Mengenal Jenis-jenis Burung Kakatua

Akhir-akhir ini kita dikejutkan dengan terungkapnya penyelundupan puluhan ekor Kakatua Jambul Kuning yang menjadi buah bibir di dunia maya. Burung langka ini disekap dalam botol-botol minum dengan keadaan yang menyedihkan—bahkan, beberapa ekor burung menemui ajal sebelum sempat diselamatkan oleh petugas yang berwenang. Kisah ini tentu saja menjadi coretan besar dalam daftar panjang perdagangan satwa dilindungi di Indonesia,yang kondisinya semakin mengkhawatirkan dari waktu ke waktu. Nah, seberapa kenal sih Anda dengan burung yang satu ini?

Kakatua atau dalam bahasa inggris disebut cockatoo merupakan salah satu kelompok burung berparuh bengkok dari ordo Psittaciformes, bersama dengan burung serindit, betet, makaw dan bayan. Ciri khas dari kelompok burung ini adalah paruhnya yang kuat dan melengkung, digunakan untuk berbagai macam aktifitas seperti membuka biji tanaman, membuat lubang di pohon, atau bahkan sebagai ‘tangan’ untuk memanjat dan bergelantungan. Anggota kelompok ini juga terkenal akan kecerdasannya dalam mengenali bentuk, menggunakan alat, bahkan berhitung; sehingga tidak jarang kakatua disebut sebagai salah satu burung terpintar di dunia.

Baca: Jenis Burung Kacamata (Pleci)

Meskipun burung paruh bengkok tersebar di hampir seluruh dunia, burung kakatua hanya bisa dijumpai di beberapa tempat di Filipina, Indonesia, Papua Nugini, Kepulauan Solomon dan Australia. Di Indonesia sendiri burung kakatua hanya bisa ditemui di bagian timur garis weber, mulai dari Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi, Maluku dan Papua. Masing-masing jenis kakatua memiliki habitat kesukaan yang berbeda, mulai dari hutan mangrove, hutan hujan, hutan terbuka, hingga daerah pegunungan. Sarang burung kakatua dibuat di dalam lubang pohon yang aman dari gangguan predator dan manusia.

Ada sekitar 21 jenis kakatua di dunia, dan 7 diantaranya berada di Indonesia. Hampir semua jenis tersebut bersifat terancam punah akibat kerusakan habitat dan perburuan untuk dijadikan hewan peliharaan. Jenis-jenis burung kakatua yang bisa ditemui di Indonesia antara lain:

1. Kakatua Jambul Kuning (Cacatua sulphurea)

Burung kakatua jambul kuning atau Sulphur-crested Cockatoo merupakan jenis kakatua yang paling dikenal dan paling sering diperjual-belikan. Burung ini hanya bisa ditemukan di Nusa Tenggara, Sulawesi, dan beberapa pulau kecil di sekitarya. Bentuknya mirip sekali dengan kakatua koki yang berukuran lebih besar dan sama-sama memiliki jambul berwarna kuning. Perbedaan utama kedua burung ini adalah adanya warna kuning pucat di bagian pipi kakatua jambul kuning, ukurannya yang lebih kecil, serta warna jambulnya yang lebih cerah hampir oranye.

Sebagai salah satu burung favorit untuk hewan peliharaan, perburuan menjadi ancaman utama bagi kelestarian burung tersebut. Di antara tahun `1980 hingga 1992, diperkirakan sekitar 100.000 ekor burung kakatua jambul kuning yang diekspor dari Indonesia, mengakibatkan penurunan populasi yang sangat drastis dan terus berlangsung hingga sekarang. Saat ini hanya ada kurang dari 7000 ekor burung kakatua jambul kuning yang tersisa di alam, membuatnya berstatus kritis (Critically Edangered) menurut IUCN. Burung ini dilindungi oleh PP no 7 tahun 1999 dan konvensi CITES, sehingga aktivitas jual-beli, pemeliharaan dan perburuan dilarang oleh negara dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara bagi yang melanggarnya.

2. Kakatua Koki (Cacatua gallerita)

kakatua koki

kakatua koki

Kakatua Koki, Kakatua Jambul Kuning Besar atau dalam bahasa inggris disebut sebagai Sulphur-crested Cockatoo merupakan jenis kakatua yang berukuran besar. Burung kakatua ini bisa ditemui di Papua dan Australia, beserta beberapa pulau kecil di sekitarnya. Seperti yang disebutkan sebelumnya, burung kakatua koki sangat mirip dengan kakatua jambul kuning, namun berukuran lebih besar, warma jambul lebih pucat, dan jarang memiliki bercak kuning di pipunya.

Kakatua Koki tidak memiliki nasib seburuk Kakatua Jambul-kuning, dan statusnya di IUCN pun berada di kategori resiko rendah (Low Risk). Populasinya pun cenderung lebih banyak dan lebih stabil dibandingkan kakatua jambul kuning. Namun, perdagangan dan perburuan burung ini terus terjadi di Indonesia, sehingga burung ini pun termasuk dalam daftar satwa dilindungi oleh PP no. 7 tahun 1999.

3. Kakatua Maluku (Cacatua moluccensis)

kakatua maluku

kakatua maluku

Burung Kakatua Maluku, Kakatua Seram atau Salmon-crested Cockatoo juga merupakan kakatua berukuran besar yang bisa mencapai panjang 52 cm dan berat 850 gram. Burung kakatua ini merupakan spesies endemik di Maluku Selatan dan tidak bisa dijumpai di tempat lain di duni, mendiami hutan dataran rendah di bawah ketinggian 1000 mdpl. Ciri dari burung kakatua maluku adalah jambulnya yang berwarna merah muda, bulu yang agak kemerahan, dan sedikit warna kuning di bagian bawah sayap dan ekor.

