1. Semakin panas habitatnya semakin besar telinga gajah. Gajah afrika memiliki lebar daun telingan yang paling besar dibandingkan dengan jenis gajah lainya, sesuai dengan habitatnya yang memiliki iklim terpanas. Pada daun telinga gajah, terdapat banyak pembuluh darah, salah satu fungsinya adalah untuk mengeluarkan panas tubuhnya, dengan cara mengepakkannya dalam posisi diam. (Baca: Cara Membedakan Gajah Asia vs Gajah Afrika)
  2. Gading atau taring gajah merupakan modifikasi gigi seri rahang atas, mulai tumbuh pada usia 6-12 bulan menggantikan gigi susu, bertumbuh 17 cm setiap tahunnya. Gading digunakan menggali untuk menemukan akar, air, dan garam; menguliti dan menandai pohon; menyingkirkan batang pohon yang menghalangi jalan; sekaligus sebagai senjata saat berkelahi. Gajah afrika memiliki gading baik pada pejantan maupun betinanya. sedangkan gajah asia, hanya terdapat gading pada gajah jantan, dan jarang ditemukan pada betinanya. Taring gajah asia terbesar yang pernah ditemukan sepanjang 3,02 m dengan berat 39 kg.
  3. Gajah tidak dapat melompat dan berderap, namun dapat berjalan cepat dan merupakan perenang handal. Dengan berjalan cepat, gajah dapat melaju 18 km/jam. Selain itu gajah dapat berenang sejauh 48 km dengan kecepatan 2,1 km/jam, juga dapat berenang tanpa menyentuh dasar hingga 6 jam lamanya.
  4. Dalam sehari gajah dapat memakan tumbuhan sebanyak 150 kg, dan minum 40 L air, karena itu biasanya gajah hidup disekitar sumber air. Gajah hanya memerlukan waktu 3-4 jam / hari untuk tidur.
  5. Gajah dianggap sebagai spesies kunci. Ia dapat menggali sumber air tanah dengan gadingnya, kemudian terus memperbesarnya saat ia mandi, sumber air ini juga digunakan banyak hewan lainnya untuk bertahan hidup. Kekuatan gajah menumbangkan pohon dapat menjadikan sabana menjadi padang rumput. Gajah juga dapat menggali gua, yang dapat ditempati oleh hewan lainnya seperti serangga, kalelawar, dan hyrax. Gajah berperan menyebarkan benih tanaman. Biji buah-buahan yang dimakannya tidak mengalami perubahan apapun, hingga saat dikeluarkan lagi bersama kotoran, biji tesebut segera dapat bertunas dan tumbuh menjadi tanaman baru. ( Perlu diketahui: Satwa Liar BUKAN Hewan Peliharaan)
  6. Hanya gajah betina yang hidup berkoloni. Dipimpin oleh gajah betina tertua yang disebut Matriark, dapat beranggotakan lebih dari 10 ekor yang terdiri dari beberapa pasang induk dan anak. Matriark akan memimpin hingga akhir hayatnya, kemudian ketika ia mati akan digantikan oleh saudaranya atau anak perempuan tertuanya. Koloni-koloni gajah betina juga saling berinteraksi, hingga membentuk klan yang terdiri dari beberapa kelompok gajah. Klan tersebut biasanya bekerja sama untuk mempertahankan wilayah atau sumber air saat musim kemarau dari klan lain. Gajah jantan jarang dijumpai membentuk koloni, terkadang ada meski hanya berupa kelompok kecil yang terdiri dari 2 ekor gajah jantan.
  7. Gajah bersedih jika gajah lain dalam kawanannya mati. Sebagaimana dilaporkan oleh peneliti, hormone stress (kortikostreon) gajah-gajah dalam satu koloni akan meningkat drastis ketika anggota kawanannya mati. Gajah dapat bertahan hidup rata-rata selama 60-70 tahun, gajah asia bernama Lin Wang dilaporkan tutup usia saat berumur 86 tahun.
  8. Gajah jantan lebih agresif saat musth (birahi). Musth mulai dialami oleh gajah jantan pada usia 15 tahun dan stabil pada usia 35 tahun. Pada gajah muda biasanya musth terjadi pada bulan Januari-Mei, sedangkan pada gajah yang lebih tua pada bulan Juni-Desember. Gajah musth dapat dilihat dari keluarnya cairan dari daerah pelipisnya (kelenjar temporal), berjalan dengan kepala terangkat dan berayun, melambaikan satu telinga, bersuara gaduh dan mengorek tanah dengan taring. Apabila terjadi perkelahian, gajah yang sedang musth biasanya akan menang. ( Ketahui: Daftar Hewan yang Hampir Musnah di Bumi)
  9. Gajah baru lahir disambut dengan bahagia dalam kawanan dengan berkumpul mengelilingnya dan menyentuh serta membelainya dengan belalai. Gajah terlahir dengan berat sekitar 120 kg dan tinggi 85 cm. Dalam hal pengasuhan, antar induk saling menjaga anak satu sama lain. Jika terdapat bahaya maka anak-anak gajah akan ditempatkan di tengah-tengah koloni sebagai perlindungan. (Rind)
Herinda Pertiwi, drh., M.Si.
Editor in Chief at Pecinta Satwa [dot]com
Alumni Dokter Hewan UNAIR (2013), Master of Science UNAIR (2016) specific on Veterinary Reproduction, Large Animal Clinician, Pet Lover, dan Researcher Focus on Reproduction Nutrition.