kasar (LK) 6,45%, serat kasar (SK) 17,2% dan ME 31,175. Ampas tahu telah umum digunakan oleh peternak di negara-negara asia seperti Indonesia, Cina, Jepang dan Taiwan, dimana tahu atau tofu menjadi makanan sehari-hari yang digemari masyarakat. Limbah produksi tahu ini biasanya digunakan sebagai campuran pakan sapi perah sebanyak 5-7 kg/ekor/hari, bahkan dapat dimanfaatkan hingga 65% dari pakan harian. Ampas tahu diminati peternak karena harganya yang relative murah, kandungan proteinnya tinggi sehingga dapat meningkatkan produksi susu, sapi pun sangat menyukainya.

Baca: Penyebab Bobot Sapi Merosot

Normalnya, ampas tahu berbentuk basah, dan mudah busuk, jadi peternak harus hati-hati apabila menjumpai ampas tahu basah yang tahan lama, karena bisa jadi selama proses pembuatan tahu produsen mencampurkan formalin/borax. Bahan pengawet kimia dapat membahayakan ternak, disamping juga membahayakan konsumen tahu. Untuk memperpanjang masa penyimpanannya, peternak dapat menjemur ampas tahu hingga kering, dengan kadar air rendah, lebih lanjut lagi bisa digiling menjadi tepung ampas tahu.

Meningkatkan produksi susu sapi dengan Ampas Bir

ampas bir yang sudah dikeringkan

ampas bir yang sudah dikeringkan

Memiliki BK 31,17%, PK 26,4%, SK 10,2%, LK 7 % dan total digestible nutrient (TDN) 78.7%. ampas bir merupakan limbah limbah produksi bir yang berbahan biji-bijian seperti gandum, barley, beras dan jagung. Seperti halnya ampas tahu, ampas bir berbentuk basah dan mudah busuk, akan tetapi sangat disukai ternak karena aromanya yang harum, disamping itu kadar proteinnya sangat tinggi dapat mencapai 30%. Penelitian yang dilakukan di daerah India membuktikan bahwa sapi perah yang diberi ampas bir sebagai pakan tambahan produksi susunya meningkat 1 L per hari disertai dengan peningkatan total solidnya dibandingkan dengan kelompok kontrol, peneliti juga menyebutkan bahwa ampas bir dapat digunakan maksimal sebanyak 20% dari total pakan harian. Ampas bir sebaiknya tidak diberikan terlalu banyak pada ternak, karena masih memiliki zat anti nutrisi yang mengakibatkan masalah pencernaan pada sapi seperti diare.

Meningkatkan produksi susu sapi dengan Alfafa

Didalamnya terkandung BK 75%, PK 16%, SK 32%, LK 1,5% dan energi 120% lebih dari hay tanaman oat. Berbeda dengan jenis pakan yang dibahas sebelumnya, alfafa merupakan jenis pakan hijauan makanan ternak (HMT), biasanya diberikan pada ternak dalam bentuk hay (hijauan yang dikeringkan). Hay alfafa, diproses dari tanaman alfafa periode awal berbunga dimana kandungan nutrisinya sangat tinggi. Alfafa biasanya diberikan pada ternak sebagai komponen pakan hijauan bersama rumput atau hijauan lainnya sebanyak 25-75% dari kebutuhan hijauan setiap harinya. Penggunaan alfafa sebagai pelengkap pakan sapi perah dapat meningkatkan produksi susu hingga 1,5 kg / hari dibandingkan dengan pakan standar.

Simak pula: Body Condition Scoring pada Sapi

hay alfafa

hay alfafa

Semua jenis pakan diatas dapat memicu peningkatan produksi susu sapi secara signifikan karena memiliki kandungan protein dan energi tinggi yang dibutuhkan oleh ternak untuk memproduksi susu dengan kualitas yang unggul. Akan tetapi, sebelum peternak mulai memberikan pakan tersebut pada ternaknya, harus diperhatikan ketersedian bahan dan fluktuasi harganya. Apabila bahan-bahan tersebut mudah didapat dengan harga murah, maka peternak dapat memanfaatkannya semaksimal mungkin, karena apabila terjadi kelangkahan secara tiba-tiba sehingga ternak seketika berhenti mengkonsumsinya, maka akan terjadi penurunan produksi susu secara drastis kemudian BCS (body condition scoring) akan menurun juga sehingga berpengaruh pada kesehatan sapi perah. (Rind)

Herinda Pertiwi, drh., M.Si.
Editor in Chief at Pecinta Satwa [dot]com
Alumni Dokter Hewan UNAIR (2013), Master of Science UNAIR (2016) specific on Veterinary Reproduction, Large Animal Clinician, Pet Lover, dan Researcher Focus on Reproduction Nutrition.