Kakatua Maluku berstatus rentan atau Vulnurable menurut International Union for Conservation of Nature (IUCN). Burung ini memiliki distribusi yang terbatas dan populasinya terus menurun akibat perburuan untuk dijadikan hewan peliharaan. Hal ini membuat burung Kakatua Maluku termasuk dalam daftar satwa yang dilindungi oleh PP no 7 tahun 1999 dan dilarang untuk dimiliki, dijual, atau diburu dalam bentuk hidup dan mati.

4. Kakatua Putih (Cacatua alba)

kakatua putih

kakatua putih

Kakatua Putih, Kakatua Jambul Putih atau White Cockatoo merupakan burung endemik Indonesia yang hanya bisa ditemui di Pulau Halmahera, Ternate, Tidore, Bacan, Mandioli dan Kasiruta di Maluku Utara. Sesuai dengan namanya, burung ini memiliki jambul berwarna putih yang seragam dengan bulu di seluruh tubuhnya, kecuali sedikit warna kuning di bagian bawah sayap dan ekor. Karena sama-sama berjambul putih, burung ini sering salah teridentifikasi dengan Kakatua Tanimbar (Cacatua goffiniana) yang berukuran lebih kecil.

Kisah: Wiwik Kelabu – Burung Pembawa Pesan Kematian

Sama seperti spesies sebelumnya, burung kakatua jambul putih terancam oleh kepunahan akibat perburuan untuk dijadikan satwa peliharaan. Burung ini termasuk dalam kategori terancam (Edangered) oleh IUCN, dengan populasi di alam antara 42.000-138.000 pada tahun 1993 dan terus menurun sejak saat itu. Anehnya, spesies ini justru tidak terdaftar dalam lampiran daftar satwa dilindungi dalam PP no 7 tahun 1990, membuat keberadaannya semakin terancam.

5. Kakatua Tanimbar (Cacatua goffiana)

kakatua tanimbar

kakatua tanimbar

Kakatua Tanimbar atau Tanimbar Corella merupakan burung kakatua berukuran kecil yang endemik di kepulauan Tanimbar, Maluku Utara. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, burung ini mirip dengan Kakatua Putih karena sama-sama memiliki jambul putih, namun berukuran lebih kecil dan memiliki warna merha muda di bagian mukanya. Kakatua tanimbar memiliki panjang sekitar 30 cm dan berat antara 250-300 gram.

Burung Kakatua Tanimbar berstatus mendekati terancam (near theratened), namun populasinya cenderung masih stabil meskipun terus berkurang akibat perburuan. Burung ini termasuk dalam daftar satwa yang dilindungi di PP no 7 tahun 1990 dan dilarang untuk dipelihara dan diperjual-belikan.

6. Kakatua Rawa (Cacatua sanguinea)

kakatua rawa

kakatua rawa

Kakatua Rawa atau Little Corella memang cukup jarang dikenal di Indonesia. Spesies ini dapat ditemui di Papua dan Australia, dan memiliki rupa yang mirip dengan kakatua tanimbar. Burung ini memiliki panjang antara 35-40 cm, sedikit lebih besar dari kakatua tanimbar. Seluruh tubuhnya juga berwarna putih dengan sedikit polesan merah jambu di bagian mukanya.

Burung kakatua rawa tidak terancam punah dan berstatus resiko rendah (least concern). Populasinya yang masih terbilang aman membuat burung ini tidak termasuk dalam daftar satwa burung dilindungi, namun perburuan yang terus berlanjut bisa saja membuatnya punah di masa depan.

7. Kakatua Raja (Probosciger atterimus)

kakatua raja

kakatua raja

Kakatua Raja atau Palm Cockatoo merupakan burung kakatua terbesar di dunia, dengan panjang mencapai 60 cm dan berat 1,2 kilogram. Berbeda dengan 6 spesies kakatua yang telah dibahas sebelumnya, burung ini memiliki bulu berwarna hitam pekat di seluruh tubuhnya, kecuali pipinya yang merah menyala. Jambulnya panjang dan bercokol diatas paruhnya yang besar, membuatnya tampak spektakuler. Burung ini dapat ditemui di Papua dan sebagian kecil Australia bagian utara.

Burung kakaktua raja termasuk dalam daftar burung yang dilindungi oleh undang-undang. Perburuan masih menjadi ancaman utama bagi burung ini, meskipun tidak terlalu serius seperti pada kakatua jambu-kuning. Burung ini digolongkan sebagai satwa dengan resiko kepunahan rendah (last concern) oleh IUCN, dan termasuk dalam daftar Appendix 1 CITES sehingga dilarang untuk diekspor.

Simak juga: Animal Welfare – 5 Prinsip Kesejahteraan untuk Hewan

Nah, begitulah sedikit cerita mengenai jenis-jenis burung kakatua yang ada di Indonesia. Keindahan burung ini menjadi harta kekayaan yang berharga yang harus disaksikan oleh anak-cucu kita, karena itu sudah seharusnya kita melindungi satwa langka ini. Memelihara bukan berarti menyayangi, karena burung ini akan jauh lebih aman dan berguna bila berada di habitatnya yang asli, bebas di alam.

 

Panji Gusti Akbar