Mengenal Lebih Dekat Anjing Basenji

memelihara anjing basenji

Anjing dikenal sebagai salah satu hewan peliharaan yang sangat dekat dengan kehidupan manusia. Pada umumnya, anjing akan mengekspresikan dirinya pada saat merasa senang, sedih ataupun marah secara audio visual baik dengan ekspresi wajah maupun jenis suara gonggongan yang berbeda beda. Lain hal nya dengan anjing Basenji, tidak seperti kebanyakan anjing, Basenji tidak dapat menggonggong, hal ini dikarenakan  bentuk laringnya yang tak biasa. Bentuk laring tersebut membuat basenji tak bisa menggonggong dan hanya bisa mengeluarkan lolongan yang sering dikaitkan orang dengan suara orang menyanyi. Jika harus menggonggong, anjing ini hanya akan mengeluarkan suara mirip cegukan, sehingga Basenji memiliki julukan “voiceless dog” atau “barkless dog”. Uniknya, anjing Basenji juga diketahui sangat pintar meniru banyak suara. Mereka bisa mengeluarkan suara seperti orang menangis, tertawa, atau seperti Siberian Husky yang menyanyi dan bahkan mereka bisa mengeluarkan suara seperti kucing.

Anjing Basenji merupakan salah satu ras anjing tertua yang berasal dari daerah Afrika Tengah, disebutkan juga sebagai salah satu anjing primitif / spesies anjing tertua di dunia. Bentuk tubuhnya relatif kecil dan hanya memiliki berat sekitar sembilan kilogram, seangkan tinggi tubuhnya berkisar antara 40 sampai 43 cm. Anjing Basenji berambut pendek dan memiliki tekstur yang halus. Kaki, dada, dan ujung ekor berwarna putih. Variasi warna rambut jenis anjing ini adalah cokelat kemerahan, hitam, atau hitam dan cokelat.

Baca: Mewaspadai Parasit Anjing

Mitos Seputar Anjing Basenji

legenda anjing basenji dalam mitologi mesir kuno

legenda anjing basenji dalam mitologi mesir kuno

 

Basenji sering diberikan sebagai hadiah untuk para Firaun pada masa Mesir kuno. Orang-orang Mesir kuno mempercayai mitos bahwa kehadiran basenji, dapat mengusir roh-roh jahat dari desa mereka. Tak hanya itu, anjing ini juga kerap digunakan sebagai simbol di batu nisan, karena mereka percaya Basenji dapat melindungi mereka yang sudah mati. Gambar anjing Basenji bahkan ditemukan dalam salah satu makam Firaun di Mesir. Namun, setelah peradaban Mesir berhenti, anjing ini tidak lagi dianggap suci. Setelah Peradaban Mesir tak berjaya lagi, kisah keberadaan anjing basenji tak berjejak lagi, hingga pada abad ke-19, ketika para penjelajah dari Inggris menemukan kembali anjing basenji di daerah Afrika, tepatnya di Kongo dan Sudan.  Ketika ditemukan, basenji tidak lagi dikeramatkan, namun ia telah menjadi anjing peliharaan dan sering digunakan untuk keperluan berburu.

Basenji masih banyak dipelihara di Afrika tengah untuk keperluan berburu. Anjing Basenji ditemukan kembali oleh penjelajah Inggris di abad ke-19 meskipun tidak secara khusus dikembangbiakkan sampai 1940-an. Pada tahun 1980, Anjing Basenji hampir punah karena sindrom fanconi yang merupakan penyakit keturunan diantara ras mereka.

Memelihara Anjing Basenji

Pada saat ini Anjing Basenji digemari untuk dipelihara dan menjadi sangat unik justru karena ketidak mampuannya untuk menggonggong, namun hanya bisa menggeram atau melolong. Anjing Basenji memiliki temperamen yang kurang bisa bekerja sama dengan manusia. Basenji adalah anjing penyendiri dan independen sehingga sering dikaitkan memelihara Basenji sama seperti dengan memelihara kucing.

Anjing basenji

Saat ia diperlihara dalam satu rumah, anjing ini biasanya hanya bisa loyal pada 1 tuan. Tidak seperti anjing lain yang umumnya bersahabat dengan seluruh anggota keluarga, mereka tak begitu merespon jika dilatih oleh manusia. Basenji mempunyai keinginan yang keras, sehingga agak sulit untuk dilatih. Dibutuhkan kesabaran dan ketelatenan tingkat tinggi untuk melatih  Basenji supaya menuruti perintah kita. Namun jika sahabat satwa suka dengan jenis anjing yang unik dan tak biasa, Basenji menjadi pilihan yang baik untuk Anda, terlebih lagi cuaca tropis sangat cocok untuk memelihara anjing jenis ini.

 

Baca pula: Tips Pentingnya Menyikat Gigi pada Anjing

 

 

Hizriah Alief Jainudin, drh.
Alumni Dokter hewan UGM (2013), Mahasiswa S2 Medis Klinis FKH UGM, Praktisi Pet and Exotic Animal di Sleman Yogyakarta.